Kategori

Puisi Untuk Pahlawan

Diposkan oleh On 9:54 AM

Puisi ini terinspirasi pada peringatan hari pahlawan yang selau diperingati pada tanggal 10 November. Puisi ini saya persembahkan untuk semua pahlawan yang ada di dunia ini.

Pahlawan

bumi menjadi saksi
langit menjadi saksi 
alam semesta menjadi saksi
bahwa engkau telah gugur
membela negeri
membela tanah ini
membela sampai mati

darah tak mungkin diminum oleh tanah
biarlah mengering dan tetap memerah
merupakan salah satu bukti sejarah

peluru lalu lalang tak kau hiraukan
sambaran granat tak engkau perdulikan
yang kau pegang adalah negeri
jangan sampai dikuasai
jangan sampai dijajah dan dimaki

sehingga engkau tak segan untuk mati
sehingga keluarga resah menanti
walau jasadmu mati
namun jiwa dan semangatmu tak akan pernah berhenti

Wahai sang pahlawan
engkau tak menghiraukan lawan
engkau berjuang demi kemenangan
engkau rela meninggalkan keluarga demi kemerdekaan

merdeka untuk bangsa Indonesia
merdeka  untuk kebahagiaan bersama
demi negeri tercinta
sebagai tumpah darah kita
menuju Indonesia jaya

Wahai sang penjajah negeri
jangan mencoba untuk melawan kami
akan kami pertaruhkan jiwa dan raga ini
untuk mempertahankan keutuhan NKRI

Satu semangat yang kami kobarkan
satu tekad yang kami jalankan
satu tujuan yang kami inginkan
yaitu semangat berjihat demi rakyat
Satu tekad mempertahankan harkat dan martabat
dan satu tujuan untuk Indonesia yang hebat
di bawah Lindungan Tuhan Yang Maha Kuat

Semoga Indonesia semakin Jaya
Penuh rahmat dan Kasih Sayang-Nya
Terlindung dari segala mara bahaya
menjadi negeri yang makmur dan sentosa.

Merdeka...

Karya : Ravindra (15 Nopember 2017)
12:51 WIB (at home)

Koleksi Puisi Saya dengan judul MENGINGAT NEGERIKU yang telah kami ciptakan semoga bisa mengobarkan semangat untuk Indonesia. Berkarya membangun Indonesia.



Nama Barang : Ukuran : Bahan/ Media : Keterangan : Pemilik : Jika Berminat Segera : (Klik Berikut) HUBUNGI KAMI

PUISI : MENGINGAT NEGERIKU Karya Ravindra 17 Agustus 2017

Diposkan oleh On 9:00 AM

Puisi ini untuk diri saya sendiri yang harus mau mengisi kemerdekaan ini dengan sungguh-sungguh mengingat sejarah perjuangan para syuhada' yang telah gugur di medan perang mempertahankan keutuhan NKRI. Semoga ini bisa bermanfaat dan menjadi pengingat untuk kita semua.




MENGINGAT NEGERIKU
Hari ini kita mengingat, tumpahan darah dihentikan
hari ini kita mengingat, para penjajah mulai sekarat
Hari ini kita mengingat, Tangisan anak kecil tak terdengar lagi
hari ini kita mengingat, istri pejuang dan tentara tak lagi cemas
Yang terucap hanyalah kata MERDEKA... DAN MERDEKA
Seandainya aku hidup di Zaman itu, Mungkin nyawaku sudah melayang
Seandainya aku mengalami masa itu, Mungkin leherku sudah dibabat para penjajah yang laknat
Seandainya aku ada kala itu, Aku sudah tidak melihat anak dan istriku
Seandainya diri ini menjalani kehidupan waktu itu, banyak janda menangis dan berkata
Kami ingin MERDEKA ... DAN MERDEKA
Apakah semua pengorbanan mereka menjadi sia-sia
Apakah tetes darah penghabisan mereka terbuang percuma
Apakah peluh yang membasahi tubuh pejuang menjadi tak berguna
Apakah keikhlasan mereka mempertaruhkan nyawa menjadi tak berarti
Aku hanya tinggal mengisi
Aku hanya tinggal menikmati
Dan Aku hidup mulya di negeri ini
Apakah Aku Cukup mengatakan MERDEKA...DAN MERDEKA
Jika AKu harus berhenti berkarya
Apakah Aku hanya Cukup mengatakan MERDEKA...DAN MERDEKA
Kalau aku harus membiarkan para pecundang merusak Keutuhan kita
SAUDARAKU...
Raih tangan ini, kita bersatu, kita buat para pejuang bangga
Pastinya mereka akan senang melihat anak cucunya terus bersatu
tanpa memandang perbedaan agama
Pasti wajah mereka berseri-seri,
melihat anak cucunya berpeluk mesra tanpa menginjak walaupun kita tidak sama
ini adalah negeri kita. Negeri kita bersama
Bulatkan tekat kita, untuk terus mempertahankannya
jangankan harta, nyawapun akan menjadi taruhanyya.
SAUDARAKU....
Mari kita hancurkan kebodohan dan kemalasan
Mari kita hancurkan korupsi dan Kepicikan
Mari kita menjauh dari perpecahan dan egoisme
Janganlah kita berteduh dalam kesombongan
Janganlah kita berlindung dalam kekufuran
Janganlah kita terjebak dalam maksiat dan kemunafikan
SAUDARAKU ...
menjadi cerdas adalah sebuah jawaban
menjadi jujur adalah sebuah impian
dan menjadi rendah hati adalah sebuah kehebatan
Jika kita mengingat negeri ini
ini adalah negeri syurga
Karena kita telah MERDEKA... DAN MERDEKA

