Kategori

Materi SBK Kelas XII MA Roudlotusysyubban - Langkah-Langkah Melukis

Diposkan oleh On 1:14 AM

Langkah-langkah melukis atau menggambar atau bahkan berkarya dibawah ini sebagai bahan acuan untuk berkarya yang lain, misalnya belajar, melakukan sesuatu apapun, bahkan sampai hidup dalam dunia ini juga bisa menggunakan acuan langkah-langkah menggambar. Yang terpenting dicermati dan kita coba aplikasikan dalam keseharian kita, maka teori akan lebih bermakna jika mampu kita terapkan dalam kehidupan kita. 

Langkah-langkah melukis dalam membuat sebuah hasil karya adalah

  1. Mempersiapkan Bahan
  2. Menemukan ide Maupun Gagasan
  3. Membuat Sketsa atau Rancangan
  4. Mewarnai
  5. Mempertegas Karya
Memang untuk menghasilkan sebuah karya tentunya harus dengan perhitungan secara matang. Jika asal-asalan maka tentunya hasilnya kurang memuaskan bahkan tidak sesuai dengan target.


Diterapkan dalam Belajar
  1. Mempersiapkan Bahan : Dalam Hal ini yang perlu dipersiapkan dalam belajar adalah tentunya akal dan fikiran, artinya kosongkan dari segala permasalahan dan hal-hal yang mengganggu fikiran kita agar apa yang akan kita baca nanti bisa diterima dengan akal tanpa ada hambatan sedikitpun. Kemudian BUku atau Bahan ajar, Buku yang wajib anda pelajari, Kemudian Penerangan Yang cukup, Usahakan jangan menggunakan penerangan yang hanya fokus diepan anda atau dibuku anda, karena bisa merusak mata kita. Lebih baik menempatkan lampu jauh diatas kita, dan pilihlah lampu yang warnanya kekuningan, karena dengan warna kuning akan merangsang daya ingat kita.
  2. Menemukan Ide Atau Gagasan : Dalam Hal ini atur waktu yang tepat untuk belajar, Kalau menurut penulis waktu yang tepat adalah setelah subuh dan setelah ashar, karena diwaktu tersebut kita sudah beristirahat maka fikiran akan lebih fresh. Atur jadwal tuangkan ide anda untuk menemukan jadwal yang tepat antara jadwal untuk anda dan jadwal untuk keluarga, agar nanti bisa berguna untuk diri sendiri juga tetap berguna untuk keluarga, bisa belajar dan juga tetap bisa membantu orang tua.
  3. Membuat Sketsa : Membuat sketsa sama saja dengan merancang apapun yang harus dilakukan dalam belajar. Misalnya Merancang metode yang harus dipakai, sebab masing-masing orang dalam belajarnya memiliki metode yang berbeda-beda, ada kalanya mudah bagi mereka jika belajar berkelompok, terkadang penjelasan dari bapak ibu guru kurang begitu mengena atau bahkan kurang jelas, tetapi penjelasan dari temennya justru bisa difahami, sistem belajar seperti ini danamakan belajar dengan tutor sebaya, artinya yang mengajari adalah temannya sendiri. Dan jika masing masing siswa memiliki kelebihan sendiri-sendiri maka tentunya bisa dimanfaatkan untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, barter ilmu.
  4. Mewarnai : Dalam hal ini tentunya dalam belajar tidak terus kemudian mewarnai gambar, namun lebih jelasnya melakukan rancangan yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga dalam aplikasinya akan menemui kemudahan-kemudahan. Yang tersulit adalah memulai untuk melakukannya. Terkadang teori matang tapi aplikasi ataupun prakteknya BLAAAAS rak Gelem. Piye Jal... Teori tinggal teori. Teori Tanpa Praktek Bagaikan Ilmu Tanpa Amal. Percuma, tidak ada manfaat sama sekali. Weleh-weleh, Rugi rek... Percum And Tak BerGun. Alias Percuma dan tak berguna. Sopo Yo kuwi?
  5. Penegasan Karya : Tahap kelima ini tentunya kita harus ReCall artinya mengingat kembali apa yang telah kita pelajari, kita cek betul-betul dan kita uji kemampuan kita sebelum benar-benar diadu dalam gelanggang Ujian Nasional. Lulus ujian Nasional Merupakan Salah satu harapan Suksesnya langkah-langkah yang telah kita lakukan.
Untuk Tata Cara Berdo'a yang baik dan Benar KLIK DISINI

Harapanya adalah adalah sukses dalam berbagai hal, Indikatornya adalah Lulus UN, Lulus UMPTN, Naik Kelas, Bisa Mengajari Temannya, Mampu mengerjakan soal, Percaya diri, Menguasai Materi. Ngguya-ngguyu karena bisa bukan karena gila.

Jangan Lupa untuk selalu berdoa kepada Allah, selalu meminta pertolongan kepada Allah, Selalu melibatkan Allah dalam setiap pintanya. Jangan Ego dan jangan berdoa karena hawa Nafsu semata. Kita berusaha Allah yang menentukan.




Materi SBK Kelas XII - MA Roudlotusysyubban - Dimensi Seni

Diposkan oleh On 5:10 AM

Materi Seni budaya banyak sekali, ada yang mencakup berbagai cabang seni diantaranya Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Teater. Maka sebelum berbicara mengenai masing-masing cabang, perlu diketahui bahwa cakupan seni itu sangat luas sekali, apalagi sudah masuk pada budaya, maka perlu saya jabarkan secara lebih mendalam.
Seni itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, Pokok atau intinya belajar seni itu belajar bagaimana segala lini kehidupan kita baik menyangkut persoalan, hubungan sosial, hubungan pribadi akan kita garap dengan kaidah keindahan.Dan perlu diketahui bahwa keindahan ini harus disesuaikan dengan 3 dimensi keindahan.

