Kategori

Karakteristik Metode Pengajaran Qowaid al-Lughoh

Diposkan oleh On 10:16 PM


Karakteristik metode pengajaran Qowaid al-Lughoh:
  1. Tujuan mempelajari bahasa asing agar mampumembaca karya sastra dalam bahasa target/ kitab keagamaan dalam belajar bahasa arab.
  2. Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu , kamus atau daftar kata, dan teks bacaan.
  3. Tata bahasa disajikan secara deduktif, yakni mulai dengan penyajian kaidah diikuti dengan contoh-contoh, dan dijelaskan secara rinci dan panjang lebar.
  4. Kosa kata diberikan dalam bentuk kamus dwi bahasa, atau daftar kosakata beserta terjemahannya.
  5. Teks bacaan berupa kitab keagamaan lama.
  6. Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tatabahasa dan kosakata.
  7. Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar.
  8. Peran guru aktif sebagai penyaji materi. Peran pelajar pasif sebagai penerima materi.[1]

3.   Pemilihan Metode Pengajaran Qowaid al-Lughoh
    Beberapa alasan kenapa metode tersebut menjadi pilihan. Ini dikarenakan seseorang yang memiliki kompetensi tata bahasa (Qowaid al-Lughoh) ia akan memilki kemampuan menghasilkan kalimat dalam jumlah yang tak terbatas, yang sebagan besar adalah kalimat-kalimat baru.[2] Grammar (tata bahasa) adalah ilmu yang mempelajarai kalimat tentang analisis dan analogical.[3] Dengan mempelajari Qowaid al-Lughoh maka akan terhindar dari kekeliruan dan kesalahan pengertian dalam memahami Bahasa Arab.[4]  Seseorang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mau menafsirkan Al-Qur’an tanpa mempelajari Qowaid al-Lughoh maka akan terjadi salah penafsiran terhadap isi Al-Qur’an.[5]
    Bahasa Arab sebagai bahasa resmi al-Qur’an. Banyak disebutkan dalam al-Qur’an, antara lain tertera dalam QS. Yusuf: 2
    إناانزلنه قرأنا عربيالعلكم تعقلون (يوسف : ٢)
    Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya berupa al-Qur’an dengan bahasa Arab agar kamu memahaminya”. (QS. Yusuf: 2).
    Menurut Soenjono guru harus menguasai tata bahasa secara formal, artinya tidak saja daia harus bisa bertata bahasa dengan baik tetapi juga menjelaskan mengapa ini harus begitu.[6] Bahkan dengan metode ini test bahasa mudah disusun dan dikontrol.[7] Yang namanya national dan fungsional Sillabus itu harus pula mencakup tata bahasa.[8]
    Metode pengajaran Qowaid al-Lughoh sangat diutamakan, dan diajarkan secara deduktif, dengan tujuan para pengajar dapat menghafal definisi-definisi dan kaidah-kaidah nahwu di luar kepala. Dengan cara menggunakan materi dalam bentuk nadzam seperti Alfiyah karya ibnu malik untuk memudahkan menghafal.[9]
    Dalam tata bahasa Arab perlu mengetahui adanya tiga struktur (الكلمه) yang mempunyai arti lafadz yang menunjukkan atau mengandung arti sesuatu.[10]
    Dalam memahami teks bahasa Arab, maka harus ada tiga unsur yaitu isim, fiil, dan huruf.[11] Karena kalimat dikatakan sempurna dan bisa dipahami apabila ada isim, fiil, dan huruf.


    [1] Ahmad Fuad Efendi, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, Misykat, Bandung, 2004, hal. 32.
    [2] Wilkins D.A, Linguistics in Languaga Teaching, Chooser Press, London, hal. 182
    [3] Paul Robert, Op. Cit., hal. 132
    [4] Chatibul Umam dkk, Op.Cit., hal. 59
    [5] Ibid., hal. 59-60
    [6] Soenjono Dardjowidjojo, Rampai Bahasa Pendidikan dan Budaya, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2003, hal. 122
    [7] Muljanto Sumardi, Pengajaran Bahasa AsingSebuah Tinjauan Dari Segi Metodologi, Bulan Bintang, Jakarta, 1975, hal. 36
    [8] Ibid., hal. 8
    [9] Ibid., hal. 35.
    [10] Thoifuri, Granmar For Two Language Arabic and English, CV. Aman Karya, Semarang, 2002, hal. 8
    [11] Zaini Dahlan, Sarah al Jurumiyah, Pustaka Alawiyah, Semarang, 1997, hal. 6

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »