Kategori

Merancang Pementasan Pantomim

Diposkan oleh On 3:50 AM

Hal Yang akan kita pelajari adalah:

  1. Mengidentifikasi bentuk pementasan pantomim
  2. Rancangan pertunjukan Pantomim
  3. Property pementasan
  4. Sikap tanggung jawab
  5. sikap disiplin dalam merancang property
  6. pementasan pantomim

Baiklah kalian kelas 8 MTs. Roudlotusysyubban yang akan menjawab semua pertanyaan dibawah ini, maka pelajarilah terlebih dahulu materi berikut:
Materi ini diunggah 8 Sya'ban 1441 H.

Bentuk Pementasan Pantomim

Pantomim adalah Sebuah pertunjukan seni gerak yang memiliki alur cerita tertentu namun tidak menggunakan suara untuk menyampaikan pesannya atau berkomunikasi dengan sesama pemain. Biasanya pantomim ini menggunakan make up muka berwarna putih tebal dengan sedikit asesoris bentuk mata dan mulut berwarna hitam. Pantomim ini biasanya diiringi efek-efek suara seperti benda jatuh, tepuk tangan, tertawa dan lain-lain lain, namun sama sekali tidak menggunakan kata-kata.

Bentuk pementasan pantomim 
  • Biasanya tunggal dan kelompok. Pementasan tunggal akan mencertitakan alur cerita yang menceritakan kehidupannya sendiri atau aktifitas penting yang dilakukannya. Penekanan point untuk pementasan tunggal ini adalah cerita yang urut dan teratur agar bisa difahami oleh penonton saat pementasan.
  • Untuk pementasan kelompok, cenderung memiliki alur cerita yang tidak beruruttan, namun kedua pemain pantomim harus saling berkomunikasi, lagi-lagi tidak menggunakan kata kata, hanya melalui gerakan saja. Walupun dimainkan secara berkelompok, namun alur cerita harus dilakukan secara bergantian, tidak bisa berbarengan kecuali adegan tersebut harus dilakukan bersamaan. Contoh, jika pemain A bertanya, maka pemain B tidak boleh melakukan gerakan, namun jika sudah mulai menjawab maka pemain B harus bergerak untuk menyampaikan jawabannya, lagi lagi tidak boleh menggunakan kata-kata.

Rancangan Pertunjukan Pantomim

Merancang pertunjukan pantomim harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Pertama pembentukan panitia, dalam sebuah pementasan tanpa panitia tidak akan mungkin jalan, maka harus dibentuk panitia terlebih dahulu sehingga pementasqan bisa dilakukan. Panitia terdiri dari Ketua, sekretaris, bendahara dan seksi pementasan. Untuk seksi pementasan memang harus dibagi menjadi beberapa yaitu seksi rias, musik, kostum dan property.
  • Kedua merancang tata rias. Tata rias yang biasa digunakan adalah makeup wajah putih, dan bagian mata dan mulut ditegaskan dengan make up berwarna hitam. Bisa menggunakan bedak atau cat tembok atau cat berbahan dasar air, supaya tidak merusak wajah. Namun itu tidak disarankan, lebih baik menggunakan bedak putih di kasih air agar bisa lebih pekat. Namun menurut pengalaman, menggunakan bedak berulang juga akan tercipta warna putih pekat. Untuk bibir bisa ditegaskan dengan warna merah atau hitam, dengan menggambar bentuk bibir lancip atau bahkan melebar, tidak umum seperti bibir orang normal. Pipi bisa dikasih tompel dan asesoris lainnya.
  • Merancang kostum. Untuk kostum biasa digunakan adalah kaos bergaris dan menggnakan celana yang berselempang. Namun bisa juga menggunakan kostum lainnya, tidak harus bergaris.
  • Rancangan musik. Merancang musik memang penting untuk mendukung suasana. Termasuk merancang efek-efek musik seperti benda jatuh, suara langkah kaki, suara telpon, suara kendaraan dan lain-lain. Ini sangat penting agar apa yang disampaikan oleh pemain pantomim bisa tersampaiakan secara cepat.
  • Merancang property. Apa yang harus disiapkan dalam urusan property. Property adalah kelengkapan pendukung seorang pemain pantomim untuk mendukung cerita yang dilakonkan. Namun untuk property yang ukurannya besar dan tidak memungkinkan naik ke panggung maka hanya akn diwakili efek suara. Misalnya sepeda, sepeda motor, mobil dan lain-lain.

