Kategori

Pengelolaan dan Penataan Pameran

Diposkan oleh On 11:11 PM


Pengelolaan dan Penataan Pameran
Pengertian pengelolaan pameran adalah suatu kegiatan mengatur, mengawasi dan bekerja sama untuk kelancaran kegiatan pameran. Kegiatannya sebagai berikut:

Pendaftaran dan pemilihan karya

Dalam pendaftaran tersebut harus menyetorkan data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pameran diantaranya adalah, nama pemilik karya, atau seniman yang berkarya, ada judul karya, ukuran karya, bahan yang dipakai untuk karya tersebut, bahkan sampai pada harga. Data ini nantinya akan dipakai dalam melengkapi katalog. Data ini juga akan dipakai untuk mengelompokkan karya berdasarkan jenisnya. Dalam hal ini, seorang seniman harus benar-benar jujur, jangan mengatakan kalau bahannya dari bahan A, tapi ternyata yang dipakai adalah bahan B yang lebih jelek kualitas nya.

Pengadaan perlengkapan pameran

Hal yang tidak kalah penting adalah pengadaan perlengkapan pameran. Apa saja yang akan dibutuhkan dalam pameran. Harus benar-benar dicermati jangan sampai ada yang tertinggal. Mengenai perlengkapan pameran, selengkapnya dalam artikel Perlengkapan Ruang Pameran danFungsinya.

Penataan Ruang dan Karya

Penataan ruang menjadi tugas seksi dekorasi dengan dibantu seksi pengumpulan karya dan seksi perlengkapan. Dalam hal ini yang diprioritaskan adalah keindahan interior. Jangan sampai pengunjung dibuat kecewa karena ruang yang kurang indah. Pemajangan karya harus diatur tepat, komposisi karya juga didesain sedemikian rupa. Sudut pandang pengunjung terhadap karya yang dipasang juga harus diperhatikan, dilengkapi dengan nama seniman yang membuat karya serta harga kalau perlu jika dikomersilkan pada setiap karya yang dipajang. Penerangan yang cukup menjadi pertimbangan. Hal-hal yangharus diperhatikan dalam penataan karya seni rupa menjadi sangat penting jangan sampai salah dalam menata karya seni rupa. 

Lagi-lagi akan berbicara mengenai penyusunan karya didasarkan pada jenisnya, misalnya lukisan, kaligrafi, bahkan sampai pada pembedaan ruang antara seni rupa dengan seni kriya.
Ukuran karya menjadi pertimbangan spesial, bagaimana karya yang sudah tersusun akan lebih enak dipandang oleh pengunjung.  Dinamika penyusunan karya berdasarkan ukuran akan menciptakan kesan tidak membosankan. Maka jangan sampai karya dipajang melebihi tinggi rata-rata pengunjung, agar pengunjung tidak terlalu mendongak ketika melihat karya yang sedang dipamerkan.

Ingat sekali lagi, karya 2 dimensi bisa dipasang pada dinding dan papan Panil atau sering kita sebut sketsel. Dan untuk karya 3 dimensi kita letakkan di atas level dengan ukuran yang disesuaikan dengan karya yang akan diletakkan. Level bisa diartikan meja untuk meletakkan karya 3 dimensi.

Evaluasi Pameran

Diposkan oleh On 11:06 PM


Evaluasi Pameran
Kegiatan pameran mulai dari Persiapan Pameran, Pelaksanaan Pameran sampai pada kegiatan akhir pameran adalah Evaluasi Pameran. Mulai dari pembentukan panitia, rapat perdana untuk membagi tugas masing-masing personil dalam kepanitiaan, dan juga sampai pada kegiatan pembuatan proposal  guna untuk bekal mencari dana untuk kegiatan (Persiapan Pameran), sampai pada gladi kotor, gladi bersih, pelaksanaan pameran, dan terakhir sampai pada evaluasi, semua harus dilalui satu persatu, tahap demi tahap, kegiatan pameran akan selesai juga.

