Kategori

Syarat-Syarat Mengarang Lagu

Diposkan oleh On 12:03 AM

Dalam artikel syarat mengarang lagu kali ini menjadi pembahasan utama dalam seni musik. Apakah seseorang harus menguasai Unsur-Unsur Musik terlebih dahulu untuk mengarang lagu? Apakah Harus mengetahuai Langkah-Langkah Mengaransemen Lagu. Atau mengerti Tentang Aransemen Lagu terlbih dahulu.. Mengarang lagu dengan berbagai macam metode yang mereka lakukan. Ada yang menyanyi saja, kemudian merekam apa yang mereka nyanyikan. Lalu memutar kembali dengan mengulang-ulang. Memperbaiki yang dirasa belum tepat, baik lirik maupun nadanya. Ada pula seseorang mengarang lagu dengan membuat nadanya terlebih dahulu kemudian mencari liriknya dan menyanyikannya. Banyak yang juga mengarang lagu dengan menggunakan bantuan keyboard atau gitar untuk mengaransemen nadanya. Dengan menulis lirik lagu dan mengaransemen nada bisa lebih mudah dan langsung bisa dirasakan hasilnya. Dari berbagai metode diatas maka ada hal-hal yang menjadi syarat mengarang Lagu.

Syarat-syarat Mengarang Lagu

BAKAT

Syarat-Syarat Mengarang LaguBakat adalah kemampuan dasar yang dimiliki seseorang sejak lahir. Jadi pada saat didalam perut sudah ditiupkan kemampuan berolah seni. Bakat seperti ini ternyata juga membutuhkan latihan-latihan secara rutin dan disiplin. Dengan begitu mereka akan lebih mudah dan cepat mengasah kemampuan dirinya. 

Pernah mendengar perkataan orang yang bunyinya kurang lebih demikian. Jika tidak punya bakat, latihan sampai kapanpun maka tidak akan bisa. Anggapan yang demikian ada kemungkinan benar, namun belum ada penelitian mengenai hal tersebut. Pelatihan akan menjadi agenda utama dalam berlatih musik. Tanpa latihan maka tidak akan bisa berhasil. Bagaimana yang tidak punya bakat? Maka jawabanya adalah Frekuensi latihannya diperbanyak justru akan menghasilkan bentuk dan gaya personal seseorang dalam bernyanyi. 

Intinya adalah Latihan maka bakat akan terbentuk dengan sendirinya. Bakat Tanpa latihan juga hasilnya kurang mnaksimal bahkan bisa jadi NOL. Namun latihan rutin sekalipun tanpa bakat tetap akan mengasilkan karya yang luar biasa.

PENGETAHUAN MUSIK

Pengetahuan musik juga menjadi syarat dalam mengarang lagu. Lagu adalah uangkapan pikiran dan perasaan melalui rangkaian nada-nada dan syair yang disusun secara sengaja. Kemampuan dasar pengetahuan tentang musik menjadi kwajiban bagi setiap komposer dalam mengarang lagu atau mengaransemen lagu. Perlu juga mengetahui Langkah-Langkah mengaransemen Lagu dan Syarat-Syarat Mengarang Lagu. Pengetahuan dasar musik yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
  • Pengetahuan Dasar Teori Musik : Teori mengenai interval Nada, Tanda Tempo, Tanda diam, Tanda kunci birama dan Tanda Birama, Dinamika, Ekspresi (unsur Musik), Susunan, Tangga Nada, Notasi 
  • Pengetahuan Dasar Melodi : Pengetahuan Melodi ini termasuk penting dikarenakan untuk menyempurnakan lagu yang bakal dinyanyikan. Melodi merupakan bagian unsur musik yang tidak bisa dipisahkan dengan akor. Dengan penggabungan Akor dengan melodi menghasilkan musik yang harmonis.
  • Pengetahuan Dasar Ritme : Ritme atau Irama menjadi syarat dalam mengarang lagu. Dengan penghayatan penuh akan tercipota ritme tertentu seingga terbentuklah pola irama yang bervariasi.
  • Pengetahuan Dasar Ilmu harmoni : Keselarasan paduan bunyi.
  • Pengetahuan Dasar Pola dan Bentuk Komposisi : Komposisi adalah rangkaian Nada untuk membuat suatu simponi atau rangkaian unsur pokok dalam membuat sebuah karya.
  • Pengetahuan Dasar Ilmu Vokal : Ilmu tetntang bagaimana mengolah vokal kita, mengolah modulasi yang kita miliki dan bagaimana teknik memegang Microphone dan Teknik pernafansannya.

