Kategori

Fungsi Musik Menurut Jenisnya

Diposkan oleh On 5:05 PM

Fungsi Musik Menurut Jenisnya
Musik memang ada yang berfungsi sebagai sosial, atau kita bisa katakan fungsi sosial Musik namun ada pula fungsi musik yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Musik ini banyak memiliki fungsi terutama untuk khalayak ramai. Namun pembahasan kali ini bukan untuk menjelaskan musik secara sosial namun fokus pembahasan musik berdasarkan jenisnya. Maka disini alat instrumental nya pun akan berbeda dari jenis musik yang satu dengan yang lain.

Memang musik Nusantara itu beraneka ragam sehingga ini menjadi budaya bangsa yang patut kita lestarikan dan kita jaga, jangan sampai punah. Apapun jenis musiknya, mungkin bisa hasil dari adobsi musik musik barat dan timur tengah. Semuanya wajib kita jaga.

Musik berdasarkan jenisnya dibagi menjadi:

Musik Murni

Musik Murni adalah tercipta hanya untuk dinikmati keindahannya. Orang berkarya hanya demi keindahan saja. Entah untung atau tidak dilihat dari segi ekonominya, yang terpenting adalah berkarya. Mereka yang ikut aliran musik ini tidak pernah berbicara untung dan rugi saat berkarya musik. Yang terpenting adalah musik bisa didengar indah dan bisa membuat para pendengarnya puas. Contoh musik yang masuk kategori seni murni adalah musik orkestra dan musik simfoni.

Musik Hiburan

Musik hiburan adalah musik yang semata-mata tercipta untuk hiburan semata, orangsenang, orang lain gembira dan orang lain bahagia. Inilah musik yang memang diperuntukkan untuk kesenangan. Musik ini terkadang juga untuk menghibur seseorang saat duka maupun suka. Musik ini terkadang bisa untuk melengkapi pagelaran-pagelaran agar tidak monoton tapilan pentasnya sehingga penonton lebih semangat dan gembira. Misalkan saja pertunjukan wayang kulit, sekarang sudah ditambah dengan musik dan hal ini akan menambah gembiranya penonton. Tidak hanya nonton wayang namun juga bisa menikmati sajian musiknya. Contoh lagi adalah tari-tarian, jika hanya bergerak tanpa musik juga tidak bisa semangat.

Musik Kerohanian

Musik ini diciptakan untuk kebutuhan kerohanian atau keagamaan. Banyak umat kristiani melengkapi gereja dengan alat musik. Biasanya alat musik tersebut untuk mengiringi puji-pujian, bahkan untuk mengiringi tata ibadah di gereja. Sedangkan umat islam juga dikenal dengan musik religi yang memang lirik lagunya berisi tentang nasehat-nasehat agama, bahkan puji-pujian pada Nabi Muhammad dengan sholawatnya. pembacaan puji-pujian atas Nbi Muhammad biasanya diiringi dengan musik yang dinamakan musik Hadroh  semua musik itu memang diperuntukkan untuk kepentingan agamanya.

Musik Ilustrasi

Musik ini memang digunakan untuk objek berupa drama maupun film. Drama dan film tanpa soundtrack maka rasanya tidak lengkap. Bahkan untuk masuk dalam suasana film tersebut akan lebih mudah jika diiringi dengan musik. Para pemain film pun juga akan dibuat mampu memerankan karakter Tokoh baik Pilihan karakter tokoh Antagonis, Protagonis dan Tritagonis dengan sempurna. Maka wajib bagi movie maker dan pekerja diperfilman atau bekerja di dunia teater untuk memperhatikan hal ini. Tujuannya agar suasana pementasan menjadi lebih hidup dan luar biasa.

Musik Penyemangat

Musik penyemangat ini adalah musik yang dimainkan dengan tujuan menjadi penyemangat dalam setiap aktifitasnya. Misalnya saja musik perjuangan, Musik pesta olahraga yang tujuannya membangkitkan suasana agar lebih ceria. Musik ini memang untuk merangsang batin kita agar lebih kuat dan bersemangat. Zaman perang dahulu, musik genderang menjadi alat pokok yang menciptakan sengat perjuangan sehingga akan menumbuhkan semangat bertempur, semakin keras dan cepat tempo pukulannya maka akan semakin mendorong pasukan untuk bertempur lebih keras dan semangat. Demikianlah mengenai musik yang digolongkan sebagai musik berdasarkan jenisnya. Artikel ini biasa ditemukan dalam buku-buku kesenian pada kelas 8 SMP/MTs. sebagai materi utama seni musik pada SMP/MTs kelas Delapan semester genap. Semoga bermanfaat dan semoga kalian menjadi orang yang sukses.

Fungsi Sosial Musik

Diposkan oleh On 3:17 PM


Fungsi Sosial MusikFungsi sosial Musik

Musik tidak hanya dimainkan atau mungkin hanya untuk didengarkan. namun musik memiliki sunfsi sosial dalam masyarakat. Menikmati secara pribadi sudah menjadi hal lazim. Dengan musik dikatakan mampu menghilangkan stres dan kepenatan bagi seorang individu. Dengan mendengarkan musik seseorang bisa dengan mudah memahami sebuah ilmu tertentu. Bahkan banyak perpustakaan perpustakaan yang dilengkapi dengan suara musik yang diputar dengan lembut. Tujuannya adalah merangngsang otak untuk aktif merekam setiap kata yang sedang dibacanya. Entah benar atau tidak itu tergantung kebiasaan seseorang saat sedang membaca. 

Makanya genre musik akan sangat berpengaruh sekali terhadap hal ini sebab masing-masing genre musik memiliki karakter yang berbeda-beda. Contoh saja musik jazz, musik ini memiliki karakter lebih lembut dibanding dengan musik POP apalagi musik ROCK. Hal ini mungkin yang mempengaruhi pemilihan seseorang terhadap musik yang diinginkan. Apakah ada yang bisa membaca dengan diiringi musik rock, jawabannya adalah wallahu a'lam (Allah yang Maha Tahu).
Berikut ini adalah Fungsi Sosial Musik. Nanti kita juga bisa melihat musik berdasarkan Subjeknya dan fungsi musik berdasarkan jenisnya, walaupun sudah kita ulas garis besarnya. Perhatikan fungsi sosial musik berikut ini:

Sebagai media Pendidikan

Musik dalam dunia pendidikan ternyata mampu membentuk pola pikir yang lebih kreatif dan inovatif. Maka seseorang biasanya terpacu untuk lebih maju dan terus berkembang, sehingga terwujud adanya media pembelajaran yang bermakna. Bahkan isi lagu bisa membentuk akhlaq seseorang. Misalnya lagu yang bertemakan agama, menghormati ibu, bertema kehidupan bermasyarakat dan bersahabat, akan mampu membentuk jiwa-jiwa yang baik. Isi lagu akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Sebagai media Rekreasi

Kejenuhan dan kepenatan seseorang dalam bekerja memang bisa diatasi dengan mendengarkan musik, tidak terkecuali dalam kehidupan bermasyarakat secara umum, hampir setiap orang setuju saat mengendara sebuah bus dan didalam bus terdiri banyak orang, kemudian didalam bus diputar lagu maupun musik tertentu sehingga semua orang bernyanyi dan bergembira dengan dilengkapi musik yang sedang diputar. Mereka akan lebih suka bilang "Keraskan volume musiknya" dibanding mereka bilang "Tolong matikan musiknya". Atau mereka tidak mengatakan apa-apa, namun tetap mengangguk-anggukkan kepala mengikuti alunan musik.