Secara istilah bahwa yang dimaksud evaluasi adalah kegiatan melihat, memperhatikan, kemudian mengoreksi kembali dari prosesawal atau tahap 1, pelaksanaan pameran atau tahap 2, sampai tahap 3 atau tahap akhir kegiatan pameran. Apakah ada kesulitan, atau keganjalan, hambatan-hambatan apa yang sekiranya perlu diatasi pada kegiatan berikutnya. Dari hasil evaluasi tersebut tentunya akan didapat sebuah keuntungan-keuntungan diantaranya :
  1.  Dengan diadakannya evaluasi diharapkan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dibanding yang telah lalu. 
  2. Prediksi anggaran dapat diketahui dengan akurasi sekitar 90 persen. Data yang lalu akan memberikan informasi mengenai jumlah anggaran yang akan dikeluarkan nantinya.
  3. Evaluasi merupakan sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kegiatan sebuah pameran.
Demikian beberapa keuntungan yang diperoleh jika panitia mau mengadakan evaluasi. Untuk mengabadikan hasil evaluasi, perlu adanya laporan pertanggung jawaban yang biasa kita kenal dengan sebutan LPJ, laporan Pertanggung Jawaban. Jika demikian tentunya adanya LPJ maka tentu akan menghasilkan beberapa manfaat LPJ diantaranya sebagai berikut :
  1. Dapat dijadikan acuan untuk kegiatan berikutnya karena digunakan sebagai bahan perencanaan kegiatan berikutnya
  2. memberikan semangat para donatur sebab uangnya benar-benar digunakan dalam kegiatan.
Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pameran merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa, dengan kegiatan pameran maka siswa dilatih untuk berorganisasi, siswa dilatih untuk mengemukakan pendapatnya, siswa dilatih untuk berdiskusi, menghormati pendapat orang lain, dan siswa dilatih etika bermusyawarah. Intinya adalah kegiatan pameran adalah sarana melatih siswa untuk terus berlatih, jika nanti benar-benar sudah terjun dalam masyarakat secara nyata, maka siswa tersebut tidak kesulitan dalam berorganisasi.

Anjuran untuk siswa yang ada di jenjang MTs/SMP, MA/SMA/SMK, jangan hanya melulu belajar mata pelajaran saja, siswa hanya mempelajari materi IPA, IPS, Matematika, Bahasa dan lain sebagainya, sedangkan melupakan organisasi misalnya OSIM/OSIS, Pramuka, PMR dan lain sebagainya, maka siswa tadi jika sudah keluar dari bangku sekolah, siswa tadi akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Melakukan hal positif semacam ini akan memunculkan beberapa keuntungan yang luar biasa. Dengan berorganisasi siswa diharapkan menjadi lebih kreatif, inovatif, memiliki kecerdasan tinggi, Miliki integritas tinggi, Berkualitas, dan dilengkapi dengan AKhlaqul Karimah, sehingga siswa menjadi generasi yang sudah siapa untuk melanjutkan perjuangan generasi yang sudah tidak muda lagi.

Pelaksanaan Pameran

Diposkan oleh On 6:45 AM


Pelaksanaan Pameran

Pelaksanaan Pameran

Pameran yang dilakukan oleh seniman pastinya akan membawa kesan tersendiri terutama pada saat pelasanaan pameran berlangsung. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan seniman atau pekerja seni guna mendapatkan wawasan lebih luas. Disini seniman merasa dihargai karena karyanya dapat dinikmati dengan bebas. Orang akan menanyakan berabagai hal mengenai karya yang dipajang. Pada saat pelaksanaan pameran inilah merupakan puncak dari kegiatan pameran.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada saat seseorang atau panitia pameran mengadakan pameran yaitu sebagai berikut.

Penataan Ruangan

Seksi yang bertugas menata ruang harus orang yang memiliki kemampuan profesional. Jangan asal comot untuk menata ruang. Jika tidak memiliki jiwa seni tinggi jangan sampai seseorang tersebut dijadikan seksi dekorasi. Seksi dekorasi ini yang bertanggung jawab penuh untuk menata ruang. Orang yang profesional tidak harus mengerjakan ini dengan tangannya sendiri, namun bisa meminta bantuan tenaga dari orang lain. Artinya konsep tetap dari seksi dekorasi, namun pengerjaannya boleh orang lain.

Tanpa profesionalisme seorang dekorator, maka ruang pameran tentu tidak sesuai yang diharapkan. Sebab dalam ruang pameran harus memberikan kesan yang romantis, harmonis, nyaman, asri, indah, memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga pengunjung dapat menikmatinya secara maksimal dan berkesan.  

Tentunya ada kriteria yang harus dipenuhi dalam ruang pameran agar terpenuhinya ruang pameran yang ideal.
penempatan denah ruang. Denah harus ditempatkan diluar ruangan agar pengunjung mengetahui terlebih dahulu arah yang akan ditempuhnya. Kemudian jangan lupa setiap sudut atau persimpangan sebaiknya ada tanda anak panah dan keterangan agar pengunjung dapat menentukan tujuan yang akan ditempuhnya dalam ruang pameran.

Posisi tempat duduk. Jika dalam ruang ada tempat duduknya maka diatus sedemikian rupa jangan sampai menutupi ruas jalan pengunjung. Dan jangan terlalu disebar di tengah ruang pameran, sebab dapat memberikan kesan sempit.

Posisi panel atau sketsel. Penataan panel biasanya dipasang ditengah ruang pameran, tujuannya adalah agar papan panel ini bisa digunakan bolak balik, jadi sisi yang satu juga bisa untuk memajang karya dan sisi sebaliknya juga bisa dipakai untuk memajang karya. Untuk efisien tempat.

Memperhatikan display. Display bisa kita artikan tampilan ruang yang indah. dalam hal ini tidak lepas dari penerangan yang cukup, namun perlu diingat bahwa penerangan yang cukup bukan berarti penerangan yang banyak atau bahkan berlebihan. Penerangan yang cukup adalah, setiap karya harus ada penerangannya dengan spotlight. Kemudian untuk penerangan ruang pamerannya dibuat redup. Tujuannya agar karya terlihat jelas tapi tidak silau dan jika dinikmati karyanya, tidak merusak pandangan mata.

Penataan hasil Karya

Penataan hasil karya merupakan perkerjaan yang harus diikuti dengan penuh kehati-hatian. Butuh orang yang profesional dibidang dekorasi. Menata karya juga harus memperhatikan :

  • jarak pandang, jika karya yang kecil diletakkan pada papan panel namun posisinya terlalu tinggi, maka ini adalah salah satu kesalahan penataan karya. Jadi untuk karya yang ukurannya lebih kecil bisa ditata pas sesuai tinggi pandang mata pengunjung.  Untuk karya yang besar bisa dipasang agak miring kebawah, tujuannya agar pengunjung dapat menikamati karya secara keseluruhan, cukup dengan sedkit mendongak.

  • Yang tidak kalah pentingya adalah jenis karya, pengelempokokan karya juga menjadi tugas seksi dekorasi. Disini karya dikelompokkan berdasarkan jenisnya, untuk karya senirupa atau kerajinan tangan (seni kriya). Harus dibedakan ruangnya. Jangan sampai campur aduk.

Evaluasi

Evaluasi menjadi kegiatan pamungkas dalam pelaksanaan pameran, sebab dengan evaluasi maka pameran yang akan datang tentunya lebih baik dari pameran-pameran yang telah lalu. Materi evaluasi adalah mulai dari perencanaan, persiapan sampai pada pelaksanaan. Artinya harus diperhatikan mulai dari pembentukan panitia, Kinerja panitia, sampai keluar masuknya keuangan. Mengenai keuangan yang minus setelah kegiatan akan menjadi pengalaman berharga, mungkin target tidak sesuai perencanaan, pengeluaran membengkak karena suatu hal yang tak terduga. Problem semacam ini kerap terjadi, dengan demikian antisipasi dengan menyiapkan dana cadangan akan menjadi solusi tepat dalam kasus ini.

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pameran. Semoga artikel ini bisa membantu dan menjadi referensi para siswa untuk belajar seni budaya.

Fungsi Musik Menurut Jenisnya

Diposkan oleh On 5:05 PM

Fungsi Musik Menurut Jenisnya
Musik memang ada yang berfungsi sebagai sosial, atau kita bisa katakan fungsi sosial Musik namun ada pula fungsi musik yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Musik ini banyak memiliki fungsi terutama untuk khalayak ramai. Namun pembahasan kali ini bukan untuk menjelaskan musik secara sosial namun fokus pembahasan musik berdasarkan jenisnya. Maka disini alat instrumental nya pun akan berbeda dari jenis musik yang satu dengan yang lain.

Memang musik Nusantara itu beraneka ragam sehingga ini menjadi budaya bangsa yang patut kita lestarikan dan kita jaga, jangan sampai punah. Apapun jenis musiknya, mungkin bisa hasil dari adobsi musik musik barat dan timur tengah. Semuanya wajib kita jaga.

Musik berdasarkan jenisnya dibagi menjadi:

Musik Murni

Musik Murni adalah tercipta hanya untuk dinikmati keindahannya. Orang berkarya hanya demi keindahan saja. Entah untung atau tidak dilihat dari segi ekonominya, yang terpenting adalah berkarya. Mereka yang ikut aliran musik ini tidak pernah berbicara untung dan rugi saat berkarya musik. Yang terpenting adalah musik bisa didengar indah dan bisa membuat para pendengarnya puas. Contoh musik yang masuk kategori seni murni adalah musik orkestra dan musik simfoni.

Musik Hiburan

Musik hiburan adalah musik yang semata-mata tercipta untuk hiburan semata, orangsenang, orang lain gembira dan orang lain bahagia. Inilah musik yang memang diperuntukkan untuk kesenangan. Musik ini terkadang juga untuk menghibur seseorang saat duka maupun suka. Musik ini terkadang bisa untuk melengkapi pagelaran-pagelaran agar tidak monoton tapilan pentasnya sehingga penonton lebih semangat dan gembira. Misalkan saja pertunjukan wayang kulit, sekarang sudah ditambah dengan musik dan hal ini akan menambah gembiranya penonton. Tidak hanya nonton wayang namun juga bisa menikmati sajian musiknya. Contoh lagi adalah tari-tarian, jika hanya bergerak tanpa musik juga tidak bisa semangat.

Musik Kerohanian

Musik ini diciptakan untuk kebutuhan kerohanian atau keagamaan. Banyak umat kristiani melengkapi gereja dengan alat musik. Biasanya alat musik tersebut untuk mengiringi puji-pujian, bahkan untuk mengiringi tata ibadah di gereja. Sedangkan umat islam juga dikenal dengan musik religi yang memang lirik lagunya berisi tentang nasehat-nasehat agama, bahkan puji-pujian pada Nabi Muhammad dengan sholawatnya. pembacaan puji-pujian atas Nbi Muhammad biasanya diiringi dengan musik yang dinamakan musik Hadroh  semua musik itu memang diperuntukkan untuk kepentingan agamanya.

Musik Ilustrasi

Musik ini memang digunakan untuk objek berupa drama maupun film. Drama dan film tanpa soundtrack maka rasanya tidak lengkap. Bahkan untuk masuk dalam suasana film tersebut akan lebih mudah jika diiringi dengan musik. Para pemain film pun juga akan dibuat mampu memerankan karakter Tokoh baik Pilihan karakter tokoh Antagonis, Protagonis dan Tritagonis dengan sempurna. Maka wajib bagi movie maker dan pekerja diperfilman atau bekerja di dunia teater untuk memperhatikan hal ini. Tujuannya agar suasana pementasan menjadi lebih hidup dan luar biasa.

Musik Penyemangat

Musik penyemangat ini adalah musik yang dimainkan dengan tujuan menjadi penyemangat dalam setiap aktifitasnya. Misalnya saja musik perjuangan, Musik pesta olahraga yang tujuannya membangkitkan suasana agar lebih ceria. Musik ini memang untuk merangsang batin kita agar lebih kuat dan bersemangat. Zaman perang dahulu, musik genderang menjadi alat pokok yang menciptakan sengat perjuangan sehingga akan menumbuhkan semangat bertempur, semakin keras dan cepat tempo pukulannya maka akan semakin mendorong pasukan untuk bertempur lebih keras dan semangat. Demikianlah mengenai musik yang digolongkan sebagai musik berdasarkan jenisnya. Artikel ini biasa ditemukan dalam buku-buku kesenian pada kelas 8 SMP/MTs. sebagai materi utama seni musik pada SMP/MTs kelas Delapan semester genap. Semoga bermanfaat dan semoga kalian menjadi orang yang sukses.

Fungsi Sosial Musik

Diposkan oleh On 3:17 PM


Fungsi Sosial MusikFungsi sosial Musik

Musik tidak hanya dimainkan atau mungkin hanya untuk didengarkan. namun musik memiliki sunfsi sosial dalam masyarakat. Menikmati secara pribadi sudah menjadi hal lazim. Dengan musik dikatakan mampu menghilangkan stres dan kepenatan bagi seorang individu. Dengan mendengarkan musik seseorang bisa dengan mudah memahami sebuah ilmu tertentu. Bahkan banyak perpustakaan perpustakaan yang dilengkapi dengan suara musik yang diputar dengan lembut. Tujuannya adalah merangngsang otak untuk aktif merekam setiap kata yang sedang dibacanya. Entah benar atau tidak itu tergantung kebiasaan seseorang saat sedang membaca. 