  1. Keindahan dilihat dari dimensi diri, artinya bahwa jika karya yang kita buat dan kita pandang bagus berarti satu dimensi keindahan sudah kita raih.
  2. Keindahan dilihat dari dimensi masyarakat, artinya bahwa jika karya kita sudah diterima masyarakat, dan tidak menyalahi tata krama maupun aturan masyarakat serta budaya yang berlaku maka dimensi keindahan menurut masyarakat sudah kita raih.
  3. Keindahan dilihat dari dimensi Ketuhanan, artinya bahwa karya kita harus kita sesuaikan dengan aturan yang dibuat oleh Allah, jangan sampai menyalahi syareat yang telah ditetapkan sesuai Al-Qur'an, Hadits, Ijma' dan Qiyas. Jika telah sesuai maka dimensi ini juga sudah kita raih. Mengapa harus mengikuti aturan Allah, kita disini mempelajari Seni Budaya yang artinya keindahan harus pula disesuaikan dengan aturan Allah. Allah itu indah dan menyukai keindahan. 
Contoh yang bukan Seni
  1. Diri = Indah, Masyarakat = TIDAK Indah, Ketuhanan = TIDAK Indah. MisalnyaCara berpakaian : Terkadang ada siswa putri MA yang memakai pakaian ketat bahkan pakai celana pendek tanpa berjilbab, menurut dimensi diri indah, namun menurut dimensi masyarakat tidak indah, masak anak MA tak berjilbab dan pakai celana pendek, masyarakat mengatakan itu tidak indah, apalagi dimensi ketuhanan, jelas bahwa membuka aurat adalah melanggar aturan. Hal yang demikian ( Berpakaian dengan cara demikian belum dikatakan indah ) jadi Cara berpakaian semacam itu bukanlah SENI.
  2. Diri = Indah, Masyaratkat = Indah, Ketuhanan = TIDAK Indah. Misalnya jika kita Melukis Orang yang sedang telanjang, menurut kita bagus dan indah, menurut masyarakat juga indah apalagi goresannya halus dan mantab pasti orangpun akan terkagum-kagum melihat hasil karya kita, luar biasa, namun jika dinilai dari dimensi Ketuhanan, hal yang semacam itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, terutama anak yang belum dewasa dan jiwanya masih labil, maka akan mendorong anak untuk berperilaku yang tidak baik, tentunya anda setuju itu. Hal demikian juga belum dikatakan seni sebab dimensi ketuhanan tidak cocok, Sebaiknya buatlah lukisan yang menutup aurat yang tidak menimbulkan madlorot. Mengenai Hukum Melukis Menurut Islam KLIK DISINI ( Sementara belum saya Up load Karena Masih dalam Kajian ). 
  3. Diri = Indah, Masyarakat = TIDAK Indah, Ketuhanan = Indah. Misalnya kita berkarya dengan penuh percaya diri dengan memakai jilbab berwarna merah, kemudian Baju berwarna Kuning dan Celana Berwarna Hijau. Menurut kita bagus, nyatanya Percaya diri, Menurut Allah OK, sebab tidak menyalahi aturannya, akan tetapi menurut masyarakat kurang pas, sebab Warnanya NABRAK banget, kurang siip lah. coba kalau nggak percaya panjenengan lakukan pasti lucu. he.. sorry gun, jika lo pada ada yang memiliki style begitu. Maaf tak sengaja.

Materi SBK Kelas 9 MTs. Roudlotusysyubban 2012

Diposkan oleh On 12:37 AM




Ringkasan Materi SBK kelas 9 MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo diringkas oleh Ravindra akan membantu memudahkan siswa untuk mempelajari seni budaya, berikut Contoh Proposal Kegiatan demi untuk menggali dana. Dengan ringkasan tersebut dikandung maksud pula bagi siswa yang masih kurang catatannya maka siswa tidak sampai kehilangan materi SBK. Penulis Juga akan memberikan Postingan dengan judul Materi SBK Kelas 7 dan Juga MateriSBK Kelas 8. Selamat membaca!
Aliran Seni Rupa
            Berbagai macam aliran tersebut, di antaranya sebagai berikut.
a. Aliran klasikisme dan aliran neo klasikisme
            Aliran klasikisme lebih banyak menjurus ke seni bangunan dan seni hias, akibat pengaruh dari gaya seni Yunani dan Romawi. Sedangkan aliran neo klasikisme merupakan kelanjutan dari aliran klasikisme dengan gaya yang lebih bebas.
b. Aliran romantisme, realisme, dan naturalisme
            Ciri dari lukisan romantisme adalah menampilkan adegan yang dramatis. Tahap berikutnya muncul aliran realisme sebagai reaksi atas aliran romantisme yang penuh ilusi. Seniman realis ini menghendaki penciptaan karya seni rupa sesuai aslinya. Lukisan realis serupa dengan naturalis, hanya saja lukisan aliran naturalis lebih banyak mengambil objek keindahan alam. Tokoh tersohor dari aliran naturalis-realis ialah Leonardo Da Vinci dan Rembrandt.
c. Aliran impresionisme dan aliran neo-impresionisme
            Para pelukis aliran impresionisme lebih mengutamakan kesan pencahayaan yang dibuat secara spontan dansingkat. Selanjutnya muncul gaya neo-impresionisme sebagai protes terhadap gaya impresionis yang melukis pencahayaan apa adanya.
d. Aliran ekspresionisme, surealisme, dan abstraksisme
            Aliran ekspresionisme berusaha mengedepankan ekspresi jiwa, perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran surealisme menggambarkan keadaan alam bawah sadar dan fantasi. Aliran abstrak memiliki ciri membebaskan diri dari bentuk-bentuk figuratif (nyata), dan lebih mengutamakan komposisi warna, garis, bidang, atau unsur-unsur lainnya.
e. Aliran pop art dan aliran seni kontemporer
            Pop art adalah salah satu aliran seni modern abad ke-20. Aliran ini menentang aliran seni abstrak, ekspresionisme, dan surealisme yang sulit dimengerti. Kemajuan teknologi mengakibatkan seni rupa konvensional (seni lukis, patung, arsitektur) bergeser ke arah seni mesin (machinal art). Pelaku seni kontemporer tidak lagi terikat aturan-aturan seni lama. Mereka bebas berekspresi menciptakan gaya, media, dan teknik berkarya seni baru.