Sikap Tanggung Jawab dan disiplin dalam merancang sebuah pementasan Pantomim

Berhasil dan tidaknya suatu pementasan memang tergantung pada tanggung jawab masing masing panitia. JIka panitia kurang disiplin dalam menyiapkan property maka hal ini tidak akan terjadi pementasan yang bagus. Maka dip[erlukan koordinasi yang terus menerus sehingga apa yang dibutuhkan segera bisa disiapkan. Jangan sampai pas pentas property tidak tersedia. Ini akan menggagalkan acara pementasan. Maka sikap tanggung jawab inilah yang dibutuhkan untuk suksesnya pementasan pantomim. Antar panitia harus saling membantu jika masih ada yang diperlukan, jangan kemudian melepas tanggung jawab kebersamaan jika tugasnya sudah selesai, lantas tidak mau membantu yang lainnya. Pementasan ini adalah tanggung jawab bersama yang dikerjakan saling membantu dan mengisi kekurangan.

Pementasan pantomim

Dalam pementasan pantomim adalah bagian paling penting, jangan sampai gagal. Maka yang harus dilakukan adalah persiapan sebelum naik panggung. Minimal satu jam sudah harus siap di belakang panggung. make up harus sudah siap, jangan sampai terlalu mempet waktu saat mau pentas dan persiapan. Biasanya ada gladi bersih yang dilakukan H-1 artinya sehari sebelum pementasan sudah harus latihan terlebih dahulu dan tahu apa yang harus dilakukan sehingga saat pentas tidak bingung harus seperti apa. Luas panggung menjadi hal paling penting jika kita mau melakukan pementasan.
Jika sudah pentas maka jika menemui gerakan yang terlupakan maka harus improv saja. Gerakan Improvisasi adalah gerakan sebenarnya tidak ada dalam latihan namun bisa diadakan saat lupa gerakan awal latihan, atau bisa bisa menambahi dan memodifikasi gerakan diluar gerakan latihan.
Terakhir adalah evaluasi. Tujuannya adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan dari pementasan yang telah lalu sehingga jika nantinya akan diadakan pementasan maka sudah tidak bingung lagi.

Apa saja yang harus dievaluasi:

  1. Pementasan, bagaimana alur cerita dan endingnya.
  2. Kesiapan property
  3. Kostum dan asesorisnya
  4. Musik pengiring dan efek musiknya.
  5. Tanggung jawab masing-masing panitia terhadapa kinerjanya

TUGAS SISWA KELAS 8-A, 8-B, 8-C

Pertanyaan Sebagai berikut :
  1. Jelaskan pengertian pantomim!
  2. Sebutkan dan Jelaskan bentuk pementasan Pantomim!
  3. Sebutkan apa saja yang harus dirancang dalam pertunjukan pantomim!
  4. Sebutkan apa saja yang menyebabkan pementasan pantomim kurang sukses atau bahakan gagal!
  5. Jelaskan pentingnya gladi bersih H-1!
  6. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan panitia dalam merancang pementasan pantomim!
  7. Jelaskan yang dimaksud gerakan improvisasi dalam pantomim!

Jawab ditulis dengan bolpoint atau pen di kertas folio atau di buku (Rapi dan Jelas) kemudian difoto dan dikirim lewat WA (085290702238) Jangan lupa disertakan nama lengkap, nomer absensi, dan kelas. Paling lambat satu minggu setelah tugas dibagikan. Yaitu Tanggal 7 April 2020 - PERTANYAAN APAPUN JANGAN LEWAT KOMENTAR, TAPI LANGSUNG SAJA HUBUNGI LEWAT WA (085290702238)

FOTO HARUS BESAR YA, DAN POSISI KAMERA LANDSCAPE (KAMERA TIDUR) bERIKUT CONTOHNYA





Unsur-Unsur Teater Modern

Diposkan oleh On 12:04 AM

Adegan Berdoa, Gerakan mengadahkan Tangan
Unsur-Unsur Teater Modern, kita harus memahami teater. Pengertian teater secara umum adalah suatu kegiatan berekspresi yang bertolak dari alur cerita yang dipertunjukkkan dengan menggunakan tubuh sebagai media utama,sedangkan proses penciptaanya digunakan unsur gerak, suara, bunyi dan tampilan serta rupa. Maka dari rumusan tersebut bisa kita simpulkan bahwa unsur-unsur Teater Modern atau mancanegara adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh sebagai media utama
  2. Gerak sebagai unsur penunjang
  3. Suara sebagai penunjang utama
  4. Bunyi sebagai unsur pembantu penunjang
  5. Rupa sebagai unsur pembantu penunjang
  6. Cerita sebagai unsur utama proses penciptaan suatu bentuk seni teater.