Sebagai Media Komunikasi

Musik bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan sesuatu pada masyarakat. Musik akan menjadi media untuk menyampaikan sesuatu pada orang lain baik untuk kepentingan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Tentunya dalam hal ini adalah isi lagu dalam musiknya. Bukan musik untuk kampanye parpol. Musik untuk kampanye adalah musik sebagai hiburan, termasuk kategori musik berdasarkan jenisnya. Namun yang dimaksud disini adalah isi musik yang bermuatan nasehat politik. Mungkin kalau penyanyi indonesia yang sering membawakan lagu ciptaanya yang berbau nasehat politik adalah iwan fals. Misal saja lagu yang berjudul wakil rakyat (seharusnya merakyat). Ungkapan jujur sebagian rakyat yang mungkin belum mengenal wakilnya sendiri entah bagaimana? bisa ditanyakan langsung pada pengarangnya. Ada lagi musik dipakai sebagai media Sponsor, sponsor yang menggunakan lagu-lagu yang memanfaatkan artis musisi dan penyanyi.

Musik sebagai Profesi

Orang yang memiliki profesi sebagai musisi, artis, penyanyi akan mendapatkan uang dari karya musiknya, dari keindahan lagu dan suaranya. Dengan bermain musik semata mata untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dengan manyanyi tabungannya bisa untuk kelangsungan diri dan keluarganya. Sumber penghasilan utama adalah menyanyi, bermusik dan terjun dalam bidang musik. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi keluarganya.

Alat Musik Gamelan

Diposkan oleh On 1:00 AM

Gamelan adalah sebuah kumpulan alat musik tradisional yang terdiri dari colotomik, balungan, penerusan, instrumen tak memiliki nada (unpitched). Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya atau alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. 


Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul atau menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. (wikipedia.org)

Untuk nada gamelan yang digunakan adalah Tangga Nada Pentatonis Pelog dan Slendro. Pelog dengan susunan nada 1,2,3,4,5,6,7 sedangkan slendro dengan susunan nada 1, 2, 3, 5, 6. Tangga nada seperti itulah yang digunakan dalam musik tradisional gamelan. 

Berikut ini Macam-macam Alat Musik Gamelan Kategori Colotomik

Pengertian instrumen colotomic adalah istilah yang lazim digunakan oleh para sarjana Barat untuk menyebut instrumen struktural. Sementara itu, istilah instrumen struktural adalah istilah yang diajukan oleh Rahayu Supanggah ketika ia membuat klasifikasi fungsional berbagai instrumen gamêlanAda kelompok instrumen yang digolongkan ke dalam instrumen balungan, ada kelompok instrumen garap, dan terakhir adalah instrumen struktural. Instrumen balungan adalah instrumen-instrumen yang permainannya sangat dekat dengan lagu balungan gêndhing, seperti instrumen sarong barung, dêmung, saron pênêrus, slênthêm, dan bonang  pênêmbung. Sedangkan instrumen struktural adalah instrumen yang fungsinya membangun jalinan permainan dengan membentuk struktur berdasarkan dan menentukan bentuk gêndhing. Yang termasuk kategori instrumen ini adalah kêthuk, kêmpyang, êngkuk, kêmong, kênong, kêmpul, gong, kêcèr, kêmanak, dan kêndhang. (http://bsunarto.blogspot.co.id/)

Colotomik (Gong, Kenong, Kempul, Ketuk, Kempyang)

GONG dan KEMPUL

Alat Musik Gamelan
Gong Adalah alat musik pukul yang sumber bunyinya berasal dari gong itu sendiri. Alat pukul gong berasal dari kayu dengan kepala pukul menggunakan bahan yang lunak seperti gulungan kain. Gong ini terbuat dari berbagai macam bahan. Ada yang berbahan dari kuningan, ada yang dari tembaga dan ada pula yang berbahan dari plat besi yang dibentuk gong. Gong ini akan berfungsi sebagai pemimpin tempo dalam musik tradisional ini. Gong yang akan menjadi panduan setiap ketukan temponya. Apa fungsi gong? Gong memiliki fungsi sebagai penanda akhir setiap akhir ketukannya. Bunyinya bersuara "Gooooonggggggg". Itulah sebabnya alat musik tradisional ini dinamakan gong. (picture: http://www.seasite.niu.edu)

Perangkat gong ini cuma satu, menurut gambar diatas biasanya yang berukuran paling besar. Gambar diatas ada beberapa gong yang ukurannya berbeda, yang kurang lebih berjumlah 8 / 10 gong kecil. Yang kesemuanya dinamakan KEMPUL. Kempul ini memiliki berbagai ukuran yang setiap ukurannya memiliki Nada yang berbeda. Jika akhiran lagunya bernada ji artinya nada 1 (satu) maka menggunakan gong kempul akhiran Ji atau satu. Jika nada akhiran dalm ketukannya ro artinya nada 2 (dua) maka paki gong kempul dengan Nada 2 atau ro. 

KENONG

Alat Musik Gamelan
Kenong adalah alat musik tradional yang cara membunyikannya dengan cara dipukul. Alat pukul yang digunakan terbuat dari kayu, baik tangkainya maupun kepalanya. Bunyi yang dihasilkan bersuara " Tung" Tebal. Kenong ini juga bisa dipakai sebagai pengatur tempo atas lagu yang dinyanyikan oleh Waranggana atau Sinden. Alat musik ini terbuat dari kuningan, bisa juga terbuat dari tembaga dan ada pula yang terbuat dari plat besi.




KETUK DAN KEMPYANG

Alat Musik Gamelan
Alat musik tradisional gamelan dengan tangga nada pelog dan salendro, ketuk adalah salah satu watitra atau suatu jenis (alat musik) yang berfungsi untuk menuntun keajegan irama lagu yang tengah dimainkan oleh para penabuh (yogo). Ketuk ini biasa dipukul dengan alat yang agak lunak pula namun keras. Kalau kita mengenal musik tradisional gamelan Cirebon, waditra tersebut disebut dengan tutukan. Mengenai bentuknya mirip seperti bonang dan biasanya bersanding dengan kemyang (oleh orang Sunda maupun Pati) atau kebluk (Cirebon). Anda bisa melihat gambar disamping, yang kecil ketuk dan yang besar namanya kempyang. Nada ketuk atau tutukan adalah barang (istilah dalam gamelan Sunda), laras atau susul (istilah dalam gamelan Cirebon), dan nada kemyang atau kebluk adalah galimer atau sepuluh.

Didalam permainan musik tradisional gamelan, Ketuk dan Kempyang tersebut biasanya ditabuh secara bersahut-sahutan, yakni sekali ketuk dan sekali kemyang/kebluk, sehingga terdengar seperti suara tuk-bluk tuk-bluk. Akan tetapi, di dalam permainan gamelan Cirebon, terutama dalam irama yang lambat (dodoan) ketuk/tutukan kadang-kadang ditabuh dua kali dan kemyang/kebluk ditabuh sekali. Dan di masing masing daerah sudah memulai variasi pukul yang diinginkan. Bisa 1 kali ketuk satu kali kempyang bergantian, bisa ketuk 2 kali, kempyang 1 kali atau bahakan bisa sebaliknya. Selamat berkarya. (source:http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/ensiklo-det.php?id=55&lang=id). 

Berikut ini Macam-macam Alat Musik Gamelan Kategori (BALUNGAN) Penerus

Instrumen balungan adalah instrumen-instrumen yang permainannya sangat dekat dengan lagu balungan gêndhing, seperti instrumen sarong barung, dêmung, saron pênêrus, slênthêm, dan bonang  pênêmbung.