Karya : Ravindra
Kamis, 17 Agustus 2017 22.30

Ada puisi yang kami persembahkan Untuk Pahlawan, semoga bermanfaat

Dua Tahun Hikmah 5 Maret 2012

Diposkan oleh On 6:00 PM

Puisi ini Saya ukir langsung di blog saat usiaku 32 tahun, tepat hari sabtu, 22 Maret 2014 terciptalah puisi dengan judul Dua Tahun Hikmah 5 Maret 2012, yang sebelumnya juga tercipta puisi Satu Tahun Hikmah 5 Maret 2012.  yang merupakan lanjutan dari Hikmah 5 Maret 2012. Puisi ini adalah luapan rasa syukur saya kepada Allah atas kenikmatan yang diberikan Allah yang berlimpah ruah sampai tiada terkira. Namun apa daya aku ini. Hanya bisa meminta dan meminta. Namun Dengan Rahmat dan kasih Sayang-Nya semoga tetap dalam Keluargaku dan Keluarga pembaca yang dikasihi ALlah.


Dua Tahun Hikmah 5 Maret 2012

Cinta dan kebahagiaan menyelimuti Kehidupanku
Rasa manis melumuri lidah perasaanku
tahukah ini Jalan kehidupanku
Harapan Keikhlasan selalu Tetap dalam ruang Rumah tanggaku

Rabbku yang menjadi tumpuhan
Mengabulkan segala bentuk Keinginan
Menunjukkan keberkahan dalam Setiap Pemberian
Dan Menciptakan Cinta Kasih dalam keharuan

Kefanaan demi Kefanaan Mulai Surut
Keinginan Nafsu menggebu mulai larut
Larut dalam Leburan Majlis ilmu
Tersaring oleh Hikam dalam Wiridku

Walau Dunia Sulit dan Gesit dalam Kasbu
Namun Tiada Pelit aku Bersemangat
Walau Tuk jadi Kekasih-Mu Dunia Rumit dalam genggamanku
Namun Keyakinan hati ini Berharap Rahmat

Jika Dunia Telah mendekat, Jangan jadikan Laknat
Jika Dunia Merapat, Jauhkan Sujud ini dikakinya
Jika Dunia Menyapa manis, Jauhkan dari kufur nikmat
Jika Dunia Ada, jangan sampai diperbudaknya
Ditipunya, dipermainkanya, dikendalikannya, bahkan dihancurkannya.

Ya Rabb, Tolonglah diri ini dalam Tawakal
Ya Rabb, Bantulah Hati ini dalam Iman
Ya Rabb, Tetapkan Jiwa dan raga ini dalam Islam
Dan Mengarungi Kehidupan dalam Ihsan

Tiada hal yang tidak mungkin bagi-Mu ya Rabb
Segalanya dalam Kekuasaan-Mu ya Rabb
Demi Qolbu dan Tulang Rusukku, Aku Bertumpu dipangkuan-Mu ya Rabb
Demi Berkah yang Melimpah.

Ravindra, 22 Maret 2014


Takdir Allah Pasti Cantik

Diposkan oleh On 5:37 AM

Puisi ini sangat pas jika dikaitkan dengan sisi kehidupan manusia, siapa saja bisa memposisikan diri dalam lingkup ini, karena kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan hanyalah beribadah. Hak atas apa yang menjadi keinginan manusia sudah Difahami oleh Sang Pencipta, apapun yang menjadi keinginan manusia sudah Diketahui oleh Allah. Maka jika kita mau menyerahkan segalanya hanya kepada ALlah maka niscaya kehidupan kita pastilah menjadi sangat indah. Ikut sekenario Allah, maka pasti kehidupan ini pasti cantik. Orang terkadang memaksakan diri untuk dikabulkan segala keinginannya, padahal Allah Yang Paling Tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita dengan segala upaya untuk selalu mendekatkan diri pada Allah, maka apapun keinginan kita pasti akan Dibuat lebih indah dari yang kita rencanakan. 