Sejarah Seni Rupa
            Sejarah seni rupa murni klasik yang berupa seni patung, seni lukis, seni bangunan, bahkan karya seni yang dibuat dengan teknik dasar cetak grafis (teknik cap pada batu atau dinding bangunan) sudah diciptakan oleh manusia sejak zaman dulu. Karya-karya seni tersebut selalu menyertai perkembangan sejarah peradaban manusia, baik di Indonesia dan Asia, serta mancanegara di luar Asia. Bahkan pada masa sekarang karya seni telah berkembang pesat dengan teknik, tema, dan bahan yang kian beragam.
1. Ragam bahan dan teknik pembuatan patung
            Beragam teknik penciptaan karya seni tiga dimensi, sebelumnya telah kamu pelajari. Beragam teknik tersebut, antara lain teknik butsir, cor, las, tempa, pahat, konstruksi, cetak, atau teknik-teknik baru masa kini yang diterapkan oleh para seniman kontemporer. Teknik-teknik tersebut umumnya juga diterapkan dalam pembuatan patung. Patung berbahan semen dibuat menggunakan teknik cor, patung berbahan tanah liat dibuat menggunakan teknik butsir, serta patung dari bahan kayu dan batu dibentuk dengan teknik pahat.
2. Karya seni patung dari bahan gips (gypsum)
            Salah satu patung unik yang bisa dibentuk melalui proses yang mudah adalah patung berbahan gips. Gips termasuk jenis benda buatan, bertekstur kasar dan keras, serta berwarna putih mirip bata putih. Namun, gips dalam seni pahat tergolong benda dengan struktur materi yang lunak, karena mudah dibentuk. Hal ini berbeda dengan batu atau kayu yang struktur materinya keras. Gips bisa dibentuk menjadi patung dengan aneka model, termasuk relief atau ornamen ukir.
3. Membuat patung dari bahan gips
            Untuk membuat patung gips, bahan dan alat yang dibutuhkan, yaitu sebagai berikut.
a. Serbuk gips (biasanya tersedia di toko-toko bangunan), sediakan secukupnya.
b. Pahat (bisa pahat ukir atau pahat grafis). Bila tidak ada, bisa diganti pisau kecil atau cutter besar.
c. Botol air mineral atau wadah berbahan plastik lainnya, untuk mencetak serbuk gips.
d. Palu pahat ringan. Bila tidak ada, bisa diganti benda lain yang berfungsi untuk pemukul pahat.

            Pameran seni rupa sekolah adalah kegiatan mempertontonkan hasil karya seni rupa siswa selama menempuh pembelajaran di sekolah kepada khalayak umum, di lingkungan sekolah atau di luar lingkungan sekolah. Pameran seni rupa sekolah, secara umum ditujukan untuk mendapatkan tanggapan dan apresiasi dari khalayak umum. Dan secara khusus, pameran ditujukan untuk meningkatkan daya kreativitas dan menumbuhkan sikap apresiatif siswa terhadap seni rupa.
            Pameran sekolah bisa dilakukan di dalam lingkungan sekolah dan bisa juga dilakukan di luar lingkungan sekolah. Jenis pameran seni rupa terdiri atas pameran tunggal (diikuti 1 orang peserta) dan pameran bersama (diikuti lebih dari satu orang peserta atau kelompok). Dengan demikian, pameran seni rupa sekolah termasuk jenis pameran bersama.
2. Tata laksana kegiatan pameran
            Tata laksana kegiatan pameran bisa bermacam-macam, namun semua memiliki kesamaan prinsip, yaitu adanya organisasi kepanitiaan, adanya sarana dan prasarana, persiapan, dan pelaksanaan. Kegiatan pameran menyangkut tahapan kegiatan pameran dari persiapan awal hingga pelaksanaan pameran.
a. Persiapan awal
Persiapan pameran perlu dilakukan secara terencana. Persiapan awal yang perlu dilakukan dalam kegiatan pameran, yaitu sebagai berikut.
1) Pengorganisasian
               Organisasi kepanitiaan bertugas mengatur dan mengelola sumber daya yang ada berlandaskan kerjasama yang baik antaranggota. Unsur-unsur yang terdapat dalam struktur organisasi tersebut meliputi pelindung, yang dijabat oleh kepala sekolah. Penanggung jawab, dijabat oleh guru mata pelajaran kesenian. Unsur  organisasi yang dijabat oleh siswa, antara lain ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Susunan kepanitiaan tersebut dibantu oleh beberapa seksi, di antaranya seksi penyeleksi, seksi perlengkapan, seksi dokumentasi, dan lain-lain sesuai kebutuhan.
2) Pembuatan proposal
               Pembuatan proposal ditujukan untuk mendapatkan persetujuan palaksanaan kegiatan pameran kepada kepala sekolah. Berikut contoh proposal untuk kegiatan pameran sekolah.