SARON BARUNG

Alat Musik Gamelan
Sarong barung termasuk alat musik masuk kategori balungan yang tentunya ini termasuk alat musik garap yang dikaitkan dengan gending yang akan dilantunkan. Saron barung di Laras Slendro. Anggota menengah kelompok saron. Metalofon dengan tujuh bar perunggu besar ditempatkan di atas bingkai kayu jati yang terukir cantik. Nada-nadanya tergantung panjang pendeknya metal dari perunggu dilobangi kemudian dimasukkan melalui lubang di bar dan tertanam dalam bingkai, (Jawa:dicubleske nong kayu penyanggane). Penyangga metal yang seperti emas batangan itu terbuat dari kayupada alat musik Saron Barung ini dihiasi dengan bunga yang termasuk Ragam Hias Geometris Ikal ditutupi cat berwarna emas. Panjang Saron Barung kurang lebih 87,4 cm. Alat pemukul atau alat tabuh Saron Barung berupa kayu berbentuk oval dengan pegangan panjang.

SLENTHEM


Alat Musik Gamelan
Slenthem adalah alat musik tradisional slenthem ini biasanya dimainkan untuk menentukan melodi dasar dalam musik tradisional Jawa, alat musik tradisional jawa ini dikategorikan sebagai balungan. Slenthem ini satu oktaf di bawah demung, Slenthem ini termasuk memiliki nada terendah dari instrumen melodi dasar dalam musik tradisional jawa. Karena bar (berbentuk emas batangan bermotif) yang ukurannya relatif lebih besar dan lebar sedikit tipis yang dimainkan dengan palu lembut dan beresonansi. Dibawah bar terdapat tabung berongga, nada slenthem halus dan lembut. 

Meskipun suara nyaringnya kurang dari pada instrumen melodi dasar lainnya seperti saron barung dan saron demung, slenthem memiliki peran sentral dalam mendukung melodi. Dan ini menjadi pusat penentuan melodi. 

Cara memainkanya biasanya seorang pemain duduk di sisi dengan bar naik dari kiri ke kanan. Bar dipukul dengan ujung berlapis dari palu. Tangan bebas mengimbangi dengan cara memegang bar berupa metal perunggu atau kuningan itu agar suaranya lebih lembut. Cara Menabuh Slenthem adalah dengan menggunakan palu, namun palunya dilingkari dengan bahan lunak seperti kain dan lain-lain.

BONANG PANEMBUNG


Alat Musik Gamelan
Bonang Panembung termasuk memiliki Tangga Nada Pelog. Alat musik tradisional ini termasuk kelompok bonang. Ada empat belas pot perunggu dalam dua baris yang bentuknya seperti kue bolu. bonang bonang ini diletakkan dalam kotak persegi pada persegi panjang dengan bingkai kayu jati, yang diletakkan pada dua helai tali (Tali Tampar) Tali tampar berbentuk ulir yang dikencangkan dengan melalui lobang kecil ke dalam bingkai. Bingkai dihiasi dengan bunga dan daun pola ditutupi dengan daun emas. Dua sayap dilepas pada setiap ujung berdiri diukir dalam bentuk dua naga (naga) dengan ekor terjalinnya di atas, tubuh melengkung, dan kepala beristirahat di bagian bawah sayap di kedua ujungnya ditutupi daun emas. 

Panjang (sayap ke sayap, tidak termasuk sayap) kurang lebih: 257 cm. Dengan diameter pot terbesar (di dasar): 22 cm. Dua palu (tabuh) dengan kabel merah dibungkus sangat dekat dengan salah satu ujung menciptakan, kenyal, bentuk oval lembut jika dipukul dengan bonangnya.

Bonang panembung secara tradisional dimainkan untuk memperkuat melodi dasar atau balungan dimainkan oleh saron dan sinyal gong. Cara memainkan bonang panembung dengan ditabuh lembut menggunakan ujung palu. Pemain dengan posisi duduk di sisi. (picture :http://orgs.usd.edu/nmm/)

KENDHANG Ciblon


Alat Musik Gamelan
Kendhang ciblon  adalah kendhang yang biasa dipakai dalam musik gamelan. Kulit yang dipakai untuk membran kendhang menggunakan kulit kerbau atau sapi. Untuk bodi kendhang menggunakan Kayu jati yang dilobangi, kanan dan kiri bodi ditutup menggunakan membran dari kulit kerbau tadi. kemudian antara membran yang satu dengan membran yang satunya dikaitkan dengan berbentuk silang. Ditengah ada setelannya berupa kayu kecil dua buah, tujuannya untuk mengencangkan atau mengendurkan suara membran. 

Untuk Bodi kendang kayu jati dihiasi dengan ukiran bunga dan pola daun ditutupi dengan daun emas. Panjang kendang sekitar 67 cm. Kendhang Ciblon ini akan menghasilkan berbagai nada dan volume yang sering digunakan untuk mengiringi tari Jawa dan juga digunakan dalam konser musik yang dikenal sebagai klenengan. Bermain gendang memiliki gaya tertentu, alat pengiring untuk tari Rakyat maupun tari tradisional ini sangat indah dengan Ragam hias geometris yang sangat rumit. Kendhang biasanya juga menjadi alat pokok dalam pergelaran wayang kulit. Namun, ciblon kendhang juga dapat digunakan untuk memainkan pola kendhang ageng. Cara memainkan Gendhang Ciblon yaitu dipukul dengan tangan dimainkan dengan menggunakan berbagai ketukan dan variasi tabuhan.

KENDHANG KETIPUNG


Selain kendang ciblon, dalam pergelaran musik tradisional juga menggunakan kendang Ketipung. Ada du jenis dalam satu set kendhang Ketipung. Ada yang berukuran kecil yang biasa diletakkan berdiri disamping kendang yang lebih besar, dengan suara "Tung". Untuk pemasangan membrannya sama seperti Kendhang ciblon. Kulit biasa dipakai adalah kulit kerbau, karena lebih kuat dan awet. Hiasan dan kayu bodinya sama seperti kendhang ciblon. Ukurannya yang besar membran besar sekitar 75 cm dan membran kecil sekitar 30 cm. Kendang ketipung yang kecil kepala kecil: 13,4 cm dan diameter besarnya 45 cm.

Kendhang Ketipung dapat dimainkan bersama-sama dengan ageng kendhang oleh pemain yang sama, pengaturan yang dikenal sebagai kendhang kalih, atau dapat dimainkan sendiri oleh satu orang menyertai pemain kendhang ageng. Dibandingkan dengan ciblon dan wayang, kendhang ini dimainkan dengan relatif sedikit gaya dan ketukan. Teknik memainkannya tetunya hampir sama dengan Kendhang Ciblon. (picture: http://orgs.usd.edu/nmm/Gamelan/9865/KendhangAgeng9865.html#9866)

Penemu Gitar

Diposkan oleh On 1:39 AM

Gitar adalah alat musik yang cara membunyikannya dengan cara dipetik. Gitar memiliki sumber bunyi dari senar. Senar gitar berjumlah enam senar. Senar paling bawah dan paling atas adalah senar E string dan yang paling atas adalah senar E Bass. Gitar ini dibuat 1779 silam oleh Gaetano Vinaccia di Naples, Italia. Keluarga Vinaccia memang dikenal sebagai luthiers (pembuat senar) untuk alat musik mandolin. Mandolin sendiri ternyata nggak menunjukkan ada hubungan dengan gitar. Alat musik yang mirip-mirip gitar sebetulnya sudah ada sejak 5000 tahun lalu, di zaman kuno Asia Tengah. Ia muncul dalam bentuk ukiran kuno dan berasal dari Susa, ibu kota lama Iran. Alat itu dinamai kithara (bahasa Yunani), kemudian berubah menjadi guit, mirip bahasa Sansekerta yang berarti sangeet dan tar yang berarti cord atau string

Kata gitar, bisa jadi juga diambil dari bahasa Persia, Arab. Kata qitara adalah nama Arab untuk berbagai nama anggota keluarga kecapi, yang mendahului gitar. Di Spanyol, nama gitar pertama kali dikenal saat dibawa ke Iberia oleh bangsa Moor pada abad ke-10. Vihuela (gitar lama Spanyol) adalah bentuk peralihan antara gitar leluhur dan gitar modern, tapi berbodi kecil. Bentuk vihuela menjadi faktor pembeda antara gitar dengan kecapi. (www.firsada98.blogspot.com)

Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda. Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele. Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima. (karl17.wordpress.com)

Pada Tahun 1946 seorang tukang servis radio dan perakit amplifier atau kita bisa sebut power amplifier yang bernama lengkap Clarence Leonidas Fender (10 Agustus 1909 – 21 Maret 1991) yang lebih dikenal dengan Leo Fender mendesain gitar solid bodi pertama yang sukses secara comersial dengan sebuah pickup magnetik yang diberi nama EsquireEsquire versi dua pickup disebut BroadcasterBeliau ini berasal dari Amerika dan meninggal di kalifornia.  Gretcsch juga mempunyai drumset yang dipasarkan dengan nama yang mirip "Broadkaster", sehingga Fender mengganti namanya menjadi Telecaster. Tahun 1954 Fender mengenalkan Fender Stratocaster atau Strat. Stratocaster terlihat lebih mewah dan menampilkan berbagai perbaikan dan inovasi melebihi Telecaster. Fender mengenalkan sebuah gitar bass elektrik yang dinamakan Fender Precision Bass pada tahun 1951 sampai 2012 (wikipedia.org)

Kalian tahu nggak bahwa gitar listrik awalnya didesain oleh seorang pembuat alat musik berupa gitar, beliau yang juga pencinta elektronika dan pabrikan alat-alat musik bernama Les Paul. Beliau mengadaptasi instrumen hollow bodied dengan memakai tungsten pickup, gitar jenis ini mulai diproduksi oleh Electro String Instrument Corporation pada tahun 1932. Desain pertama mereka dibuat oleh Harry Watson, seorang ahli yang bekerja di Electro String Company. Kemudian Gitar baru tersebut dinamai "Rickenbacker" oleh perusahaan. Dokumentasi pertama penampilan dengan gitar listrik adalah tahun 1932 oleh seorang gitaris ternama dan bandleader Gage Brewer. Brewew mempublikasikan atau menunjukkan kepada khalayak ramai berupa instrumen barunya dalam sebuah artikel di Wichita Beacon pada tanggal 2 oktober 1932 dan tak pernah berhenti tampil pada bulan oktober. Perekaman pertama dengan gitar listrik dibuat oleh pemain-pemain Hawaiian Style seperti Andy Iola pada awal tahun 1933. Alvino Rey adalah seniman yang membawa instrumen ini ke penikmat yang lebih luas dalam suatu settingan orkestra besar, kemudian mengembangkan gitar dengan pedal besi untuk Gibson Ediie Durham memperkenalkan instrumen gitar listrik spanish kepada seorang pemuda yang bernama Charlie Christian yang membuat instrumen tersebut terkenal dalam perjalanan hidupnya dan secara umum dikenal sebagai gitar listrik pertama dan juga membawa pengaruh yang besar ke dalam musik jazz sampai dekade selanjutnya. 

kapan perekaman pertama kali gitar listrik ini. Perekaman pertama gitar listrik spanish adalah di Dallas September 1939, dalam sebuah session oleh Roy Newman and His Boys sebuah band Western Swing. Sang gitaris Jim Boyd memakai gitar listriknya sepanjang perekaman 3 buah lagu salah satunya "Corrine, Corrina". 

Pabrik-Pabrik Gitar

Penemu GitarRickenbacker pada tahun 1932
Dobro tahun 1933
NationalAudio Vox dan Volu-Ton tahun 1934
VegaEpiphone, dan Gibson tahun 1936, dan banyak lagi sejak tahun 1936. Ada yang tahu untuk pabrik gitar Listrik di Indonesia. Ternyata di Malang ada Pemproduksi gitar untuk artis papan atas beliau bernama Andi Oding. Alamat beliau di daerah perkampungan padat penduduk lainnya, menemukan rumah bernomor 178 di Jalan Brigjend Slamet Riyadi Gang VIII jelas bukan hal yang mudah. Karena itu, jalur cepatnya adalah bertanya kepada warga setempat. Untungnya, nama Andi Oding cukup ’tenar’ di kampungnya, kawasan Kelurahan Oro-Oro Dowo. Cukup dengan menyebutkan nama ’Andi Oding’, warga sana sudah pada tahu. 

Penemu Gitar
Miftachul Falaq, warga Mojokerto, Jawa Timur, tampilan gitar buatannya sekelas Fender Stratocaster, yang biasa digunakan Eric Clapton atau Jeff Beck. Dengan hanya menggunakan amplifier lokal gitar itu berhasil mengeluarkan suara yang menakjubkan karya Falaq cs memang dapat dipertanggung jawabkan.beliau ini pernah dipesan oleh Benny Panjaitan dari Panbers memesan satu gitar dengan tandatangannya dipatri di atasnya.

Gitar Genta diproduksi di daerah Bandung timur, tepatnya di kawasan Ujungberung KM 12,5 No. 69. 
Pabrik gitrar ini konon berdiri sejak 1959. Gitar yang diproduksi di sini adalah: ukulele, gitar akustik,gitar akustik listrik, serta gitar listrik. Adapun bahan yang digunakan terbuat dari kayu mahoni sertarose wood. 

Untuk masalah kualitas, gitar Genta tidak kalah dengan gitar impor. Adapun beberapa seniman musik yang menggunakan gitar Genta ini antara lain: Pretenders, BawungJabo, Virgiawan L., Mukti-Mukti, Micko, Ary Juliyant, Hari Pochang, Susilo Bambang Yudhoyono(sekarang Presiden RI), Tiwi Sakuhachi, Fery Curtis, Abah Iwan, Tim Palmieri, Steve Wilson, Nugie,Ireng Maulana, Pongki, Nugie, Anton Baret, Marta Topeng, dan banyak seniman lainnya.

Sejarah gitar Genta ini dimulai dari seorang bernama Ki Anong Naeni (empu gitar Bandung). Ia seorang ahli mekanik dan elektronik. ia bertemu dengan Raden Mahyar danmembuat gitar 17 fret (dibuat 3 buah). 

Versi instrumen yang paling dikenali saat ini adalah Solid Bodied Electric Guitar atau gitar listrik berbodi padat, yang terbuat dari kayu padat tanpa ruang udara di bodinya. Rickenbacker menawarkan sebuah gitar listrik dengan cetakan aluminium yang dijuluki The Frying Pan atau The Pancake Guitar. Dikembangkan tahun 1931 dan mulai diproduksi dimusim semi 1932, gitar ini menghasilkan suara yang modern dan agresif. 

Perusahaan Audio Vox membuat dan mungkin sudah menawarkan gitar solid body di pertengahan 1930. Sebuah gitar padat lainnya didisain oleh seorang musisi dan penemu Les Paul di awal 1940, dia bekerja paruh waktu di Epiphone Guitar. Gitar Log Guitarnya telah dipatenkan dan sering dianggap sebagai yang pertama di jenisnya.

Source :
http://firsada98.blogspot.com/2014/10/para-penemu-penemu-alat-musik.html#ixzz3pkrMBGCn
https://karl17.wordpress.com/2010/06/26/asal-muasal-penemu-penemu-gitar/
https://id.wikipedia.org/wiki/Gitar_listrik
http://radarmalang.co.id/andi-oding-pembuat-gitar-langganan-artis-papan-atas-tanah-air-8592.htm
http://v2.garudamagazine.com/department.php?id=170
http://www.academia.edu/4380082/Gitar_lokal

Alat Musik

Diposkan oleh On 12:42 AM

Alat Musik menjadi sesuatu yang paling berharga untuk mengiringi sebuah lagu. Bahkan seseorang akan Kesulitan dalam Mengarang Lagu jika tidak menggunakan alat musik. Memang bisa saja seseorang mampu mengarang lagu tanpa alat musik. Karena memang sebenarnya bukan menjadi Syarat Dalam Mengarang Lagu. Namun alat musik ini akan menjadi penting dalam Mengaransemen Lagu. Mengaransemen lagu Tanpa alat musik, lantas bagaimana mewujudkan gubahan aransemen yang baru jika tidak ada lat musiknya. Bagaimana menentukan nadanya dan akornya, Tanpa alat musik susah sekali melewati langkah-langkah dalam mengaransemen lagu. Oleh karena itu Alat Musik menjadi hal yang patut dipertimbangkan.

Pengertian ALat Musik

Alat Musik adalah instrumen atau alat yang dengan sengaja diciptakan atau diadaptasikan dengan tujuan supaya dapat menghasilkan suara musik. Hasil dari adaptasi ini akan mampu berbunyi secara harmoni jika sudah dikolaborasikan dengan vokal seseorang. Alat musik ini akan mampu mendukung vokal seseorang dalam penyajian seni musik. Pada dasarnya, apa saja yang bisa menghasilan suara dengan nada-nada tertentu yang bisa dimainkan oleh pemusik/musisi sudah bisa dikatakan alat musik. Alat musik tadi secara khusus belum dikatakan sebagai alat yang dibuat dengan tujuan hanya untuk musik saja, namun alat musik ini terkadang muncul dari apa saja yang ada disekitar kita. Kemudian dimodifikasi sehingga tercipta alat musik yang diinginkan.
Alat Musik
Bentuk dan Bahan Alat Musik itu jelas berbeda-beda. Hal ini didasarkan pada temuan-temuan para pencipta alat musik gitar misalnya. Selanjutnya alat musik tadi akan dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Ada Pengelompokan Alat Musik Berdasarkan Cara Membunyikannya, dan bisa juga pengelompokan Alat Musik berdasarkan Sumber Bunyinya. Alat musik ini yang tercipta dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Para musisi akan mengoleksi alat musik yang dibutuhkan saat mereka bernyanyi dan Mengarang lagu. Para musisi akan tergantung dengan alat tersebut dalam setiap tampilannya. Rasa percaya diri terkadang muncul dengan adanya kelengkapan alat musik. Bahkan belum dikatakan musisi jika belum mampu memainkan satu jenis alat musik. 
Alat musik bisa digunakan sebagai pendukung lagu yang dinyanyikan, namun tidsak sedikit yang menggunakan alat musik sebagai pendukung penampilan. Alat musik sebagai pendukung lagu berarti alat musik tersebut mengiringi lagu secara harmoni Sebagai unsur musiknya. Alat musik sebagai pendukung penampilan, ini berarti alat musik hanya sebagai asesoris, alat musik sebagai pemanis kostum saja, namun pura-pura dimainkan. Hal ini biasa terjadi pada penampilan musik yang sifatnya belum profesional. Berbeda dengan pemain musik profesional, semua alat benar-benar dimainkan untuk mendukung lagu. Bukan biar terlihat banyak dan megah, bukan karena untuk gaya saja namun alat-alat musik tersebut benar-benar dibutuhkan untuk mengiringi lagu.


Langkah - Langkah Mengaransemen Lagu

Diposkan oleh On 12:19 AM

Hal yang penting yang harus diperhatikan dalam langkah-langkah mengaransemen lagu adalah memperhatikan setiap masing-masing suara. Apalagi dalam paduan Suara harus mengurusi tiga sampai empat suara yang digabungkan secara harmonis. Oleh karena itu Langkah-Langkah ini menjadi sangat penting. Selain Persyaratan untuk Mengarang Lagu harus dipenuhi, Juga penguasaan Materi Tentang Mengaransemen Lagu sebagai teori pokok dalam mendukung Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu ini.

Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu (Vokal - Paduan Suara)

    Langkah - Langkah Mengaransemen Lagu
  1. Menyanyikan lagu beserta Syair dan carilah kesan yang diungkapkan dalam nada dan kata. Dengan berdiskusi, merenung secara pribadi kemudian masing-masing personil paduan suara mengungkapkan kesan lagu yang diputar berulang-ulang tadi. Apakah berkesan sedih, Asmara, atau gembira dan lain-lain.
  2. Memperhatikan Bunyi Kata-Katanya, Bagaimana temponya, Bagaimana kesatuan hitung yang tepat, Letak penggalan kalimatnya (karena berhubungan dengan pernafasan). membuat tanda Tempo birama, menentukan interval Nadanya, dan tidak lupa menentukan Kunci Akornya dan tanda Kuncinya. Artinya harus menguasai Unsur Musik Secara Keseluruhan.
  3. Carilah Akor dari setiap satuan hitungan. Misalnya dalam Birama 4/4 pada Tempo sedang setiap pukulan 1, 2, 3 dan 4.
  4. Menampilkan Hasil Aransemen. Apakah setiap Aransemen harus ditampilkan? Tentunya menjadi suatu keharusan, jika karya kita ingin dikenal dan merupakan tanggungjawab karya kita pada khalayak ramai. Oleh karena itu ada beberapa yang harus dipersiapkan dalam menampilkan hasil karya diantaranya adalah Sebagai berikut : 
  • Pemain : Orang yang akan membawakan hasil aransemen. Jika aransemennya vokal, maka buatlah grup paduan suara. Harus mencari pemain yang musikalitasnya tinggi (tidak Fales dalam bernyanyi)
  • Alat Musik : Instrumen ini akan menjadi penting untuk mengiringi aransemen lagu yang sudah dibuat.
  • Pemimpin : Dalam paduan suara harus ada pemimpin. Orang sering mengatakan pemimpin lagu ini dinamakan dirijen. Memilih orang yang paling menguasai Musik.
  • Partitur : Partitur ِAdalah lembaran kertas yang berisi notasi musik, dalam hal ini berisi notasi lagu yang sudah dibuat.

Mengaransemen Lagu

Diposkan oleh On 10:04 PM

Mengaransemen lagu sudah menjadi bagian pokok dalam mempelajari seni musik. Dalam Materi tentang Mengaransemen lagu, ada pula Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu dan Syarat-Syarat Mengarang Lagu, yang akan menjadi materi Utama sebelum orang berkarya seni musik. Mengaransemen merupakan upaya untuk mengembangkan teori musik. Yang selanjutnya akan menghasilkan berbagai macam karya yang luar biasa.

Pengertian Mengaransemen

Aransemen adalah gubahan lagu untuk orkes atau kelompok paduan musik, baik secara vokal maupun instrumental. Dalam mengaransemen lagu tidak hanya profesional dalam penguasaan teknis semata namun harus mampu menciptakan nilai estetis yang ada dalam lagu tersebut. Ada persyaratan moral dalam mempelajari aransemen guna tercipta sebuah lagu yang indah. Ketekunan dalam berlatih yang terus-menerus akan menghasilkan berbagai keindahan musik.