Makanya genre musik akan sangat berpengaruh sekali terhadap hal ini sebab masing-masing genre musik memiliki karakter yang berbeda-beda. Contoh saja musik jazz, musik ini memiliki karakter lebih lembut dibanding dengan musik POP apalagi musik ROCK. Hal ini mungkin yang mempengaruhi pemilihan seseorang terhadap musik yang diinginkan. Apakah ada yang bisa membaca dengan diiringi musik rock, jawabannya adalah wallahu a'lam (Allah yang Maha Tahu).
Berikut ini adalah Fungsi Sosial Musik. Nanti kita juga bisa melihat musik berdasarkan Subjeknya dan fungsi musik berdasarkan jenisnya, walaupun sudah kita ulas garis besarnya. Perhatikan fungsi sosial musik berikut ini:

Sebagai media Pendidikan

Musik dalam dunia pendidikan ternyata mampu membentuk pola pikir yang lebih kreatif dan inovatif. Maka seseorang biasanya terpacu untuk lebih maju dan terus berkembang, sehingga terwujud adanya media pembelajaran yang bermakna. Bahkan isi lagu bisa membentuk akhlaq seseorang. Misalnya lagu yang bertemakan agama, menghormati ibu, bertema kehidupan bermasyarakat dan bersahabat, akan mampu membentuk jiwa-jiwa yang baik. Isi lagu akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Sebagai media Rekreasi

Kejenuhan dan kepenatan seseorang dalam bekerja memang bisa diatasi dengan mendengarkan musik, tidak terkecuali dalam kehidupan bermasyarakat secara umum, hampir setiap orang setuju saat mengendara sebuah bus dan didalam bus terdiri banyak orang, kemudian didalam bus diputar lagu maupun musik tertentu sehingga semua orang bernyanyi dan bergembira dengan dilengkapi musik yang sedang diputar. Mereka akan lebih suka bilang "Keraskan volume musiknya" dibanding mereka bilang "Tolong matikan musiknya". Atau mereka tidak mengatakan apa-apa, namun tetap mengangguk-anggukkan kepala mengikuti alunan musik.

Sebagai Media Komunikasi

Musik bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan sesuatu pada masyarakat. Musik akan menjadi media untuk menyampaikan sesuatu pada orang lain baik untuk kepentingan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Tentunya dalam hal ini adalah isi lagu dalam musiknya. Bukan musik untuk kampanye parpol. Musik untuk kampanye adalah musik sebagai hiburan, termasuk kategori musik berdasarkan jenisnya. Namun yang dimaksud disini adalah isi musik yang bermuatan nasehat politik. Mungkin kalau penyanyi indonesia yang sering membawakan lagu ciptaanya yang berbau nasehat politik adalah iwan fals. Misal saja lagu yang berjudul wakil rakyat (seharusnya merakyat). Ungkapan jujur sebagian rakyat yang mungkin belum mengenal wakilnya sendiri entah bagaimana? bisa ditanyakan langsung pada pengarangnya. Ada lagi musik dipakai sebagai media Sponsor, sponsor yang menggunakan lagu-lagu yang memanfaatkan artis musisi dan penyanyi.

Musik sebagai Profesi

Orang yang memiliki profesi sebagai musisi, artis, penyanyi akan mendapatkan uang dari karya musiknya, dari keindahan lagu dan suaranya. Dengan bermain musik semata mata untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dengan manyanyi tabungannya bisa untuk kelangsungan diri dan keluarganya. Sumber penghasilan utama adalah menyanyi, bermusik dan terjun dalam bidang musik. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi keluarganya.

Unsur-Unsur Teater Modern

Diposkan oleh On 12:04 AM

Adegan Berdoa, Gerakan mengadahkan Tangan
Unsur-Unsur Teater Modern, kita harus memahami teater. Pengertian teater secara umum adalah suatu kegiatan berekspresi yang bertolak dari alur cerita yang dipertunjukkkan dengan menggunakan tubuh sebagai media utama,sedangkan proses penciptaanya digunakan unsur gerak, suara, bunyi dan tampilan serta rupa. Maka dari rumusan tersebut bisa kita simpulkan bahwa unsur-unsur Teater Modern atau mancanegara adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh sebagai media utama
  2. Gerak sebagai unsur penunjang
  3. Suara sebagai penunjang utama
  4. Bunyi sebagai unsur pembantu penunjang
  5. Rupa sebagai unsur pembantu penunjang
  6. Cerita sebagai unsur utama proses penciptaan suatu bentuk seni teater.