Takdir Allah Pasti Cantik

Sekenario cerita kehidupan telah Ditentukan
Kisah Manis dan Kesedihan 
menghiasi liku-liku drama yang disajikan
Lakon demi lakon yang diperankan
mengasah potensi penjiwaan yang sempurna

Berdiri dengan penuh Percaya diri
agar mampu beraksi dengan keikhlasan hati

Usaha dan upaya telah berlalu
namun Takdir Allah Yang Berlaku
Keinginan nafsu yang menggebu
menjadi permohonan untuk dikabulkan

aku yakin takdir Allah pasti cantik
Naskah yang tertulis begitu rapi
bahkan kecerdasan ini tak mampu mendeteksi

Allah Faham keinginan kita
Allah yang menentukan jalan kita
dan setiap liku kehidupan selalu ada hikmahnya
hikmah penuh berkah
jika diyakini penuh dengan Qonaah
menjalani hidup dengan pasrah
maka Allah Akan Membuatkan cerita indah


Karya : Ravindra 
03 Nopember 2013





Puisi " Siapa Itu? "

Diposkan oleh On 8:30 PM

Puisi Siapa itu? terinspirasi saat melihat caleg-caleg dan Capres cawapres yang saat ini sedang menggalang pendukung, berbagai cara telah dilakukan mulai dari koar-koar sampai bagi-bagi uang sarapan, atau sedekah dalam rangka menghadapi pencalonan, banyak yang asap asil, bahkan ada yang memiliki perhitungan matang, sampai membuat peta pendukung dengan jumlah simpatisan tertentu. Weleh-weleh.. pokoke sibuk banget. Saya sebagai rakyat kecil tentunya menaruh harapan bagi calon legislatif dan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk bersunggguh-sungguh atas amanat yang diembannya, jangan asal obral janji setelah jadi lupa lagi. Lupa atau sengaja melupakan. Kami memohon pada sang maha kuasa dan memiliki kekuasaan yang mutlak Memberikan kekuatan kepada caleg-caleg capres dan cawapres agar mampu memenuhi janjinya pada rakyat kecil dan berusaha semaksimal mungkin untuk mensejahterakan rakyat. Jangan sampai kita ragu atas profesionalitas yang caleg dan capres miliki. Jika kami dihianati, maka Allah tak akan pernah tinggal diam atas apa yang mereka lakukan. Maka jangan sampai kalian mengingkari janji, buat kami yakin dan percaya, buat kami mantap atas apa yang anda miliki biar kami tidak terus bertanya dan suudzan kepada kalian yang telah dipercaya. 

Siapa itu?

Banyak yang aku tidak tahu
Siapa Itu? Apa itu? dan Bagaimana Itu?
Banyak yang aku tak mengerti
Apa niatmu? Dan Apa keinginanmu?
Banyak yang aku khawatirkan
Bagaimana Aksimu? Dan seperti apa sepak terjangmu
Banyak yang aku takutkan
Sejauh mana kemampuanmu? Seberapa cerdas otakmu?
Itulah aku rakyat biasa
Itulah aku rakyat Jelata

Amanah bukan untuk orang yang resah
Resah dengan jabatannya, resah atas kemampuannya, resah atas kepribadiannya
Amanah hanya untuk orang yang terkenal
Terkenal akhlaq mulianya, terkenal kejujurannya, terkenal jiwa keikhlasannya
Banyak yang berkoar dengan semangat yang berkobar
Namun pudar tak jelas kemana harus berlayar
Ribuan kata terajut manis
Mengejar mimpi yang tak pernah habis
Aku dibuai, aku dirayu, aku ragu

Kutitipkan amanat itu, kutaruh harapan dipundakmu
Kumohonkan pertolongan pada Allah atas kekuatan langkahmu
Masihkah lari tanpa permisi
Haruskah pergi meninggalkan janji


Siapa itu?