Salah satu ilmu yang dipakai dalam mengaransemen adalah Unsur-Unsur Musik. Seperti Harmoni, Akor, Tanda Akor, Notasi, Melodi, Ritme/Irama, Dinamik, Tangga Nada, yang sudah saya bahas di artikel Unsur-Unsur Musik

Apabila berbicara tentang musik berarti membahas tentang musik pentatonik daerah tertentu yang memiliki Tangga Nada Pentatonik, karena masing-masing daerah, khususnya Musik Jawa berbeda dengan musik Eropa dan Amerika kita langsung berkiblat pada Tangga Nada Diatonik

Sebelum kita membuat aransemen, yang harus dipahami adalah karakter pentatonik suatu bangsa. Sebenarnya, nada-nada Jepang yang digunakan hampir sama dengan tangga nada pentatonis laras slendro, yaitu do- re- mi- sol- la. Di Jepang dan Cina susunan nadanya adalah do- mi- fa- sol- si. 

Apabila kita sudah mengerti tentang karakter melodi dan tangga nada dapat mengaransir sebuah karya musik tanpa harus meninggalkan ciri khas atau karakter musik tersebut. Aransemen sering disingkat Arr. Seorang Arranger/penata musik dapat menggubah dengan gaya atau selera masing-mas-ing. Aransemen vokal dapat dibawakan dalam bentuk duet, trio, maupun paduan suara. Aransemen instrumental dapat dibawakan dalam bentun duet, trio, ansam-bel, maupun orkestra. Dalam penyajian aransemen musik menggunakan harmoni yang ditunjukkan dengan penerapan akor-akor

Penggunaan akor untuk mengiringi sebuah lagu terlebih dahulu harus memperhatikan tangga nada yang dipakai, melodi, frase lagu, dan arah gerak akor. Arah gerak dalam sebuah lagu mengikuti melodinya. Putaran-putaran akor mengikuti satu patokan tertentu dan merupakan suatu arus yang selalu teratur.

Belajar mengiringi lagu dengan alat musik harus dilakukan terus menerus. Maka akan semakin mahir dalam memadukan vokal dan alat musik. Terlebih lagi untuk melatih kepekaan dalam memainkan musik perlu dilatih perpindahan akor satu ke akor yang lain. semakin kita sering berlatih akor maka akan semakin baik dan peka terhadap perpindahan dari akor yang satu ke akor yang lain. 

Bagi yang terbiasa memainkan akor akan langsung menentukan trinada atau akor yang akan dipakai dengan feelingnya atau perasaannya. Untuk pemula, dapat dilakukan dengan cara membaca partitur lagu yang mencantumkan akor-akornya.

Penataan Sumber Bunyi

Tujuan penataan berbagai sumber bunyi dalam membuat aransemen adalah untuk mencapai nilai artistik tanpa harus kehilangan karakter musiknya. Nilai keindahan didapat, nilai fungsi juga bisa diraih. Dalam membuat aransemen dituntut ketekunan, kepekaan, dan latihan terus menerus.

Seorang arranger harus mengerti tentang Unsur-Unsur Musik seperti melodi, harmoni, ritme, dan karakter instrumen. 

Hal-Hal Yang Pokok dalam Mengaransemen Lagu

Sebenarnya dengan menentukan prioritas untuk mempelajari unsur musik yang mana yang akan mendukung dalam mengaransemen Lagu. Ini yang akan memudahkan seseorang mengaransemen lagu. Oleh karena itu hal- hal yang penting dala mengaransemen lagu sebagai berikut:

  • Melodi pokok ditentukan terlebih dahulu. Ini yang akan mengarahkan Nada yang pertama dalam lagu tersebut. Hal ini juga sangat penting untuk mengetahui jenis aransemen yang akan digunakan. Aransemen dapat ditentukan dalam bentuk dua, tiga, atau empat suara dengan memecah melodi yang sudah ada atau harmoni dari lagu tersebut. Maka pengusaan akor akan menjadi prioritas selanjutnya.
  • Tentukan akor-akor yang akan digunakan. Akor juga akan menetukan kunci yang akan dipakai dalam lagu tersebut. Dengan mengetahui akor-akor yang akan digunakan dapat dibuat aransemen yang bervariasi dan lebih kreatif. 
  • Penguasaan Ritme atau Irama. Dalam tahap ini, seorang arranger dapat menentukan irama/ritme yang dikehendaki. Irama yang akan digunakan dapat mengubah ritme atau irama yang sudah digunakan. Misalnya lagu daerah diaransemen dalam bentuk keroncong, secara tidak langsung ritme yang digunakan akan berbeda dari sebelumnya.
  • Mengetahui interval lagu. yang nantinya akan mengetahui jarak nada yang digunakan.
  • Tentukan instrumen musik yang akan digunakan untuk memainkan jenis aransemen yang kita buat atau kita ciptakan. Lalu akan kita mainkan sampai mahir betul dengan cara mengulang-ulang.

Hasil Aransemen Yang Baik

Apakah bisa kita membuat musik yang kreatif. Walaupun sedikit meniru musik-musik yang lain, itu untuk menambah refferensi dalam dunia musik. Salah satu cara untuk mengetahui hasil aransemen itu baik atau tidak adalah dengan memperhatikan harmonisasi lagu tersebut, apakah sudah lebih enak didengar. Perlu juga mengerti Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu agar mampu membuat lagu dengan prosedur yang benar. Tentunya dengan target yang benar pula.

Syarat-Syarat Mengarang Lagu

Diposkan oleh On 12:03 AM

Dalam artikel syarat mengarang lagu kali ini menjadi pembahasan utama dalam seni musik. Apakah seseorang harus menguasai Unsur-Unsur Musik terlebih dahulu untuk mengarang lagu? Apakah Harus mengetahuai Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu. Atau mengerti Tentang Aransemen Lagu terlbih dahulu.. Mengarang lagu dengan berbagai macam metode yang mereka lakukan. Ada yang menyanyi saja, kemudian merekam apa yang mereka nyanyikan. Lalu memutar kembali dengan mengulang-ulang. Memperbaiki yang dirasa belum tepat, baik lirik maupun nadanya. Ada pula seseorang mengarang lagu dengan membuat nadanya terlebih dahulu kemudian mencari liriknya dan menyanyikannya. Banyak yang juga mengarang lagu dengan menggunakan bantuan keyboard atau gitar untuk mengaransemen nadanya. Dengan menulis lirik lagu dan mengaransemen nada bisa lebih mudah dan langsung bisa dirasakan hasilnya. Dari berbagai metode diatas maka ada hal-hal yang menjadi syarat mengarang Lagu.

Syarat-syarat Mengarang Lagu

BAKAT

Syarat-Syarat Mengarang LaguBakat adalah kemampuan dasar yang dimiliki seseorang sejak lahir. Jadi pada saat didalam perut sudah ditiupkan kemampuan berolah seni. Bakat seperti ini ternyata juga membutuhkan latihan-latihan secara rutin dan disiplin. Dengan begitu mereka akan lebih mudah dan cepat mengasah kemampuan dirinya. 

Pernah mendengar perkataan orang yang bunyinya kurang lebih demikian. Jika tidak punya bakat, latihan sampai kapanpun maka tidak akan bisa. Anggapan yang demikian ada kemungkinan benar, namun belum ada penelitian mengenai hal tersebut. Pelatihan akan menjadi agenda utama dalam berlatih musik. Tanpa latihan maka tidak akan bisa berhasil. Bagaimana yang tidak punya bakat? Maka jawabanya adalah Frekuensi latihannya diperbanyak justru akan menghasilkan bentuk dan gaya personal seseorang dalam bernyanyi. 

Intinya adalah Latihan maka bakat akan terbentuk dengan sendirinya. Bakat Tanpa latihan juga hasilnya kurang mnaksimal bahkan bisa jadi NOL. Namun latihan rutin sekalipun tanpa bakat tetap akan mengasilkan karya yang luar biasa.