Keterangan mengenai unsur-unsur teater modern

Pentingnya Tubuh dan anggota tubuhnya

Tubuh dikatakan media utama sebab, tanpa ada tubuh maka peragaan tidak bisa dilakukan. Namanya saja peragaan, tanpa raga maka tidak mungkin ada peragaan. Peragaan akan bisa dilakukan apabila ada tubuh. Anggota tubuh menjadi sangat berarti demi memperagakan beberapa adegan. Tangan bisa digunakan untuk mengambil sesuatu, menagkis, memukul, memegang dan lain sebagainya, Bahkan jari akan menjadi penting jika ada adegan meunjukkan sesuatu. Dibagian kepala banyak terdapat bagian-bagian tubuh yang tidak kalah pentingnya. Mata misalnya, bisa mengekspresikan sedih, gembira dengan didukung raut muka yang menunjukkan kesedihan. Bibir, mulut dan lain sebagainya akan membantu menciptakan suasana yang diperagakan.

Pentingnya Gerak

Kemudian dari semua organ-organ tubuh tersebut digerakkan maka akan menjadi bermakna. Gerak merupakan unsur penunjang tubuh yang disediakan. Gerakan mata, melirik ke kanan dan kekiri memiliki arti mencari sesuatu. Ketika telinga tidak bergerak, maka mata dan tangan akan membantu mendukung adegan sedang mendengarkan sesuatu. Mata melerok ke arah yang didengarkan sedangkan tangan ditempelkan didekat telinga. Maka disitu tanpa perkataan pun sudah tercipta sebuah adegan mendengarkan. Meminta sesuatu cukup dengan menengadahkan tangan. Tanpa berkatapun maka adegan meminta sudah tercipta.

Pentingnya Suara

Suara menjadi penting jika memang gerak sudah tidak mampu menciptakan sebuah adegan. Suara juga bisa mendukung sebuah gerakan. Maka dengan suara, cerita akan lebih cepat tersampaikan. Orang mungkin tidak faham ketika gerakan telunjuk jari diacungkan keatas. Tanpa suara maka jari diacungkan keatas akan menimbulkan berbagai macam persepsi. Bisa saja penonton memaknai "satu". Bisa saja penonton memaknai "Yang diatas" atau "Maha Kuasa". Bisa saja penonton memaknai " Ingat" dan lain sebagainya. Namun dengan suara akan lebih cepat dimengerti penonton. Misalnya mengacungkan jari telunjuk keatas sambil berbicara "Kita harus selalu ingat pada Yang Maha Kuasa". Itulah pentingnya suara dan pemakaiannya.

Pentingnya Bunyi

Sarana pendukung yang satu ini akan sangat dibutuhkan bagi pertunjukan atau pentas teater. Banyak peralatan yang dibutuhkan. Namun biasanya jika kita benar-benar menginginkan sarana atau alat-alat bunyi yang tepat adalah Keyboard. Mengapa saya rekomendasikan Keyboard. Sebab dengan satu alat musik ini semuanya bisa direka dan dilengkapi dengan berbagai macam back sound. Misalnya, suara helikopter, suara bunyi telephone, Suara hantu, Suara burung dan suara ombak sekalipun semua sudah disediakan di keyboard. Maka tinggal bagaimana penerapanya serta edit videonya.

Pentingnya Rupa

Rupa bisa ditampilkan dengan kostum, make up, dengan setting panggung dan beberapa asesories. Semua itu penting. Baik kita akan kupas satu persatu. KOSTUM dengan kelengkapan asesorisnya akan mennggambarkan profesi dan situasi tokoh. Make up juga akan mendukung karakter penokohan. Asesories menjadi sangat penting jika ada adegan memotong hewan kurban misalnya. Maka golok akan menjadi asesories inti. Tidak bisa tidak. Jika digantikan dengan asesories lain tentu tidak bisa. Misalkan adegan menyembelih hewan kurban maka tidak bisa hewan kurban disembelih menggunakan tas. Ini yang kami maksudkan penting itu. Tergantung situasi dan kondisi cerita. SETTING panggung akan menjadi penting jika memang situasinya menuntut adanya setting tersebut. Misalnya saja adegan berziarah ke makam orang tua. Maka batu nisan serta gundukan tanak menjadi setting pokok. Walupun untuk material bisa dimodifikasi. Misalnya gundukan tanahnya dari kain yang ditumpuk kemudian ditutup dengan kain hitam, Sedangkan batu nisan dibuat dari sterofoam maka orang akan tahu bahwa adegan ini sedang di pusara ibundanya.

