Kategori

Asesoris Tari Jaipong, Tari Saman, Tari Merak, Tari Gambyong, Tari Piring, Tari Bali, Tari Pendet

Diposkan oleh On 8:51 AM

Asesoris Tari Tradisional/Klasik seperti Tari Jaipong, Tari Saman, Tari Merak, Tari Gambyong, Tari Piring, Tari Bali, Tari Pendet, dan tari tari lainnya akan menjadi pembahasan tersendiri. Jangan heran jika kita akan melihat beberapa asesoris yang super mewah dan dengan bahan yang luar biasa.

Asesoris setiap jenis tari akan berbeda-beda. Tari Merak tentunya membutuhkan asesoris yang berhubungan dengan Tari Merak. Tari piring juga bakal membutuhkan sejumlah piring dipakai untuk asesoris. Namun pada umumnya seorang penari tidak lepas dari busana yang indah, dengan mahkota di atas kepala menambah berdebarnya penonton saat mengikuti pertunjukan tari tersebut.

Dalam seni tari, hal yang biasa wajib dipakai adalah selendang. Hampir setiap penari menggunakan asesoris utama yaitu selendang. Mahkota juga menjadi faktor utama yang dibutuhkan saat ada pertunjukan tari.

Mahkota untuk tari merak biasanya penari memakai mahkota dengan kepala burung merak yang biasa kita sebut "Siger" Jadi itu yang merupakan asesoris pokok Tari Merak. Hiasan Sanggul dibelakang mahkota yang biasa kita sebut "Garuda Mungkur". Garuda Mungkur artinya garuda yang menghadap kebelakang. Tambah lagi satu asesoris lagi "Susumpingan". Semacam anting-anting.

Sumber Gambar : dimazzart.blogspot.com

Dalam Tari Piring, asesoris penari piring tentunya menggunakan piring. Masalah busana biasanya disesuaikan dengan adat istiadat masing masing. Tidak ada pakem busananya. Namun tarian ini memang sangat terkenal di Sumatra Barat. Oleh karena itu biasanya pakaian atau busananya disesuaikan dengan busana sumatra barat. Apa tidak boleh kita menggunakan pakaian adat kita sendiri. Pakaian saya kira no problem namun untuk tariannya tentunya memiliki pakem tersendiri yang harus kita pelajari. Namun jika ingin menari menggunakan asesiris piring, kenapa tidak. Silahkan berkreasi dengan tari kraeasi yang anda ciptakan.

Sumber Gambar : Screen Shot Google Search Tari Piring

Tari bali tentu menggunakan perlengkapan yang hampir sama dengan tari-tari yang lainnya, namun untuk tari bali cenderung menggunakan kipas untuk asesorisnya. Tari bali juga menggunakan pakaian adat bali. Pelengkapan yang unik dan setiap daerah harus memiliki ciri khas sendiri sendiri untuk selalu menonjolkan keragaman budaya dan adat istiadat yang memiliki nilai seni tinggi.

Sumber Gambar : Screen shot Google search Tari Bali

Tari Tradisional (Klasik)

Diposkan oleh On 7:41 AM

Disamping Tari Rakyat dan Tari Kreasi Baru, ada pula yang dinamakan Tari Tradisional. Pengertian tari tradisional adalah suatu tarian yang pada dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh masyarakat yang memiliki tari tersebut. 

Tari Tradisional adalah suatu tarian yang berasal dari masyarakat daerah tersebut yang sudah turun temurun dan menjadi budaya masyarakat tersebut. Tari Tradisional adalah sebuah karya yang bermutu yang diciptakan dengan kemampuan yang luar biasa yang berbentuk gerakan yang merupakan budaya turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat.

Tari Tradisional klasik ini dikembanngkan oleh kaum bangsawan di Istana. Hampir semua penggawa istana mengadakan kegiatan penting dengan pertunjukan tari tradisional. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Tari Tradisional dalam mengisi sebuah acara kebangsawanan. Perkembangan tari Tradisional ini sulit dikarenakan hanya dipelajari oleh kaum bangsawan. Mengenai busana, rias, irama dan penghayatannya terkesan lebih estetis dan mewah.

Bentuk gerakan Tari Tradisional cenderung baku atau tidak bisa diubah. Sebuah larangan besar merubah gerakan tari, karena setiap gerakan tari yang tercipta mengandung unsur filosofis yang berbeda-beda. Untuk musik pengiringnya masih tetap menggunakan Alat musik Gamelan.

Fungsi Tari Tradisional

Pertama : Bahwa Tari Tradisional ini hanya dipakai untuk sarana upacara kerajaan dan adat. Setiap kegiatan upacara kerajaan atau kebangsawanan selalu menggunakan pergelaran tari tradisional. 
Kedua : Bahwa tari tradisional juga bisa dimanfaatkan sebagai hiburan. Masih dalam kalangan kerajaan, Tari ini menjadi sebuah pertunjukkan yang diharapkan mampu menghibur kaum berdarah biru (Kerajaan).

Contoh Tari Tradisional Klasik

Tari Topeng Klana (Jawa Barat), Tari Serimpi, Tari Bedhaya, Tari Sawung (Jawa Tengah), Tari Beskalan, Tari Ngremo (Jawa Timur), Tari Rejang, Tari Syang Hyang (Bali), Tari Pakarena (Sulawesi Selatan).

Tari Tradisional Sebagai Tari Yang Daerah

Dikatakan tari daerah, berarti tari tersebut memiliki keunikan masing-masing. Setiap daerah akan menciptakan gerakan yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa tari daerah memiliki keunikan sendiri-sendiri. Masing-masing daerah memiliki Tari daerah. 

Ciri-ciri dari tari klasik adalah:

  1. Gerakan dari tarinya sudah ditentukan
  2. Nilai seninya tinggi
  3. Pekembangannya di kalangan bangsawan.
  4. Setiap gerakannya mengandung arti, misalnya seperti gerakan menanam padi
Salah satu dari jenis tari klasik adalah Tari Bedaya Ketawang yang berasal dari daerah Jawa Tengah.