Keterangan mengenai unsur-unsur teater modern

Pentingnya Tubuh dan anggota tubuhnya

Tubuh dikatakan media utama sebab, tanpa ada tubuh maka peragaan tidak bisa dilakukan. Namanya saja peragaan, tanpa raga maka tidak mungkin ada peragaan. Peragaan akan bisa dilakukan apabila ada tubuh. Anggota tubuh menjadi sangat berarti demi memperagakan beberapa adegan. Tangan bisa digunakan untuk mengambil sesuatu, menagkis, memukul, memegang dan lain sebagainya, Bahkan jari akan menjadi penting jika ada adegan meunjukkan sesuatu. Dibagian kepala banyak terdapat bagian-bagian tubuh yang tidak kalah pentingnya. Mata misalnya, bisa mengekspresikan sedih, gembira dengan didukung raut muka yang menunjukkan kesedihan. Bibir, mulut dan lain sebagainya akan membantu menciptakan suasana yang diperagakan.

Pentingnya Gerak

Kemudian dari semua organ-organ tubuh tersebut digerakkan maka akan menjadi bermakna. Gerak merupakan unsur penunjang tubuh yang disediakan. Gerakan mata, melirik ke kanan dan kekiri memiliki arti mencari sesuatu. Ketika telinga tidak bergerak, maka mata dan tangan akan membantu mendukung adegan sedang mendengarkan sesuatu. Mata melerok ke arah yang didengarkan sedangkan tangan ditempelkan didekat telinga. Maka disitu tanpa perkataan pun sudah tercipta sebuah adegan mendengarkan. Meminta sesuatu cukup dengan menengadahkan tangan. Tanpa berkatapun maka adegan meminta sudah tercipta.

Pentingnya Suara

Suara menjadi penting jika memang gerak sudah tidak mampu menciptakan sebuah adegan. Suara juga bisa mendukung sebuah gerakan. Maka dengan suara, cerita akan lebih cepat tersampaikan. Orang mungkin tidak faham ketika gerakan telunjuk jari diacungkan keatas. Tanpa suara maka jari diacungkan keatas akan menimbulkan berbagai macam persepsi. Bisa saja penonton memaknai "satu". Bisa saja penonton memaknai "Yang diatas" atau "Maha Kuasa". Bisa saja penonton memaknai " Ingat" dan lain sebagainya. Namun dengan suara akan lebih cepat dimengerti penonton. Misalnya mengacungkan jari telunjuk keatas sambil berbicara "Kita harus selalu ingat pada Yang Maha Kuasa". Itulah pentingnya suara dan pemakaiannya.

Pentingnya Bunyi

Sarana pendukung yang satu ini akan sangat dibutuhkan bagi pertunjukan atau pentas teater. Banyak peralatan yang dibutuhkan. Namun biasanya jika kita benar-benar menginginkan sarana atau alat-alat bunyi yang tepat adalah Keyboard. Mengapa saya rekomendasikan Keyboard. Sebab dengan satu alat musik ini semuanya bisa direka dan dilengkapi dengan berbagai macam back sound. Misalnya, suara helikopter, suara bunyi telephone, Suara hantu, Suara burung dan suara ombak sekalipun semua sudah disediakan di keyboard. Maka tinggal bagaimana penerapanya serta edit videonya.

Pentingnya Rupa

Rupa bisa ditampilkan dengan kostum, make up, dengan setting panggung dan beberapa asesories. Semua itu penting. Baik kita akan kupas satu persatu. KOSTUM dengan kelengkapan asesorisnya akan mennggambarkan profesi dan situasi tokoh. Make up juga akan mendukung karakter penokohan. Asesories menjadi sangat penting jika ada adegan memotong hewan kurban misalnya. Maka golok akan menjadi asesories inti. Tidak bisa tidak. Jika digantikan dengan asesories lain tentu tidak bisa. Misalkan adegan menyembelih hewan kurban maka tidak bisa hewan kurban disembelih menggunakan tas. Ini yang kami maksudkan penting itu. Tergantung situasi dan kondisi cerita. SETTING panggung akan menjadi penting jika memang situasinya menuntut adanya setting tersebut. Misalnya saja adegan berziarah ke makam orang tua. Maka batu nisan serta gundukan tanak menjadi setting pokok. Walupun untuk material bisa dimodifikasi. Misalnya gundukan tanahnya dari kain yang ditumpuk kemudian ditutup dengan kain hitam, Sedangkan batu nisan dibuat dari sterofoam maka orang akan tahu bahwa adegan ini sedang di pusara ibundanya.