Pentingnya Cerita

Tanpa cerita, tanpa judul tanpa naskah, bagaimana jadinya pertunjukan teaternya. Bakal gagal dan mengecewakan. Konsep menjadi penting dalam cerita. Gambaran peristiwa menjadi ada jika ada sebuah cerita. Adegan akan tersusun rapi jika ada cerita yang dilakonkan. Tema menjadi pijakan awal untuk membuat sebuah cerita. Naskah merupakan visualisasi dari sebuah cerita yang bakal dilakonkan. Judul menjadi arahan pokok dalam setiap cerita. Ketika seseorang mendengarkan judl yang bakal dilakonkan, maka seorang penonton tersebut memiliki gambaran secara singkat isi cerita. Misalnya Judul yang diangkat adalah Kandasnya CInta Firman. Maka seorang penonton bakal tahu bahwa ceritanya pasti firman punya kekasih dan firman mencintainya, namun pada akhirnya kandas. Penonton sudah memiliki gambaran pokok, namun penonton akan dibuat penasaran, Apa penyebab kandasnya cinta firman. Siapa orang yang dicintai firman, dan Bagaimana itu semua bisa terjadi. APa yang akan terjadi jika firman kehilangan cintanya. Apakah firman nantinya berakhir bahagia, ataukah justru tetap pada kesedihan dan lain sebaginya. Itu tadi hanyalah contoh saja. Bahkan judul diatas sampai detik ini belum dibuat naskah ceritanya.

Demikian mengenai pentingnya semua unsur yang harus ada dalam teater. Idealnya semua unsur tersebut harus dipenuhi jika menginginkan pertunjukan teater berjalan dengan baik dan menakjubkan.

Ciri-ciri Teater Modern

Diposkan oleh On 1:25 AM

Teater modern bisa juga dikatakan teater mancanegara. Karena memang lahirnya teater modern berasal dari luar negeri. Teater modern cenderung ke arah teater mancanegara. Konsep dan lain sebaginya tentunya menggunakan konsep barat. Walaupun mancanegara namun kiblatnya tetap konsep barat. Bukan timur tengah atau yang lainnya.

Yang dinamkan ciri-ciri tentunya berhubungan dengan karakter, teknik, hukum yang dipakai, ceritanya, tema yang diangkat, bahasa, bahkan sampai pada isi ceritanya semuanya diarahkan pada teater dengan konsep barat. Tidak bisa dipungkiri memang, semuanya harus disetting seperti itu.

Ciri-ciri Teater Modern sebagai berikut:

  1. Teater modern bertolak dari hasil karya sastra.
  2. Secara teknik, teater modern bersumber dari konsep teater barat.
  3. Teater modern  diikat oleh teknik dari hukum dramatologi.
  4. Pertunjukan dilakukan ditempat khusus yaitu bangunan yang memisahkan antara panggung pemain dan penonton.
  5. Unsur cerita modern berkaitan dengan peristiwa sezaman.
  6. Ungkapan bentuk teater sudah menggunakan idiom-idiom modern (adanya intermezzo, Sutradara, Lagu-lagu, Ditambah dengan peralatan modern seperti piano dan lain sebagainya).
  7. Bahasa yang digunakan untuk dialog menggunakan bahasa Melayu pasar, atau berbahasa indonesia.
  8. Ada pegangan cerita tertulis berupa naskah Teater
Maka dari ciri-ciri tersebut akan kami uraikan satu-persatu untuk menerangkan masing masing item yang sudah kami sebutkan diatas agar memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai ciri-ciri tersebut.

Keterangan mengenai ciri-ciri teater Modern.

Teater modern ini memang berawal dari karya sastra dengan bahasa baku, sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Namun demikian masih halal apabila melakukan improvisasi kalimat dengan tidak menggunakan susunan-susunan yang baku. Namun untuk maksud dan tujuan kalimat tersebut tetap tersampaikan dan bisa difahami penonton. Karya sastra adalah panduan utamanya dan tetap mengikuti perkembangan bahasa yang telah ada.

Secara teknis, baik teknik pelaksanaan maupun teknik perencanaannya selalu berkiblat pada konsep barat. Membentuk sebuah cerita dengan konsep barat akan membutuhkan properti yang tetntunya bervariasi, Asesories yang dipakai tetntunya akan berkaitan dengan konsep barat.