PENGETAHUAN MUSIK

Pengetahuan musik juga menjadi syarat dalam mengarang lagu. Lagu adalah uangkapan pikiran dan perasaan melalui rangkaian nada-nada dan syair yang disusun secara sengaja. Kemampuan dasar pengetahuan tentang musik menjadi kwajiban bagi setiap komposer dalam mengarang lagu atau mengaransemen lagu. Perlu juga mengetahui Langkah-Langkah mengaransemen Lagu dan Syarat-Syarat Mengarang Lagu. Pengetahuan dasar musik yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
  • Pengetahuan Dasar Teori Musik : Teori mengenai interval Nada, Tanda Tempo, Tanda diam, Tanda kunci birama dan Tanda Birama, Dinamika, Ekspresi (unsur Musik), Susunan, Tangga Nada, Notasi 
  • Pengetahuan Dasar Melodi : Pengetahuan Melodi ini termasuk penting dikarenakan untuk menyempurnakan lagu yang bakal dinyanyikan. Melodi merupakan bagian unsur musik yang tidak bisa dipisahkan dengan akor. Dengan penggabungan Akor dengan melodi menghasilkan musik yang harmonis.
  • Pengetahuan Dasar Ritme : Ritme atau Irama menjadi syarat dalam mengarang lagu. Dengan penghayatan penuh akan tercipota ritme tertentu seingga terbentuklah pola irama yang bervariasi.
  • Pengetahuan Dasar Ilmu harmoni : Keselarasan paduan bunyi.
  • Pengetahuan Dasar Pola dan Bentuk Komposisi : Komposisi adalah rangkaian Nada untuk membuat suatu simponi atau rangkaian unsur pokok dalam membuat sebuah karya.
  • Pengetahuan Dasar Ilmu Vokal : Ilmu tetntang bagaimana mengolah vokal kita, mengolah modulasi yang kita miliki dan bagaimana teknik memegang Microphone dan Teknik pernafansannya.

PENGETAHUAN BAHASA YANG BAIK

Pengetahuan Bahasa yang bagaimana yang dimaksudkan dalam artikel ini? Yang saya maksudkan dalam artikel ini adalah pengetahuan menentukan tema yang tepat yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa kalimat. Tentunya adalah kalimat yang baik yang memiliki susunan yang baik dan benar pula.

Kemampuan memilih dan mengatur kata sehingga menimbulkan bunyi bahasa yang menarik. Artinya untuk bunyi akhiran dalam satu kalimat bisa berpola AAAA atau ABAB atau terserah yang terpenting pantas dan tepat enak didengar tanpa mengurangi makna yang dimaksudkan.

Menguasai pengetahuan tentang ungkapan dan gaya bahasa yang baik. Ketika orang tersebut menguasai keseluruhan pengetahuan yang baik, maka akan mampu menggabungkan beberapa kata dengan nada-nada yang indah. Sehingga harmonisasi dari sebuah lagu tersebut tercapai.



Tangga Nada

Diposkan oleh On 12:49 AM

Tangga Nada adalah urutan Nada yang disusun secara berjenjang. Hal yang tergolong dalam Unsur Musik ini akan saya bagi menjadi 2 (dua) yaitu Diatonis dan Pentatonis. Masing-masing kategori ini memiliki jumlah jarak. Oleh karena itu saya akan ulas secara detail dan pembagiannya secara terperinci.

Tangga Nada Diatonis

Tangga Nada Diatonis tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga Nada yaitu satu dan setengah. Contoh yang menggunakan tangga nada diatonis adalah Organ dan Piano. Tangga Nada Diatonis terbagi menjadi 2 (dua) Macam. Diatonis Mayor dan Diatonis Minor. Lihat Gambar Berikut :

Tangga Nada

Tangga Nada Pentatonis

Tangga Nada Pentatonis adalah Jenis tangga nada yang hanya memakai lima Nada Pokok. Ragam Tangga Nada Pentatonis ini dibedakan oleh jarak antar nada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan Nadanya ada Istilah PELOG dan SLENDRO. Contoh Musik yang menggunakan tangga Nada Pentatonis adalah Musik Gamelan.

Tangga Nada

Pelog : Memiliki Nada 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 
Slendro : Memiliki Nada 1 - 2 - 3 - 5 - 6



Tanda Tempo (Istilah dalam Tempo)

Diposkan oleh On 11:48 PM

Pengertian Tempo sudah kita jelaskan dalam Unsur-Unsur Musik. Namun Jika ingin mengetahui secara garis besarnya bisa anda baca dalam artikel Tanda Tempo kali ini. Tempo adalah ketukan dalam satu menitnya. Pengertian tersebut memang sangat singkat, namun seseorang sudah mulai diarahkan pada Unsur Musik yang berupa tempo. Disini saya akan mengartikan beberapa istilah yang dipakai dalam mengenal tanda tempo. Dengan istilah tanda tempo tersebut seseorang mampu menggolongkannya dengan mudah.

Empat (4) Pembagian Tanda Tempo

Tanda Tempo Lambat
  1. Largo   : Sangat Lambat, Luhur, dan Agung (44 - 48 Ketuk/Menit)
  2. Adagio  : Sangat Lambat dengan Penuh perasaan (54 - 58 Ketuk/Menit)
  3. Grave   : Sangat Lambat dan Sedih (40 - 44 ketuk/Menit)
  4. Lento   : Sangat Lambat, Melandai (50 - 54 Ketuk/Menit)
Tanda Tempo Sedang
  1. Andante            : Sedang, Kecepatan seperti orang berjalan (69 - 76 Ketuk/Menit)
  2. Andantino         : Lebih Lambat dari Andante (76 - 84 Ketuk/Menit)
  3. Moderato          : Sedang (92 - 104 Ketuk/Menit)
  4. Allegro Moderato : Lebih cepat dari moderato (diatas 104 lebih sedikit)
Tanda Tempo Cepat
  1. Allegro    : Cepat   (126 - 138 Ketuk/Menit)
  2. Allegreto  : Agak Cepat  (104 - 112 Ketuk/Menit)
  3. Presto     : Cepat sekali, Tergesa-gesa (176 - 192 Ketuk/Menit)
  4. Vivace     : Cepat, Tangkas (152 - 168 Ketuk/Menit)
Tanda Tempo Perubahan
  1. Rit       = Rittenuto : Makin lama makin lambat
  2. Ritard  = Ritardando : Makin lambat, tapi perlahan-lahan
  3. a.t       = A Tempo : Tempo harus kembali ke tempo semula setelah beberapa kali mengalami perubahan.
Tanda Tempo (Istilah dalam Tempo)

Akor (Susunan 3 Nada)

Diposkan oleh On 11:07 PM

Dalam sebuah unsur Musik Melodi, tanpa adanya akor maka terasa tidak lengkap. Unsur Harmonisasinya juga tidak tercapai. Oleh karena itu pentingnya akor untuk mengiringi melodi yang ada. Perpaduan yang benar dan tepat antara akor dengan melodi ini yang kita sebut harmonis. Akor secara garis besar adalah gabungan 3 nada yang dibunyikan secara bersamaan. Tidak sembarang nada yang dibunyikan, namun ada aturan yang harus diperhatikan tidak asal 3 nada.