Pentingnya Cerita

Tanpa cerita, tanpa judul tanpa naskah, bagaimana jadinya pertunjukan teaternya. Bakal gagal dan mengecewakan. Konsep menjadi penting dalam cerita. Gambaran peristiwa menjadi ada jika ada sebuah cerita. Adegan akan tersusun rapi jika ada cerita yang dilakonkan. Tema menjadi pijakan awal untuk membuat sebuah cerita. Naskah merupakan visualisasi dari sebuah cerita yang bakal dilakonkan. Judul menjadi arahan pokok dalam setiap cerita. Ketika seseorang mendengarkan judl yang bakal dilakonkan, maka seorang penonton tersebut memiliki gambaran secara singkat isi cerita. Misalnya Judul yang diangkat adalah Kandasnya CInta Firman. Maka seorang penonton bakal tahu bahwa ceritanya pasti firman punya kekasih dan firman mencintainya, namun pada akhirnya kandas. Penonton sudah memiliki gambaran pokok, namun penonton akan dibuat penasaran, Apa penyebab kandasnya cinta firman. Siapa orang yang dicintai firman, dan Bagaimana itu semua bisa terjadi. APa yang akan terjadi jika firman kehilangan cintanya. Apakah firman nantinya berakhir bahagia, ataukah justru tetap pada kesedihan dan lain sebaginya. Itu tadi hanyalah contoh saja. Bahkan judul diatas sampai detik ini belum dibuat naskah ceritanya.

Demikian mengenai pentingnya semua unsur yang harus ada dalam teater. Idealnya semua unsur tersebut harus dipenuhi jika menginginkan pertunjukan teater berjalan dengan baik dan menakjubkan.

Ciri-ciri Teater Modern

Diposkan oleh On 1:25 AM

Teater modern bisa juga dikatakan teater mancanegara. Karena memang lahirnya teater modern berasal dari luar negeri. Teater modern cenderung ke arah teater mancanegara. Konsep dan lain sebaginya tentunya menggunakan konsep barat. Walaupun mancanegara namun kiblatnya tetap konsep barat. Bukan timur tengah atau yang lainnya.

Yang dinamkan ciri-ciri tentunya berhubungan dengan karakter, teknik, hukum yang dipakai, ceritanya, tema yang diangkat, bahasa, bahkan sampai pada isi ceritanya semuanya diarahkan pada teater dengan konsep barat. Tidak bisa dipungkiri memang, semuanya harus disetting seperti itu.

Ciri-ciri Teater Modern sebagai berikut:

  1. Teater modern bertolak dari hasil karya sastra.
  2. Secara teknik, teater modern bersumber dari konsep teater barat.
  3. Teater modern  diikat oleh teknik dari hukum dramatologi.
  4. Pertunjukan dilakukan ditempat khusus yaitu bangunan yang memisahkan antara panggung pemain dan penonton.
  5. Unsur cerita modern berkaitan dengan peristiwa sezaman.
  6. Ungkapan bentuk teater sudah menggunakan idiom-idiom modern (adanya intermezzo, Sutradara, Lagu-lagu, Ditambah dengan peralatan modern seperti piano dan lain sebagainya).
  7. Bahasa yang digunakan untuk dialog menggunakan bahasa Melayu pasar, atau berbahasa indonesia.
  8. Ada pegangan cerita tertulis berupa naskah Teater
Maka dari ciri-ciri tersebut akan kami uraikan satu-persatu untuk menerangkan masing masing item yang sudah kami sebutkan diatas agar memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai ciri-ciri tersebut.

Keterangan mengenai ciri-ciri teater Modern.

Teater modern ini memang berawal dari karya sastra dengan bahasa baku, sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Namun demikian masih halal apabila melakukan improvisasi kalimat dengan tidak menggunakan susunan-susunan yang baku. Namun untuk maksud dan tujuan kalimat tersebut tetap tersampaikan dan bisa difahami penonton. Karya sastra adalah panduan utamanya dan tetap mengikuti perkembangan bahasa yang telah ada.

Secara teknis, baik teknik pelaksanaan maupun teknik perencanaannya selalu berkiblat pada konsep barat. Membentuk sebuah cerita dengan konsep barat akan membutuhkan properti yang tetntunya bervariasi, Asesories yang dipakai tetntunya akan berkaitan dengan konsep barat.

Teater memang memiliki makna yang sama terhadap interaksi sosial. Teater akan selalu berkutat pada masalah masalah sosial dalam kehidupan manusia. Setiap cerita yang dilakonkan akan sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga hukum tersebut telah menjadi adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Konflik sosial, masalah sosial, solusi permasalahan akan mewarnai isi cerita teater. Dengan demikian pertunjukan akan lebih difahami dan dimengerti. Hanya saja agar menarik harus butuh kreatifitas yang sangat tinggi untuk memodifikasi.

Pertunjukan yang dilaksanakan dipanggung yang dimodifikasi sedemikian rupa, dipisahkan antara penonton dan pemain. Kesan yang ditampilkan memang terpisah namun tujuan utama dalah fokus pemain jelas terlihat. Penonton yang menyaksikan dengan jarak tertentu akan menyaksikan sebuah frame khusus dalam pertunjukan. Panggung memiliki frame atau bingkai yang jelas dan visualnya terlihat seperti televisi. Kesan home teater juga tercipta dengan konsep ini. Namun pemisahan penonton dengan panggung pemain bukan syarat mutlak dalam teater modern. Selama konsepnya modern, panggung tidak begitu berpengaruh besar.

Isi cerita dalam sebuah naskah teater selalu berkaitan dengan peristiwa sezaman. Artinya cerita terkini menjadi materi utama dalam membuat naskah. Adapun cerita bisa berupa mitos, atau legenda masa lalu atau bahkan hanya cerita fiktif, namun settingnya, percakapanya, alur permasalahannya adalah cerita yang baru update yang tertuang dalam naskah. Memang peristiwa-peristiwa masa lalu kalau kita teliti lebih jauh, hampir sama dengan peristiwa-peristiwa saat ini. Karena pada intinya adalah cerita yang berulang. Ada semacam reinkarnasi peristiwa. Reinkarnasi tokoh lengkap dengan permasalahnya. Sehingga bagaimanapun juga sejarah akan mempermudah seseorang mebuat konsep cerita serta penokohannya. Pemilihan peran berkarakter (Protagonis, antagonis) juga lebih mudah didapat.

Pertunjukan lebih menarik jika memang adanya intermezzo, pengkolaborasian antara cerita yang dinamis. Cerita tidak flat pada kondisi sedih saja, namun fariasi peristiwa akan menciptakan dinamisasi peristiwa. Penambahan lagu-lagu akan lebih mengantarkan cerita pada titik penghayatan yang sempurna. Musik menjadi media untuk mengantarkan penonton lebih cepat masuk dalam sebuah perasaan. Ketika berlakon sedih maka musik pengiring akan didesain sesuai situasi yang diciptakan. Karakter musik jika bertolak belakang dengan isi cerita maka gagal mengarahkan penonton pada target yang diinginkan. Peralatan yang paling mudah didapat saat ini adalah piano. Bahkan saat ini sudah beralih pada keyboard. Mengapa demikian, sebab keyboard memiliki fiitur-fitur yang dibutuhkan dalam sebuah drama. Piano menyediakan efek-efek suara yang bervariasi. Suara benda-benda, suara hewan, suara riuh manusia, suara alat-alat perkusi yang lain semua tercover dalam satu keyboard. Maka sudah pasti keyboard menjadi pilihan utama untuk mengiringi teater modern.

Bahasa tentu masih menjadi perdebatan, sebab bahasa biasanya menyesuaikan pada bahasa penonton. Dalam teater modern bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau melayu. Namun jika dalam masyarakat tertentu yang kurang memahami bahasa melayu atau bahasa indonesia maka lebih baik menggunakan baha daerah masing-masing. Konsepnya tetap modern.

Lakon teater akan lebih mudah dimengerti oleh para pemain, maka yang dibutuhkan adalah naskah sebagai pegangan cerita. Manusia sangat mungkin lupa bahkan melakukan kesalahan. Bukan masalah daya ingat, tapi kondisi diatas panggung akan mempengaruhi konsentrasi berakting. Jika seseorang tanpa memiliki naskah, maka yang terjadi adalah improvisasi ngawur yang berujung pada alur cerita yang kocar-kacir. Penonton akan bingung, sehingga terkesan abal-abal tanpa adanya naskah. Kalau memang pemain sudah terbiasa berimprovisasi maka paling tidak ada konsep yang bakalan dilakonkan. Biar tertata.



Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Naskah

Diposkan oleh On 12:30 AM

Kalau kita sudah mengetahui pengertian Naskah Teater maka tentunya langkah selanjutnya adalah bagaimana langkah langkah membuat naskah yang baik. Jangan asal buat, nanti bisa kocar-kacir tidak karuan ceritanya. Terkadang kita asal-asalan saja membuat naskah sehingga penonton tidak tahu alur cerita yang kita perankan. Bahkan terkesan tidak serius. Materi ini cocok sekali jika mencari ilmu mengenai cara membuat naskah. ATau hal yang penting dalam naskah, atau Yang harus diperhatikan dalam membuat naskah drama.