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SEKOLAH
DALAM RANGKA “MEMENUHI TUGAS AKHIR SISWA”
SMP/MTs……………………..KOTA/KAB…………………
Tanggal……………………..Tahun………………
Semester…………………………
Tahun Pelajaran……………………
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka meningkatkan kemampuan di bidang seni, khususnya seni rupa serta untuk memenuhi tugas akhirpelajaran seni rupa, karya siswa kelas IX dipandang perlu untuk dipamerkan. Kreativitas, kemampuan, dan bakat siswa dibidang seni juga perlu terus diasah, ditingkatkan, dan disalurkan dalam bentuk pameran, baik di sekolah maupun di luarsekolah.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka kami selaku siswa kelas IX SMP/MTs……….. memandang perlu untukmengadakan kegiatan pameran seni rupa dalam rangka “Memenuhi Tugas Akhir Siswa”.
II. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan pameran yang kami laksanakan bertujuan sebagai berikut.
1. Ajang prestasi siswa di bidang seni, khususnya seni rupa.
2. Menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya.
3. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang seni rupa.
4. Meningkatkan kemampuan untuk mengapresiasi karya seni rupa.
5. Belajar berorganisasi dan melatih tanggung jawab secara nyata.
6. Memenuhi tugas akhir siswa, khususnya kelas IX pelajaran seni rupa.
III.TEMA
Melalui kegiatan pameran seni rupa dalam rangka “Memenuhi Tugas Akhir Siswa” di SMP/MTs…………...., kita tingkatkan kemampuan apresiasi dan kreativitas siswa di bidang seni, khususnya seni rupa.
IV. NAMA KEGIATAN
a. Nama kegiatan : Pameran sekolah
b. Waktu : Senin – Sabtu,……Juni 200….Pkl……….WIB s.d Pkl……….WIB
c. Tempat : Gedung Serba Guna Aula SMP-MTs…………… Jalan………………………………………
V. SUMBAR DANA
Pemasukan:
1. Sponsor/Donatur Rp ………………………..
2. Dana OSIS Rp ………………………..
3. Subsidi dari sekolah Rp ………………………..
4. Lain-lain Rp ………………………..
Pengeluaran:
1. Sekretariat OSIS Rp ………………………..
2. Perlengkapan Rp ………………………..
3. Konsumsi Rp ………………………..
4. Transportasi Rp ………………………..
5. Dokumentasi Rp ………………………..
6. Publikasi Rp ………………………..
7. Dekorasi Rp ………………………..
8. Lain-lain Rp ………………………..
VI. PENUTUP
Demikian proposal ini kami ajukan sebagai laporan. Kami mohon saran dan petunjuk dari Bapak Kepala Sekolah agarpelaksanaan kegiatan pameran ini dapat berlangsung lancar dan sukses.
…………., ….April 200….
Sekretaris                                            Ketua
(………….…..)                                    (…………………)
Penanggung Jawab
Guru Kesenian
(………………..)
3) Penentuan tema
            Penentuan tema disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran, atau berkaitan dengan momen hari-hari tertentu.
4) Penyusunan rencana kerja
            Rencana kerja menyangkut kegiatan yang akan dilaksanakan dari awal sampai akhir dan disusun secara teratur dalam suatu jadwal kerja. Dalam penyusunan rencana kerja dan jadwal pameran perlu memperhatikan hal-hal berikut.
a) Kapan dan di mana pameran dilaksanakan.
b) Kapan dan di mana seksi-seksi yang dilibatkan perlu mendapatkan pengarahan, informasi, atau hal-hal yang terkait dengan tugasnya masing-masing.
c) Kapan pembuatan kelengkapan pameran, misalnya brosur, poster, spanduk, dan katalog.
d) Kapan dan di mana persiapan terakhir (geladi bersih) dilakukan.
e) Kapan penutupan pameran, pengemasan karya, dan pembubaran panitia pameran. Tugas untuk menyusun jadwal pameran sebaiknya dilaksanakan oleh sekretaris dan harus berkoordinasi dengan panitia pameran.
5) Penentuan tempat pameran
            Sebelum menyelenggarakan pameran, tempat harus disurvei terlebih dulu untuk melihat kelayakan
penggunaannya. Tempat penyelenggaraan pameran haruslah tempat yang strategis dan memenuhi daya tampung. Jika pameran dilakukan di luar sekolah, akan lebih baik jika memanfaatkan tempattempat yang sudah dikenal oleh masyarakat umum dan sesuai peruntukan, misalnya Gedung Balai Budaya, Gedung Pemuda, Gedung Dewan Kesenian, dan lain-lain.
b. Pengelolaan dan penataan pameran
            Pengelolaan pameran artinya suatu kegiatan mengatur, mengawasi, dan bekerja bersama untuk kelancaran kegiatan pameran. Pengelolaan pameran, meliputi beberapa kegiatan berikut.
1) Pendaftaran dan pemilihan karya
               Pendaftaran karya berdasarkan bentuk atau jenisnya. Karya yang masuk, diseleksi kelayakannya untuk diikutsertakan dalam pameran dengan pertimbangan estetika dan orisinilitas.
2) Pengadaan kelengkapan pameran
               Perlu dilakukan pendataan terlebih dahulu secara cermat tentang peralatan, perlengkapan, dan sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan. Kelengkapan pameran tersebut, di antaranya papan panil, level, kursi, lampu, perlengkapan dekorasi, sound system, spanduk, katalog, brosur, buku kesan pesan, dan pemandu pameran.
3) Penataan ruang dan karya
               Penataan ruang menyangkut keindahan interior, keleluasaan bergerak bagi pengunjung, dan penempatan posisi karya yang tepat. Penempatan posisi karya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jenis, ukuran karya, dan sudut pandang penonton terhadap karya yang dipajang. Tiap-tiap karya yang dipajang, tertulis tema karya dan nama pembuatnya yang diletakkan atau ditempelkan di bawah karya.