Pengertian Akor

Akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang dibunyikan secara serentak akan menghasilkan nada yang harmonis. Akor bisa juga disebut dengan Trinada. Trinada adalah tiga nada yang dibunyikan serentak. Tiga nada yang dimaksudkan adalah pertama adalah nada Utama sebagai dasar akor. Kemudian Nada kedua adalah Nada Tert. Nada Tert itu adalah Nada yang ketiga dari Nada Utama atau nada dasarnya. Dan nada yang ketiga adalah nada kuint adalah Nada kelima dari Nada Dasarnya. Dari dasar itulah maka akan tersusun beberapa akor dengan nada dasar Natural sebagai berikut :
  • Tingkat 1 : C - E - G   = disebut TONIKA diberi nama C Mayor
  • Tingkat 2 : D - F - A   = disebut SUPER TONIKA diberi nama D Minor
  • Tingkat 3 : E - G - B   = disebut MEDIAN diberi nama E Minor
  • Tingkat 4 : F - A - C1 = disebut SUB DOMINAN diberi nama F Mayor
  • Tingkat 5 : G - B - D1 = disebut DOMINAN diberi nama G Mayor
  • Tingkat 6 : A - C1 - E1 = disebut SUB MEDIAN diberi nama A Minor
  • Tingkat 7 : B - D1 - F1 = disebut INTRODUKTOR diberi nama B Dim

Keterangan

  • Akor tingkat 1, 4, 5 memiliki interval antara nada dasar dengan nada tert-nya adalah 2. Oleh karena itu disebut tert besar atau AKOR MAYOR. (Pelajari INTERVAL NADA)
  • Akor tingkat 2, 3, 6 memiliki interval kecil terhadap kedua nada. Misalnya Nada D ke F berjarak 1 setengah. Maka Akor tersebut dinamakan akor Minor. (Pelajari INTERVAL NADA)
  • Akor Tingkat 7 disebut dengan Akor DIMINISHED artinya jarak antara nada dasar dengan nada ketiganya hanya 3 atau interval kuint kurang (Diminished)

Kunci atau Akor ?

Seseorang terkadang menyamakan kunci dengan akor. Orang berpendapat kunci maka yang jelas seseorang akan menekan 3 nada sekaligus untuk mengunci nada yang dinyanyikan. Misalnya Nada seorang penyanyi di C=do maka Kuncinya adalah C - E - G. Jadi menurut saya, Kunci adalah Jelmaan Akor yang sudah tersusun. Istilah Kunci adalah bagaimana Nada yang dinyanyikan adalah Nada C = do, disamakan atau dikunci dengan Akor C.

Interval Nada

Diposkan oleh On 12:25 AM

Memang dalam unsur-unsur Musik, melodi yang baik itu apabila Interval nadanya dapat dijangkau penyanyi atau alat musik. Interval Nada adalah Jarak antar satu nada dengan nada lain. Interval nada ada yang bernilai 1 dan ada pula yang bernilai setengah. Untuk interval nada mayor memiliki interval 1- 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2 ini berlaku apabila masih normal menggunakan nada do = C yaitu urutan Nadanya C - D - E - F - G - A - B - C. Lebih jelasnya anda bisa memperhatikan gambar berikut ini :

Interval Nada

Kita juga bisa melihat interval Nada dengan menggunakan not balok. Anda akan melihat posisi nada pada garis Paranada. Bagaimana jika nada dimulai pada C Mayor dan bagaimana jika Nada dimulai dari D mayor. Jika dimulai dari D Mayor, maka Gambar Not Balok nada D dimulai dari Garis pertama ParaNada. kemudia spasi 1, Garis ke-2 Spasi dan seterusnya yang sudah saya terangkan dalam artikel Notasi angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik). Untuk itu sebagai bahan perbandingan dari contoh Tangga Nada D Mayor dengan Tangga Nada C Mayor dengan interval 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2. bisa memperhatikan gambar berikut:

Interval Nada



Tanda Kunci dan Pembagian Tanda Kunci (3 Tiga Simbol)

Diposkan oleh On 11:36 PM

Tanda kunci ini memang digunakan pada garis paranada untuk menunjukkan letak titinada. Tanda kunci ini akan menentukan kekuatan nada-nada dalam Lagu. Unsur Musik yang berupa tanda kunci ini, menjadi sangat penting jika sudah dihadapkan pada kekuatan seorang penyanyi. Seorang pencipta lagu harus mengerti betul penyanyinya. Ada yang suka menulis lagu dengan nada-nada yang tinggi, ada pula yang menulis lagu dengan nada-nada yang sedang, dan aada pula yang menulis lagu dengan nada-nada yang rendah. Tergantung selera Composer (penulis lagu). Jika Mereka memiliki pita suara yang luar biasa maka biasanya mereka menulis lagu dengan nada-nada yang tinggi. Walaupun pengarang lagu tidak memiliki suara tinggi, namun penyanyi yang akan menyanyikan lagu memiliki suara yang tinggi, maka seorang pencipta lagu akan menggunakan tanda kunci yang tinggi.

Pembagian Tanda  Kunci dan Simbolnya

  1. Kunci G (Kunci Treble). Kunci G adalah tanda yang menunjukkan Nada G dari Paranada. Kunci G biasa digunakan untuk menulis nada-nada yang tinggi. Kunci G biasa disebut dengan kunci Biola.
  2. Kunci C (Kunci Alto). Orang terkadang suka dengan kunci C karena nadanya sedang. Namun bagi yang memiliki kapasitas lebih dalam suara yang tinggi, Maka jarang seorang penyanyi menggunakan tanda kunci ini. Persoalannya adalah seorang penyanyi harus mampu dengan suara bas (rendahnya) dan tidak kedodoran, Juga harus bisa memaniskan lagu pada nada-nada sedang.
  3. Kunci F (Kunci Bass) adalah menunjukkan nada f pada garis keempat dari paranada. Kunci F biasanya untuk menuliskan nada-nada yang rendah. Oleh karena itu Kunci F sering disebut kunci Bass.
Tanda Kunci dan Pembagian Tanda Kunci (3 Tiga Simbol)


Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Diposkan oleh On 9:13 AM

Dalam pembahasan kali ini adalah pembahasan mengenai pembagian notasi musik. Dalam Unsur-Unsur Musik notasi menjadi bagian penting. Tanpa adanya Notasi maka sebuah lagu tidak bisa diwujudkan dalam sebuah tulisan maupun gambar untuk dipelajari. Oleh karena itu Notasi musik menjadi pembahasan mengenai Unsur-Unsur Musik. Warna Nada dapat dilukiskan dengan notasi musik. Kita dapat mengenal, membaca, menulis dan menyanyikan lagu juga dengan adanya notasi ini. Sekali lagi Notasi itu sangat penting.

Berikut ini adalah pembagian Notasi

Notasi Angka : Sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka. Mulai dari angka 1 (satu) sampai dengan Angka 7 (tujuh). kemudian untuk angka NOL = 0 adalah sebagai tanda diam atau Istirahat. Notasi angka ini sangat cocok sekali untuk pembelajaran vokal atau pembelajaran bernyanyi. Lebih jelasnya anda bisa memperhatikan urutan not angka berikut:

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Notasi Balok : Simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok merupakan notasi mutlak karena mempunyai patokan tinggi nada yang tetap (a=440 Hz) sehingga sangat efektif digunakan dalam bermain musik. Pada dasarnya pada notasi balok itu terdiri atas tiga bagian. Yang pertama adalah Kepala, Kedua adalah Tangkai dan yang Ketiga adalah Bendera. Perhatikan Gambar Berikut ini :

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Selain ketiga bagian diatas, NOTASI BALOK juga dirincikan sebagai berikut :
Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)
Not balok itu nanti akan diletakkan pada tempat not yang disebut dengan Garis Paranada. Garis Paranada itu jumlahnya ada 5 garis sejajar yang panjangnya sama. Jaraknya akan diketahui dengan nomor dari bawah. Garis paling bawah adalah garis ke-1, kemudian garis atasnya adalah garis ke-2 dan seterusnya. Anda bisa lihat gambar dibawah ini. Dengan Cara Penulisan Notasi Balok Pada Garis Paranada yang benar. Maka not-not tersebut baru bisa dibaca dan nyanyikan.

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)