Hal yang penting dan diperhatikan dalam membuat Naskah adalah sebagai berikut;

  1. Pemilihan Materi, Point nomor satu ini sangat penting sebelum diadakan penulisan naskah untuk pertunjukan. Karena selalu berhubungan dengan tema yang bakal diangkat dalam pertunjukan. Jika temanya tentang budaya dan tradisi. Tema yang paling cocok adalah cerita legenda. Ceritanya juga harus disesuaikan dengan kondisi saat ini atau modern.
  2. Menentukan Tema dan Premis, Pengertian Tema adalah keseluruhan cerita dan kejadian yang dijadikan dasar lakon. Sedangkan premis adalah ide awal dan emosi awal yang dirumuskan secara singkat yang dijadikan sebagai ide dasar. Keduanya bisa kita katakan sama. Namun yang terpenting adalah tema.
  3. Menyusun Watak, Setelah tema terbentuk dan siap untuk diusung, maka langkah selanjutnya menentukan watak yang bakalan dilakonkan. Tokoh yang dipilih harus didasarkan pada premis yang telah ditentukan.
  4. Pengolahan Materi, Pedomannya lagi-lagi adalah premis dan tema. Kemudian diolah dalam bentuk dialog atau gerak laku para pemainnya.
  5. Penulisan Naskah, Penulisan naskah adalah pemaparan tentang kehidupan sejelas-jelasnya dan terperinci mengenai kehidupan yang terkandung dalam teater. Maka dalam penulisan naskah ini harus diperhatikan Eksposisi : Perkenalan sebagai gambaran pertama secara sekilas terhadap drama yang akan dipentaskan. Komplikasi : Adalah tahapan munculnya persoalan-persoalan baru. Klimaks : Puncak ketegangan lakon. ANtiklimaks : Bisa disebut peleraian. Pada tahap ini sudah ada penyelesaian masalah. Konklusi : Penyelasaian atau keputusan akhir cerita. Istilah lain dari keputusan adalah Catastrophe (Drama Tragedi) dan Denoument (drama Komedi).

Naskah Teater

Diposkan oleh On 11:52 PM

Naskah Adalah karangan yang berisi sebuah kisah yang didalamnya terdapat dialog dan nama-nama pemeran atau tokoh. Baik tokoh protagonis, Antagonis dan tritagonis. Dan tentunya disesuaikan dengan tokoh yang telah dipilih. Mengenai cara memilih peran Protagonis, antagonis dan tritagonis harus disesuaikan dengan karakter orang yang dipilihnya.

Naskah hanyalah sebuak teks tulisan yang isinya akan dikembangkan sendiri oleh pemerannya. Naskah adalah gambaran utama. Maka pemain peran harus memiliki kemampuan improvisasi dengan baik. BUtuh latihan terus menerus untuk membangkitkan improvisasi yang spontan namun tetap alami. Improvisasi yang dibuat-buat akan menimbulkan kesan kurang merasuknya jiwa tokoh yang diperankan.

Panggung akan menjadi tantangan utama dalam berimprovisasi. Sebab di atas panggung dengan tatapan jutaan mata akan memperngaruhi improvisasi yang dimunculkan. Minder inilah yang menjadi penyebab utama. Namun jika dilatih terus menerus dan gigih, improvisasi akan muncul dengan sendirinya tanpa harus dikomando terlebih dahulu.

Apakah ada sekolah tentang menulis naskah. Dalam seni teater tidak perlu sekolah khusus dalam menulis naskah. Bahkan sering sekali naskah tanpa menggunakan bahasa tertentu yang baku. Bahasa cenderung dicampur dan disesuaikan dengan budaya daerah masing-masing. Bahkan naskah tidak utuh saja dapat difahami dengan baik. Mengapa demikian, sebab naskah nantinya akan diperagakan seseorang. Dalam sebuah peragaan ada naskah tertulis " Pulang ". Ini memiliki makna yang banyak. Diantaranya adalah Bertanya, Kaget, Perintah dan lain lain. Tergantung intonasi yang digunakan, serta ekspresi yang diperagakan.

