Kategori

Dampak dan Tingkat Kesulitan Metode Qowaid al-Lughoh

Diposkan oleh On 10:19 PM

Dampak dari Metode Qowaid al-Lughoh

Banyak sekali metode-metode yang sangat efektif namun pemilihan metode tidak boleh sembarangan harus mengetahui faktor-faktor dalam menentukan metode.[1]
Pemilihan dan penentuan metode secara umum dipengaruhi oleh lima faktor:
  1. Anak didik, perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual, psikologis mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang sebaiknya guru ambil dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam waktu yang relatif lama demi tercapainya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara oprasional.
  2. Tujuan, metode yang dipilih guru harus sejalan dengan taraf kemampuan yang hendak diisi kedalam diri setiap anak didik.
  3. Situasi, situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari kehari.
  4. Fasilitas, lengkap dan tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode.
  5. Guru, kepribadian, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar adalah permasalahan intern guru yang dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode.[2]
Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari metode Qowaid al-Lughoh alangkah baiknya kita mengetahui kekuatan dan kelemahan dari metode tersebut. Setelah itu kita mempunyai gambaran terhadap dampak yang ditimbulkan baik dampak positif maupun dampak nagatif.
Kekuatan pengajaran Qowaid al-Lughoh adalah:
  1. Pelajar menguasai dalam arti hafal diluar kepala kaidah-kaidah tata bahasa bahasa target.
  2. Pelajar memahami karakteristik bahsa target dan banyak hal lainnya yang bersifat teoritis, dan dapat membandingkannya dengan karakteristik bahasa ibu.
  3. Metode ini memperkuat kemampuan pelajar dalam mengingat dan menghafal.
  4. Bisa dilaksanakan dalam kelas besar dan tidak menuntut kemampuan guru yang ideal.[3]
Kelemahan-kelemahan dari Metode Qowaid al-Lughoh adalah:
  1. Metode ini lebih banyak mengajarkan “tentang bahasa” bukan mengajarkan “kemahiran bahasa”.
  2. Metode ini hanya mengajarkan kemahiran membaca, sedang tiga kemahiran yang lain (menyimak, berbicara, menulis) diabaikan.
  3. Pelajar hanya mempelajari satu ragam bahasa saja, yaitu ragam bahasa tulis klasik, sedang bahasa tulis modern dan bahasa percakapan tidak diperoleh.
  4. Kosa kata, struktur, dan ungkapan yang dipelajari oleh siswa mungkin sudah tidak dipakai lagi dalam arti yang berbeda dalam bahasa modern.
  5. Karena otak siswa dipenuhi oleh masalah-masalah tata bahasa maka tidak tersisa lagi tempat untuk ekspresi dan kreasi.[4]
Dampak positif dari metode tersebut adalah mampu menjawab soal-soal tes dengan akurat ini disebabkan katena pelajar menguasai dalam arti hafal diluar kepala kaidah-kaidah tata bahasa (bahasa target).[5]
Dampak negatif dari metode tersebut adalah siswa cenderung pasif dan kurang kreatif karena penekanannya tidak pada skill menyimak dan berbicara yang sangat menuntut latihan yang sifatnya praktis.[6]
Tingkat Kesulitan Pengajaran Qowaid al-Lughoh
Menurut Abu Bakar Muhammad guru harus memperbanyak pelajaran muhadastahmutholaah, dan mahfudzatsebelum memulai pelajaran Qowaid.[7]
Di dalam proses pengajaran Qowaid al-Lughoh guru memberikan beberapa contoh kalimat, kemudian menyuruh siswa mengeluarkan dari kalimat tersebut, dan contoh-contoh tersebut harus dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti oleh siswa.[8] Karena mengingat bahwa aspek-aspek perbedaan anak didik yang dipegang adalah aspek biologis, intelektual, dan psikologis.[9]
Dalam menyampaikan pelajaran bahasa Arab, seorang guru harus menggunakan metode. Dan metode yang cocok dalam pembelajaran ini adalah menggunakan metode ceramah. Karena metode ceramah akan bisa mengajak siswa berinteraksi melalui penerangan dan pemikiran secara lisan dari seorang guru kepada peserta didik.[10]
Dalam pelaksanaannya sebuah interaksi dalam pemikiran, misalnya penceramah dapat menggunakan alat bantu untuk menjelaskan uraiannya. Akan tetapi alat utama dengan kelompok atau pendengar adalah menggunakan bahasa lisan.[11]
Dari kedua definisi tersebut dapat diambil suatu pengertian bahwa metode ceramah adalah penyampaian materi kepada peserta didik dengan jalan pemikiran secara lisan dan metode ini senantiasa baik bila  dalam penggunaannya didukung dengan alat-alat bantu atau media sebagai pendukung dalam pembelajarannya.[12]
B.       Prestasi Belajar Dalam Bidang Studi Bahasa Arab
Prestasi belajar bidang studi bahasa Arab, terdiri dari tiga rangkaian kata yaitu prestasi, belajar, dan bidang studi Bahasa Arab. Oleh karena itu sebelum mendefinisikan pengertian prestasi belajar bidang studi bahasa Arab, terlebih dahulu akan ditentukan pengertian ketiga istilah tersebut.



Refferensi
[1] Winarno Surakhmad, Metodologi Reseach, PT. Tarsindo, Bandung, 1975, hal. 96
[2] Ibid., hal. 97
[3] Ahmad Fuad Efendi, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, Misykat, Malang, 2004, hal. 33
[4] Ibid., hal. 33
[5] Ibid., hal. 34
[6] Ibid, hal. 34
[7] Abu Bakar Muhammad, Metode Khusus Pengajaran Bahasa Arab, Usaha Nasional, Surabaya, 1981, hal. 85
[8] Ibid, hal. 85
[9] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaktif Edukatif, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2000, hal. 191
[10] Winarno Surahmad, Pengantar Belajar Mengajar, Tarsito, Bandung, 1986, hal. 99
[11] Ibid., hal. 99
[12] M. Basyirudin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Ciputat Press, Jakarta, 2002, hal. 55

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Yang baik dan Sopan Agar blog ini bisa berkembang lebih baik.