            Penataan karya-karya yang dipamerkan antara  lain menyangkut karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Pada penataan karya seni rupa dua dimensi, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
a) Penyusunan karya disesuaikan jenisnya, misalnya dari jenis lukisan, seni grafis, seni tekstil, dan lain-lain.
b) Ukuran karya yang beragam harus ditata sedemikian rupa untuk memberikan kesan irama yang dinamis dan enak dipandang. Misalnya, karya ditempatkan secara bergantian antara yang besar, sedang, dan yang kecil.
c) Pemajangan karya disesuaikan dengan tinggi rata-rata pengunjung. Penataan karya seni rupa tiga dimensi pada umumnya diletakkan di atas meja khusus atau level. Warna karya hendaknya kontras dengan warna level yang menyangganya. Oleh karena itu, level sering diberi warna gelap. Level juga bisa diganti meja biasa yang diberi alas kain (taplak) yang biasanya berwarna hitam polos. Penataan karya seni yang dipamerkan hendaknya tidak mengganggu jalan yang dilalui pengunjung. Oleh karena itu, perlu pengaturan alur pengunjung mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Untuk memberikan sentuhan natural (alami) pada ruangan, dapat ditempatkan pot-pot tanaman di bagian-bagian tertentu.

c. Persiapan akhir dan pelaksanaan pameran
            Persiapan akhir perlu dilakukan untuk kelancaran kegiatan pameran. Rangkaian kegiatan untuk persiapan akhir dan pelaksanaan pameran adalah sebagai berikut.
1) Gladi bersih
                 Gladi bersih dilakukan untuk menguji kembali kesiapan dari seluruh elemen pameran, sebelum acara pembukaan dimulai.
2) Pembukaan pameran
                 Pembukaan pameran adalah acara peresmian yang menandai dimulainya kegiatan pameran. Acara pokok pembukaan harus tersusun dan terencana dengan baik.
3) Penutupan pameran dan pengemasan karya
                 Sebelum penutupan, sebaiknya dilakukan kegiatan diskusi seni dengan menghadirkan pembicara, baik dari dalam sekolah atau dari luar sekolah. Setelah seluruh kegiatan berakhir, pengemasan seluruh komponen pameran juga harus terkoordinasi untuk menghindari kerusakan, kehilangan, dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Refferensi : Seni Budaya, Tri Edy Margono dan Abdul Azis, Penerbit : Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian Pendidikan Nasional, 2010. Atau www.bse.kemendiknas.go.id


Terima Kasih atas kunjungannya...

Materi SBK Kelas 8 MTs. Roudlotusysyubban 2012

Diposkan oleh On 11:32 PM



Ringkasan Materi SBK kelas 8 MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo diringkas oleh Ravindra akan membantu memudahkan siswa untuk mempelajari seni budaya. Dengan ringkasan tersebut dikandung maksud pula bagi siswa yang masih kurang catatannya maka siswa tidak sampai kehilangan materi SBK. Penulis Juga akan memberikan Postingan dengan judul Materi SBK Kelas 7 dan Juga MateriSBK Kelas 9. Selamat membaca!

Gambar Ilustrasi
            Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang berarti menjelaskan. Dalam bahasa Inggris, yaitu illustration yang berarti menghiasi dengan gambar-gambar. Dengan demikian, gambar ilustrasi adalah gambar yang berfungsi sebagai penghiasan serta membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, iklan, dan sejenisnya agar lebih mudah dipahami.
            Menggambar ilustrasi adalah cara menggambar yang lebih mengutamakan fungsi gambar itu sendiri sebagai bahasa, untuk
menerangkan atau menjelaskan suatu hal atau keadaan. Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak lama.
Sejarah menunjukkan bahwa sebenarnya nenek moyang kita pada zaman prasejarah sudah mengenal ilustrasi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya gambar di dalam dinding-dinding gua, salah satunya di Gua Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan yang dibuat pada zaman Palaeolithikum. Gambar tersebut berupa penjiplakan telapak tangan pada dinding gua, didapati juga warna-warna yang dibuat dari tanah liat dicampur lemak binatang. Bentuk gambarnya berupa seekor babi. Di Gua Arguni dan Sosorra (Papua), Gua Muna (Sulawesi Selatan), serta gua di Pulau Kei Kecil (Maluku) juga ditemukan lukisan dinding berupa
gambar manusia dan perahu. Gambar tersebut jelas merupakan penggambaran aktivitas mereka kala itu.

            Agar gambar ilustrasi dapat dibuat dengan baik dan memenuhi sasarannya (isi teks), maka harus  memperhatikan hal-hal berikut.
1. Penguasaan teknik dalam pembuatannya
Tampilan gambar yang menarik sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi dibuat dengan
penguasaan menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara pembuat dengan gambar yang dibuat.
2. Pesan yang tercantum di dalamnya
Gambar ilustrasi yang ditampilkan relevan (sesuai) atau satu kesatuan dengan isi cerita. Pesan yang terdapat pada cerita tersebut dapat ditampilkan secara tepat melalui gambar. Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat
digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita.
3. Mudah dipahami
Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis. Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan. Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya. Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca.

            Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya.
1. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan
bentuknya
Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang dibuat menyerupai wujud aslinya, sesuai dengan anatomi dan proporsinya.
b. Corak dekoratif adalah pengubahan corak atau bentuk yang tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.
c. Corak karikaturis adalah suatu bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat
karakter aslinya.
d. Corak ekspresionis adalah bentuk pada gambar gambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud
aslinya walaupun tidak tampak nyata.
2. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya
Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Ilustrasi cerita
Ilustrasi cerita adalah ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat padabuku, majalah, surat kabar, dan tabloid.
b. Ilustrasi komik atau cerita bergambar
Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang tersusun berurutan dan terpadu menjadi jalinan cerita bersambung. Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya-karya komik umumnya berupa cerita-cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.
c. Ilustrasi rubrik
Ilustrasi rubrik merupakan gambar penghias suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak.
d. Ilustrasi sampul atau cover buku
Ilustrasi sampul atau cover buku adalah ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya.
e. Karikatur dan kartun
Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri  menggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan. Gambar karikatur umumnya sarat kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon.
f. Ilustrasi periklanan
Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yangmenghiasi iklan produk-produk tertentu. Iklan
tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan.


            Berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terbagi atasseni rupa dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Ciri seni rupa dua dimensi hanya dapat dinikmati dari satu arah, karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, misalnya lukisan, kain batik, seni fotografi, dan sebagainya. Sedangkan seni rupa tiga dimensi dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, misalnya patung, meja, kursi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu sebagai seni pakai (applied art) dan seni yang berfungsi sebagai hiasan saja (fine art).

            Menurut cirinya, karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu sebagai berikut.
1. Seni patung
            Seni patung merupakan perwujudan ekspresi dan gagasan ke dalam karya tiga dimensi. Kemajuan seni patung di Indonesia ditandai sejak zaman Hindu-Buddha yang diwujudkan dalam bentuk arca dan relief dari batu. Patung yang berukuran besar sering diwujudkan sebagai monumen, misalnya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Selamat Datang di Jakarta, dan patung-patung bertema perjuangan yang tersebar di wilayah tanah air. Seni patung dalam ukuran kecil umumnya terdapat pada benda-benda kerajinan yang kebanyakan berbahan kayu, batu marmer, dan fiber.
2. Seni lukis
            Seni lukis berwujud dua dimensi. Seni lukis biasanya dibuat di atas media kain kanvas, kertas, dan kaca. Peralatan yang digunakan untuk menggambar atau melukis dapat berupa cat minyak (acrylic), cat air, cat poster, dan sebagainya. Gaya penggambaran dalam melukis juga sangat beragam, yang dinamakan aliran. Aliran atau corak dalam seni lukis ini merupakan ciri khas dan keunikan yang terdapat pada karya-karya tersebut. Ada aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, surealis, maupun romantis. Sejarah seni lukis di Indonesia dipenuhi para pelukis handal seperti Raden Saleh (perintis seni lukis Indonesia, yang hidup pada zaman perang Diponegoro), S. Sudjojono, Henk Ngantung, Affandi, Basoeki Abdullah, Pirngadi, dan masih banyak lagi.
3. Seni grafis
            Seni grafis adalah seni membuat gambar dengan alat cetak (klise). Misalnya, sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasahan pada bahan metal), dan percetakan dengan bahan batu litho.
4. Seni kriya
            Seni kriya berwujud dua atau tiga dimensi. Seni kriya sering disebut sebagai seni kerajinan, yaitu seni yang dibuat untuk menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari. Tumbuh suburnya seni kriya di tanah air erat kaitannya dengan nilai komersial. Setiap pengrajin akan membuat beberapa benda pada setiap jenis seni kriya yang dibuatnya. Termasuk dalam golongan seni kriya, antara lain seni pahat, seni anyam, keramik, batik, dan tenun.
5. Seni desain
            Desain dalam pengertian yang sebenarnya adalah suatu gambar rancangan. Namun pengertian seni desain di sini penekanannya ialah pada produk yang dihasilkan. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi, senidesain telah dianggap sebagai cabang seni tersendiri dalam seni rupa, karena proses, teknik, dan bentuknyayang juga memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan perkembangan teknologi modern. Seni desain terbagi dalam beberapa cabang, namun ada dua kelompok seni desain yang sudah populer, yaitu sebagai berikut.
a. Desain Komunikasi Visual (Graphic Design/Sequential Art)
Perwujudan dari desain komunikasi visual mengarah ke desain grafis, seperti poster iklan, brosur, sampul buku atau majalah, kemasan, logo, undangan, dan lain-lain.
b. Desain Produk (Product Design)
Desain produk berwujud peralatan dan benda  kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi, pakaian, perumahan, peralatan elektronik, dan sebagainya.

            Kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atautidak langsung.
a. Apresiasi secara langsung
Proses apresiasi secara langsung dilakukan apabila pengamat berhadapan langsung dengan wujud karya
seni yang diapresiasi. Dalam hal ini, pengamat dapat menilai dengan jelas bentuk, warna, tekstur, dan unsurunsur lainnya. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat pusat kerajinan, ke museum, galeri, dan lain-lain.
b. Apresiasi secara tidak langsung
Proses apresiasi secara tidak langsung dilakukan melalui bantuan media tertentu. Misalnya, dari buku, foto reproduksi, media cetak, media elektronik, dan lain-lain. Apresiasi secara tidak langsung ini memang dapat dilakukan di sembarang tempat. Namun pengamatan terhadap objek karya tidak didapatkan dengan penghayatan secara mendalam.

            Untuk melakukan kegiatan apresiasi, setidaknya perlu diketahui bentuk dan tahapan dalam proses apresiasi, yaitu sebagai berikut.
a. Pengamatan terhadap objek karya
Kegiatan apresiasi diawali dengan pengamatan terhadap objek karya. Dalam hal ini, pengamat berhadapan
dengan karya yang diapresiasi, misalnya patung, karya batik, wayang, karya kerajinan, dan sebagainya.
b. Pemahaman atau penghayatan terhadap karya seni
Tahap kedua adalah upaya memahami atau menghayati karya seni tersebut. Melalui pemahaman atau penghayatan tersebut, pengamat telah melakukan usaha untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur rupa serta keunikan lainnya yang terdapat pada objek karya.
c. Penilaian dan penghargaan (apresiasi)
Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan tentang seberapa bernilai atau berharganya suatu
karya. Penilaian tersebut tentunya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif.