Intinya. Naskah hanya dipakai sebagai batasan-batasan secara globar terhadapap alur cerita yang akan diperagakan. Improvisasi seluas dan sebebas mungkin namun jangan sampai keluar dari naskah Utama. SO.. Teman-teman teater semua, Jangan meninggalkan naskah, dan jangan mengabaikan naskah. Semua akan terkonsep dengan naskah. Keberhasilan akan didukung dengan apapun yang mampu menjadi tumpuan keberhasilan pertunjukan. Dan Naskah merupakan salah satu sarana pendukung utama dalam melakonkan sebuah cerita.



Teater Modern

Diposkan oleh On 12:24 AM

Teater ModernTeater Modern adalah teater yang tentunya sudah dipengaruhi dari budaya barat. Lebih mudahnya untuk teater modern ini selalu diawali dengan pembuatan naskah. Naskah nanti dihafalkan kemudian dipentaskan setelah melakukan gladi bersih berkali-kali. Pemain harus tergantung dengan naskah teater yang telah ditulis, jika pemain lupa maka pemain bisa berimprovisasi terhadap naskah tersebut, kemudian harus kembali lagi ke naskah tersebut.

Teater modern biasa dimainkan di gedung pementasan. Gedung-gedung yang megah menjadi tujuan utama untuk pementasan. Teater modern selalu membuat penampilan teater lebih mewah dan lebih megah. Musik pengiring untuk teater modern selalu menggunakan musik piano, gitar, dan alat musik elektronik yang lain, bahkan sering menggunakan alat musik digital, bukan alat musik Tradisional. Biasanya untuk tema yang selalu diangkat adalah kritik sosial, kondisi politik dan lain sebagainya. Teater ini berkembang sebelum abad 20-an. Artinya teater modern ini berkembang sekitar abad 19.

Tema Kemerdekaan : Rustam Efendi, Armin Pane, Sanusi Pane
Tema Semangat Perjuangan : Usmar Ismail, Emil Santosa, Utuy Tatang Sontani
Tema Industrial : Jim Lim, Teguh Karya, WS. Rendra, Suyatna Anirun, Arifin C. Noer, Putu Wijaya, N.Riantiarno.

Teater Angkatan Awal (Permulaan)

  • Oreon dipimpin oleh: TD. Tio Jr.
  • Dardanella yang dipimpin A. Piedro
Teater Sastra (1926-1942)
  • Bebasari (1926) : Rustam Efendi
  • Ken Arok dan Ken Dedes (1934) : Muh Yamin
  • Kalau Dewi Tara Sudah Berkata, Erlangga (1928), Eenzame Garoedavlucht (1932), Kertajaya (1933), Manusia Baroe (1940) Karya Sanusi Pane.
  • Lukisan Massa (1973) Setahun di Bedahulu (1938), Nyai Lenggang Kencana (1939) karya AMin Pane.
  • Bansacara dan Ranggapadmi Karya Ajirabas.
Angkatan Pertumbuhan (1940-1960)
  • Teater Bintang Surabaya dipimpin oleh Njoo Tjoeng Sen
  • Terang Bulan dipimpin The Theng Jjoen
  • Maya dipimpin Umar Ismail
  • ATNI dipimpin Asrul Sani, Umar Ismail, Sitor Situmorang, Wiratmo Sukito
Teater (1942-1945)
  • Taufan di ATas Asia, Intelek Istimewa, Dewi Reni, Insan Kamil, Rogaya, Bambang Laut, karya El Kasim (1943)
  • Liburan Seniman (1944), Api (1945), Mutiara dan Nusa Laut (1943), Mekar Melati (1945) Karya Usman Ismail.
  • Kami, Perempuan (1943), Antara Bumi dan Langit (1944), Jinak-Jinak Merpati (1945), Barang Tiada Berbahaya (1945), Karya Arman Pane.
  • Kejahatan Membalas Dendam (1945), Jibakoe Aceh (1945) Dokter Bisma (1945), Karya Idrues
  • Tuan Amir (1945) Karya AMal Hamzah
Periode (1945-1950)
  • Suling (drama Bersajak) 1946, Bunga Rumah Makan (1947)
  • Tembang (1949) Trisno Sumarjo
Babak Perkembangan Setelah Tahun 1950
  • Bentrokan dalam Asmara (1952) R. Sastro
  • Genderang Bratayuda (1953) Sri Murtono
  • Barabah (1961) Motinggo Busye
  • Murka (1963) ALi Audah
Angkatan Penalaran (Tahun 1960 - Sekarang)
  • Federasi Teater Kota Bogor dipimpin oleh Taufiq Ismail
  • Teater Populer dipimpin oleh Teguh Karya
  • Bengkel Teater Rendra dipimpin WS Rendra
  • Teater Ketjil dipimpin oleh Arifin C. Noer
  • Dapur Teater dipimpin oleh Remy Silado
  • Teater Danarto dipimpin oleh Danarto
  • Teater Pacul dipimpin Oleh Ravindra 
  • Teater Robban Tajo dipimpin oleh Ravindra (Proklamasi Kelulusan, Kursi Amanat, Sembilan Bidadari,dll)