Karya : Ravindra (15 Nopember 2013)


Ujian dan Tantangan - Syair dan Puisi

Diposkan oleh On 10:49 PM


Berikut persembahan puisi ataupun syair yang memberikan semangat bagi kita dalam berjuang mengalahkan kelemahan yang kita miliki. bersemangat untuk selalu berbuat yang terbaik terutama dalam hal untuk menjadi yang lebih baik bahkan untuk menjadi yang terbaik. Syair indah ini menginpirasikan pada kita untuk selalu bergantung pada ALLah Subhanahu wata'ala, untuk terus berusaha dengan semaksimal mungkin mengharap pertolongannya dan menyerahkan segalanya hanya kepada Allah semata. Allah menjadi tempat bersandar, dan Muhammad menjadi pemandu dalam setiap langkah dan perjalanan perjuangan hidup kita dan penuh dengan pengharapan 

Ujian dan Tantangan

Terompet tanda bertempur telah dimulai
hanya aku dan alat perangku
melangkah pasti tiada perduli
siap menerjang halang yang merintang

Jujur dalam bertempur
Siap dalam menjawab
Takut pada Ilahi Rabbi
Berani menghadang rintangan sendiri

Yaa Rabb ......
Lebih baik aku hancur tapi Jujur
daripada makmur dalam kufur
lebih baik aku hampa tapi berusaha
daripada kaya dengan meminta

Tangan mengepal berbekal tawakal
Kali melaju mengharap ridlo-MU
Mulut bertakbir biar sombong menyingkir
Hati berjuang ikhlas tanpa mengharap balas
hidup penuh semangat bulatkan tekad
jiwa menjadi kuat sebab rahmat
dan tak akan terasa berat dengan syafaat

Keimanan ini atas izin-MU
Kefahaman ini atas cahaya Kekasih-MU
dan keyakinan ini atas Taqdir-MU

Yaa  Rabb ........
Berilah yang terbaik bagiku


Karya : Ravindra  (24 Oktober 2013)



Kupermainkan Cinta

Diposkan oleh On 10:24 PM

Puisi ini adalah rangkaian dari puisi yang berjudul " Kau Bukan Impianku ". mengapa demikian adakalanya  si cowok juga mempermainkan ceweknya, kalau puisi Kau Bukan Impianku cenderung cewek mempermainkan cowok, namun kali ini cowok mempermainkan cewek. terlepas dari enjoy dan tidak enjoy, maksud saya, terkadang ada cewek yang diperlakukan seperti dalam puisi Kupermainkan Cinta ini, merasa si cewek juga menikmati, namun alangkah bodohnya kehormatan yang begitu dijaga Allah malah kau berikan pada orang lain untuk dipermainkan dan dirusak kehormatannya. 
Yo.. ojo ketema-ketemu  maksud saya jangan sampai ini terjadi pada pembaca yang budiman. seharusnya cinta yang sejati tidak dikotori dengan nafsu, tetapi cinta sejati dan murni akan selalu dihiasi dengan kesucian dan kehormatan, inilah cinta yang suci, seperti puisi "Cinta Tanpa Dosa". tak doakan anda akan menemukan cinta sejati anda. bagi anda yang belu menikah dan telah terjerumus kedalam dosa dan kemaksiatan maka bertaubatlah seperti puisi "Beri Kesempatan aku Bertaubat" kemudian kalian harus keluar dari kehancuran itu, sangat cocok dengan puisi "Cintaku Kuparkir". yang sudah menikah gimana? ya tentunya puisi ini akan memberikan wawasan pada anak-anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk. amiin,  bagi anda yang sudah menikah justru luapan hawa nafsu tersalurkan dibawah keridloan Allah Subhanahu Wata'ala. malah akan menjadi pahala yang tiada tara. namun jika dilakukan pada orang yang belum resmi menikah, maka akan menjadi petaka yang luar biasa. Jika sudah menikah puisi dengan judul "Thanks Wahai Istriku" cocok untuk anda
Puisi ini saya beri judul


 KUPERMAINKAN CINTA

saat aku mengatakan kalau aku suka kamu
itu adalah saat dimana aku memulai permainan ini
cinta kasih yang kuberikan, tuk kelabui mata hatimu
perhatian ini, tuk tutupi kebusukanku

Kau kutipu, dan kau tak tahu
kau kubohongi, dan kau tak mengerti
kau ku kelabui, dan kau tak merasa itu

maka setiap sentuhanku, itu mainan pertamaku
maka setiap belaianku, itu mainan keduaku
maka setiap rabaanku, itu mainan ketigaku
maka setiap kecupanku, itu mainan keempatku
maka setiap pelukanku, itu mainan kelimaku
dan maka setiap luapan nafsuku
ITU ADALAH MAINAN-MAINAN BARUKU

semakin lama kau tertipu, semakin banyak mainan baruku
semakin jauh kau kubohongi, semakin mudah tuk dapatkan mainan kesukaanku
semakin dalam kau kukelabui, maka semakin hancur masa depanmu

Kalau kau tak tahu itu, betapa bodohnya kamu
kalau kau tahu itu, betapa ruginya kehidupanmu
menikmati kebusukan akibat nafsu tiada terkendali
menuju kehancuran dan suramnya masa depan

kau tahu itu?

Karya : Ravindra ( 04 Juni 2013 )