Teater memang memiliki makna yang sama terhadap interaksi sosial. Teater akan selalu berkutat pada masalah masalah sosial dalam kehidupan manusia. Setiap cerita yang dilakonkan akan sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga hukum tersebut telah menjadi adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Konflik sosial, masalah sosial, solusi permasalahan akan mewarnai isi cerita teater. Dengan demikian pertunjukan akan lebih difahami dan dimengerti. Hanya saja agar menarik harus butuh kreatifitas yang sangat tinggi untuk memodifikasi.

Pertunjukan yang dilaksanakan dipanggung yang dimodifikasi sedemikian rupa, dipisahkan antara penonton dan pemain. Kesan yang ditampilkan memang terpisah namun tujuan utama dalah fokus pemain jelas terlihat. Penonton yang menyaksikan dengan jarak tertentu akan menyaksikan sebuah frame khusus dalam pertunjukan. Panggung memiliki frame atau bingkai yang jelas dan visualnya terlihat seperti televisi. Kesan home teater juga tercipta dengan konsep ini. Namun pemisahan penonton dengan panggung pemain bukan syarat mutlak dalam teater modern. Selama konsepnya modern, panggung tidak begitu berpengaruh besar.

Isi cerita dalam sebuah naskah teater selalu berkaitan dengan peristiwa sezaman. Artinya cerita terkini menjadi materi utama dalam membuat naskah. Adapun cerita bisa berupa mitos, atau legenda masa lalu atau bahkan hanya cerita fiktif, namun settingnya, percakapanya, alur permasalahannya adalah cerita yang baru update yang tertuang dalam naskah. Memang peristiwa-peristiwa masa lalu kalau kita teliti lebih jauh, hampir sama dengan peristiwa-peristiwa saat ini. Karena pada intinya adalah cerita yang berulang. Ada semacam reinkarnasi peristiwa. Reinkarnasi tokoh lengkap dengan permasalahnya. Sehingga bagaimanapun juga sejarah akan mempermudah seseorang mebuat konsep cerita serta penokohannya. Pemilihan peran berkarakter (Protagonis, antagonis) juga lebih mudah didapat.

Pertunjukan lebih menarik jika memang adanya intermezzo, pengkolaborasian antara cerita yang dinamis. Cerita tidak flat pada kondisi sedih saja, namun fariasi peristiwa akan menciptakan dinamisasi peristiwa. Penambahan lagu-lagu akan lebih mengantarkan cerita pada titik penghayatan yang sempurna. Musik menjadi media untuk mengantarkan penonton lebih cepat masuk dalam sebuah perasaan. Ketika berlakon sedih maka musik pengiring akan didesain sesuai situasi yang diciptakan. Karakter musik jika bertolak belakang dengan isi cerita maka gagal mengarahkan penonton pada target yang diinginkan. Peralatan yang paling mudah didapat saat ini adalah piano. Bahkan saat ini sudah beralih pada keyboard. Mengapa demikian, sebab keyboard memiliki fiitur-fitur yang dibutuhkan dalam sebuah drama. Piano menyediakan efek-efek suara yang bervariasi. Suara benda-benda, suara hewan, suara riuh manusia, suara alat-alat perkusi yang lain semua tercover dalam satu keyboard. Maka sudah pasti keyboard menjadi pilihan utama untuk mengiringi teater modern.

Bahasa tentu masih menjadi perdebatan, sebab bahasa biasanya menyesuaikan pada bahasa penonton. Dalam teater modern bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau melayu. Namun jika dalam masyarakat tertentu yang kurang memahami bahasa melayu atau bahasa indonesia maka lebih baik menggunakan baha daerah masing-masing. Konsepnya tetap modern.

Lakon teater akan lebih mudah dimengerti oleh para pemain, maka yang dibutuhkan adalah naskah sebagai pegangan cerita. Manusia sangat mungkin lupa bahkan melakukan kesalahan. Bukan masalah daya ingat, tapi kondisi diatas panggung akan mempengaruhi konsentrasi berakting. Jika seseorang tanpa memiliki naskah, maka yang terjadi adalah improvisasi ngawur yang berujung pada alur cerita yang kocar-kacir. Penonton akan bingung, sehingga terkesan abal-abal tanpa adanya naskah. Kalau memang pemain sudah terbiasa berimprovisasi maka paling tidak ada konsep yang bakalan dilakonkan. Biar tertata.