Cara Memilih Peran Protagonis, Antagonis, Tritagonis

Diposkan oleh On 7:33 AM

Cara Memilih Peran Protagonis, Antagonis, Tritagonis
Salah satu unsur-unsur dalam pementasan seni teater adalah pemain/Pemeran/Tokoh/Artis. Pengertian Pemeran adalah orang yang memainkan cerita sesuai dengan karakter dan watak yang telah ditentukan oleh sutradara dalam cerita. Peran inilah yang akan dinikmati penonton dalam seni pertunjukan teater. Tanpa pemain atau pemeran ini maka cerita tidak mungkin bisa sampai pada penonton. Jangan sampai salah memilih pemain. Sutradara harus benar-benar jeli memilih pemain. Pemain juga bisa menawarkan diri untuk memilih karakter yang mereka kuasai. Kemudian minta pendapat seorang sutradara. Layak dan tidaknya maka akan diputuskan oleh Sutradara.

Seorang artis terkadang menawarkan diri menjadi pemain dengan karakter yang dipilihnya dengan maksud dia nyaman memerankan apa yang dikuasainya. Namun tetap yang memutuskan untuk dipilih adalah Sutradara. Sutradara akan mengamati sejauh mana karakter ini melekat pada pemain. Oleh karena itu sutradara akan memilih perwatakan sesuai dengan karakter yang terbagi menjadi 3 :
  1. Peran Protagonis : Peran protagonis ini adalah peran utama, atau peran inti. Peran ini menjadi sentral dalam cerita. Oleh karena itu peran ini sangat penting. Lantas bagaimana caranya menjadi pemeran utama ini. Apakah harus memiliki trik khusus untuk menjadi pemeran utama. Sebenarnya bukan trik khusus namun saya menamainya syarat-syarat untuk menjadi pemeran utama. Jadi Syarat-syarat untuk menjadi tokoh utama adalah Tekun dalam berlatih, memiliki banyak pengalaman, total dalam memerankan tokoh yang diceritakan.
  2. Peran Antagonis : Peran antagonis ini sangat penting juga, karena peran protagonis akan menjadi lebih hidup jika didampingi dengan peran antagonis. Banyak orang menyebut peran protagonis adalah peran lawan, Suka membuat masalah, Sumber segala sumber masalah. Bahkan tidak jarang pemeran protagonis harus dibenci oleh penonton. Jika hal ini (dibenci) terjadi maka pemeran antagonis benar-benar berhasil memainkan karakternya. Resiko yang ditanggung adalah dibenci, namun hanya dalam tampilan saja. Kadang kalau ketemu langsung ingin cubit saja. Sebab mungkin merasa gemes saja. Namun jangan khawatir, mereka tetap mencintai anda.
  3. Peran Tritagonis : Peran tritagonis dalam seni teater memang dibutuhkan. Peran ini cenderung menjadi penengah antara pemeran protagonis dengan antagonis. Kita bisa menyebut peran tritagonis adalah peran pendamai, atau penetralisir sebuah masalah. Syarat-syaratnya untuk peran tritagonis ini harus seseorang yang berwatak kalem, sederhana, berwibawa, bijaksana, dan cerdas serta berwawasan luas. Memiliki banyak solusi terhadap persoalan. Oleh karena itu sutradara harus memberikan teks yang memang benar-benar memiliki banyak pencerahan.
Demikian Cara memilih peran Protagonis, Antagonis dan tritagonis. Biasanya kita bisa menambah pemeran Figuran. Pemeran ini juga akan mempercantik penampilan. Kalau dalam sebuah sinetron TV biasanya tidak lupa menggunakan peran figuran. Namun untuk Penampilan teater yang diperankan dipanggung jarang sekali menggunakan peran Figuran. Kalau tampilan di Televisi kamera bisa difokuskan pada pemeran utama, atau antagonis maupun tritagonis, jadi penonton tetap akan bisa fokus pada cerita, namun kalau bermain peran secara live atau langsung pemeran figuran justru menghilangkan fokus. Namun kembali pada sutradara. Jika Sutradara cerdas pasti akan mampu mengatur semuanya dengan sempurna.