            Langkah pertama dalam proses identifikasi ini adalah menentukan objek yang hendak diapresiasi. Aspekyang diapresiasi bisa keseluruhan dari unsur-unsur objek yang menyertai atau hanya unsur-unsur tertentu dari objek tersebut. Keseluruhan dari unsur-unsur yang menyertai objek, misalnya dari fungsi karya, bentuk, ragam hias, makna simbolik, bahan, teknik, dan lain-lain. Sedangkan bagianbagian tertentu yang menyertai objek karya, misalnya apresiasi yang penekanannya sebatas ragam hias dan fungsinya saja, atau sebatas teknik atau bentuknya saja.
            Semua itu tergantung pada tema pengamatan yang sedang dikerjakan. Tema pengamatan yang dimaksud, misalnya melakukan pengamatan terhadap hiasan-hiasan yang dipakai pada perahu tradisional yang ada di suatu tempat atau daerah. Maka fokus identifikasi adalah unsur-unsur yang berkaitan dengan ragam hiasan, antara lain motif hiasan, penempatan hiasan, teknik pembuatan hiasan, atau unsur-unsur lainnya yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh tabel identifikasi tema dan makna beberapa karya seni rupa terapan.

Refferensi : Seni Budaya, Tri Edy Margono dan Abdul Azis, Penerbit : Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian Pendidikan Nasional, 2010. Atau www.bse.kemendiknas.go.id

Terima Kasih atas kunjungannya...

Materi SBK Kelas 7 MTs. Roudlotusysyubban 2012

Diposkan oleh On 10:44 PM

Ringkasan Materi SBK kelas 7 MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo diringkas oleh Ravindra akan membantu memudahkan siswa untuk mempelajari seni budaya. Dengan ringkasan tersebut dikandung maksud pula bagi siswa yang masih kurang catatannya maka siswa tidak sampai kehilangan materi SBK. Penulis Juga akan memberikan Postingan dengan judul MateriSBK Kelas 8 dan Juga MateriSBK Kelas 9. Selamat membaca!

Pengertian Seni Rupa Daerah Setempat
            Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) ituselalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahankeindahan yang tidak termasuk dalam karya seni.
            Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa.
            Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.

            Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.
1.  Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
2.  Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan seharihari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.  

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya seni kriya adalah
sebagai berikut.
1. Kegunaan
Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi yang utama. Misalnya, pada kendi terdapat leher yang
dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika tidak diberi leher atau pegangan, benda
tersebut menjadi tidak berguna.
2. Kenyamanan
Karena kegunaan menempati porsi yang utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai. Dengan adanya unsur kenyamanan, berarti suatu benda telah memenuhi fungsinya dengan baik. Misalnya, sebuah kursi harus disesuaikan dengan ukuran duduk sehingga nyaman untuk diduduki.
3. Bahan dan teknik
Pengetahuan terhadap bahan serta penguasaan teknik pembuatan harus dimiliki seorang pencipta kriya.
Setiap bahan selalu memiliki sifat yang berbeda-beda. Tanah liat berbeda dengan lilin. Semen berbeda dengan gips. Bahkan setiap jenis kayu mempunyai karakter yang berbeda pula. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat. Misalnya, keramik dibuat dari tanah liat yang baik agar tidak mudah retak (pecah). Pemilihan bahan tersebut disesuaikan pula dengan kemampuan teknis penciptaannya.
4. Nilai seni
Daya tarik terhadap karya seni kriya ditentukan oleh tampilan keindahannya. Jika dikaitkan dengan tujuan
komersial (penjualan), selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti selera konsumen dan ide kreatif.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir
(menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya. Corak karya seni kriya biasanya mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak tersebut umumnya bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik. 



     Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa, yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk enyampaikan ide kreatifnya kepada khalayak umum. Melalui apresiasi dari khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan, tanggapan, respon, atau kritikan sehingga dapat meningkatkan  kualitas karya berikutnya. Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun saat ini sudah banyak seniman cilik yang menampilkan karyanya lewat pameran kelas atau sekolah.



     Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa. Kegiatan pameran kelas atau sekolah sangat penting bagi siswa dan memberikan manfaat sebagai berikut.

1. Siswa mampu menunjukkan apresiasinya melalui kreativitas di bidang seni, khususnya seni rupa.

2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarya sekaligus sebagai ajang prestasi dan kompetisi di bidang seni.

3. Memperbesar rasa percaya diri siswa sehingga dapat memotivasi kreativitasnya untuk berkarya.

4. Melatih siswa berorganisasi dan bekerjasama, mengambil mufakat dengan bermusyawarah, dan menghormati pendapat orang lain.



     Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan  menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Pameran umum

     Pameran umum adalah pameran yang diselenggarakan oleh masyarakat luas. Karena pameran ini bersifat
umum, maka siapapun bisa menyelenggarakannya, misalnya seniman atau instansi.
2. Pameran khusus
     Pameran khusus adalah pameran yang diselenggarakan oleh kalangan tertentu, misalnya sekolah menyelenggarakan pameran kelas atau sekolah. Dibutuhkan persiapan yang matang agar kegiatan pameran dapat berjalan dengan lancar. Berikut tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah.
1. Tahap perencanaan (persiapan awal)
Tahap perencanaan (persiapan awal) meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan
jadwal, dan tempat.
a. Pembentukan panitia
Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan. Pembentukan panitia hendaknya dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelas yang dipimpin ketua kelas dan di tingkat sekolah yang dipimpin oleh ketua OSIS. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut.
1) Pelindung dijabat oleh kepala sekolah. Tugasnya sebagai penanggung jawab terlaksananya kegiatan pameran di kelas atau sekolah, baik yang menyangkut urusan ke dalam maupun ke luar.
2) Penanggung jawab dijabat oleh guru mata pelajaran Kesenian. Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan tentang kegiatan yang akan dilakukan.
3) Ketua dijabat oleh ketua kelas atau ketua OSIS. Tugasnya mengoordinasi dan memimpin semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pameran.
4) Wakil ketua dijabat oleh siswa. Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan pameran.
5) Sekretaris dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang administrasi.
6) Bendahara dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang keuangan.
7) Seksi-seksi dijabat oleh siswa.
􀂉 Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karyakarya yang akan dipamerkan.
􀂉 Seksi dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi lebih indah dan menarik.
􀂉 Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua yang berhubungan dengan kegiatan pameran.
􀂉 Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan pameran.
􀂉 Seksi keamanan, bertugas menjaga keamanan selama pameran berlangsung sampai berakhirnya pameran.
􀂉 Seksi usaha, bertugas mencari dana yang dibutuhkan, misalnya dengan mencari sponsor atau donatur.
􀂉 Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan dan alat-alat yang dibutuhkan selama pameran berlangsung. Tanggung jawab ini dimulai dari pengadaan sampai pengembalian barang.
􀂉 Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggung jawab berbagai hal yang berkaitan dengan konsumsi.

Pembuatan proposal
     Sebelum pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah, perlu dibuatkan proposal untuk mendapat persetujuan pimpinan sekolah. Proposal kegiatan berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah mulai dari awal sampai akhir kegiatan.
c. Penentuan tema
     Tema merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan. Dalam menentukan tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misalnya, “Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan
Prestasi Belajar dan Kreativitas”. Isi tema bisa disesuaikan dengan momen hari-hari tertentu, misalnya hari-hari besar nasional.
d. Penyusunan jadwal
     Jadwal kegiatan pameran perlu disusun dengan baik dan terprogram agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pada jadwal tertera hari dan tanggal, waktu, dan jenis kegiatan yang dilakukan.
e. Tempat
     Tempat pameran perlu dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan. Syarat-syarat tempat pameran yang baik, antara lain strategis, mudah dijangkau, luas, aman, bersih, dan dekat keramaian.
2. Tahap pengumpulan karya
     Karya-karya seni yang akan dipamerkan dikumpulkan pada panitia, ketua kelas, atau guru kesenian. Hasil karya yang terkumpul perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis karyanya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.
3. Tahap seleksi karya
     Karya yang terkumpul diseleksi kelayakannya sebelum dipamerkan. Dalam proses penyeleksian, dapat meminta pertimbangan guru kesenian, siswa yang memiliki kelebihan di bidang seni rupa, atau bisa juga melibatkan seniman, agar karya yang dipamerkan berkualitas.
4. Tahap persiapan akhir (gladi bersih)
     Sebelum pelaksanaan pameran, perlu diadakan persiapan akhir atau gladi bersih untuk mengecek kesiapan akhir panitia. Dengan gladi bersih akan dapat diketahui halhal yang perlu diperbaiki. Pelaksanaan gladi bersih dapat dilakukan satu hari menjelang pelaksanaan pameran.
5. Tahap pelaksanaan pameran
     Setelah semua persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telahdibuat. Keberhasilan suatu pameran tergantung dari kesiapan dan kerjasama panitia. Jangan sampai jalannya pameran kacau karena kurangnya koordinasi yang baik.

     Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran kelas atau sekolah adalah sebagai berikut.
1. Sketsel atau panil, digunakan untuk meletakkan karya seni dua dimensi, seperti lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan.
2. Level, digunakan untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang penting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.
3. Meja dan kursi, digunakan untuk buku tamu dan kursi digunakan untuk para undangan pada saat acara pembukaan pameran.
4. Tata lampu atau pencahayaan,
penataan pencahayaan perlu ditata sedemikian rupa agar berfungsi sebaikbaiknya demi penerangan terhadap karya yang dipamerkan. Tingkat pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang dan atau terlalu redup. Pencahayaan terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah pencahayaan yang tepat juga sangat membantu keindahan karya.
5. Dekorasi ruangan, dibuat untuk mempercantik ruangan pameran, terlebih untuk pameran yang diadakan di dalam gedung (in door).
6. Katalog, dapat dibuat berbentuk brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi yang ditampilkan dalam pameran. Katalog memuat kata sambutan, jenisjenis karya, data peserta pemeran beserta hasil aryanya (bisa juga diikuti foto).
7. Brosur, digunakan untuk sarana informasi dan promosi tentang adanya kegiatan pameran yang ditulis secara singkat tetapi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas yang umumnya terdiri atas beberapa halaman dalam bentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan untuk disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.
8. Buku tamu atau buku kesan dan pesan, diletakkan di meja dekat pintu masuk pengunjung dan pintu keluar. Dalam buku tamu berisi kolom catatan yang diisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.
9. Sound system, diperlukan pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun pengunjung.

     Daya tarik suatu pameran juga sangat tergantung pada penempatan karya sekaligus ruangannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya, yaitu sebagai berikut.
1. Penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
2. Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.
3. Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh diletakkan di lantai.
4. Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.
5. Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.

Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.

Refferensi : Seni Budaya, Tri Edy Margono dan Abdul Azis, Penerbit : Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian Pendidikan Nasional, 2010. Atau www.bse.kemendiknas.go.id

Ada Postingan terbaru 2013

Terima Kasih atas kunjungannya...