PENGETAHUAN BAHASA YANG BAIK

Pengetahuan Bahasa yang bagaimana yang dimaksudkan dalam artikel ini? Yang saya maksudkan dalam artikel ini adalah pengetahuan menentukan tema yang tepat yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa kalimat. Tentunya adalah kalimat yang baik yang memiliki susunan yang baik dan benar pula.

Kemampuan memilih dan mengatur kata sehingga menimbulkan bunyi bahasa yang menarik. Artinya untuk bunyi akhiran dalam satu kalimat bisa berpola AAAA atau ABAB atau terserah yang terpenting pantas dan tepat enak didengar tanpa mengurangi makna yang dimaksudkan.

Menguasai pengetahuan tentang ungkapan dan gaya bahasa yang baik. Ketika orang tersebut menguasai keseluruhan pengetahuan yang baik, maka akan mampu menggabungkan beberapa kata dengan nada-nada yang indah. Sehingga harmonisasi dari sebuah lagu tersebut tercapai.



Tangga Nada

Diposkan oleh On 12:49 AM

Tangga Nada adalah urutan Nada yang disusun secara berjenjang. Hal yang tergolong dalam Unsur Musik ini akan saya bagi menjadi 2 (dua) yaitu Diatonis dan Pentatonis. Masing-masing kategori ini memiliki jumlah jarak. Oleh karena itu saya akan ulas secara detail dan pembagiannya secara terperinci.

Tangga Nada Diatonis

Tangga Nada Diatonis tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga Nada yaitu satu dan setengah. Contoh yang menggunakan tangga nada diatonis adalah Organ dan Piano. Tangga Nada Diatonis terbagi menjadi 2 (dua) Macam. Diatonis Mayor dan Diatonis Minor. Lihat Gambar Berikut :

Tangga Nada

Tangga Nada Pentatonis

Tangga Nada Pentatonis adalah Jenis tangga nada yang hanya memakai lima Nada Pokok. Ragam Tangga Nada Pentatonis ini dibedakan oleh jarak antar nada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan Nadanya ada Istilah PELOG dan SLENDRO. Contoh Musik yang menggunakan tangga Nada Pentatonis adalah Musik Gamelan.

Tangga Nada

Pelog : Memiliki Nada 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 
Slendro : Memiliki Nada 1 - 2 - 3 - 5 - 6



Tanda Tempo (Istilah dalam Tempo)

Diposkan oleh On 11:48 PM

Pengertian Tempo sudah kita jelaskan dalam Unsur-Unsur Musik. Namun Jika ingin mengetahui secara garis besarnya bisa anda baca dalam artikel Tanda Tempo kali ini. Tempo adalah ketukan dalam satu menitnya. Pengertian tersebut memang sangat singkat, namun seseorang sudah mulai diarahkan pada Unsur Musik yang berupa tempo. Disini saya akan mengartikan beberapa istilah yang dipakai dalam mengenal tanda tempo. Dengan istilah tanda tempo tersebut seseorang mampu menggolongkannya dengan mudah.

Empat (4) Pembagian Tanda Tempo

Tanda Tempo Lambat
  1. Largo   : Sangat Lambat, Luhur, dan Agung (44 - 48 Ketuk/Menit)
  2. Adagio  : Sangat Lambat dengan Penuh perasaan (54 - 58 Ketuk/Menit)
  3. Grave   : Sangat Lambat dan Sedih (40 - 44 ketuk/Menit)
  4. Lento   : Sangat Lambat, Melandai (50 - 54 Ketuk/Menit)
Tanda Tempo Sedang
  1. Andante            : Sedang, Kecepatan seperti orang berjalan (69 - 76 Ketuk/Menit)
  2. Andantino         : Lebih Lambat dari Andante (76 - 84 Ketuk/Menit)
  3. Moderato          : Sedang (92 - 104 Ketuk/Menit)
  4. Allegro Moderato : Lebih cepat dari moderato (diatas 104 lebih sedikit)
Tanda Tempo Cepat
  1. Allegro    : Cepat   (126 - 138 Ketuk/Menit)
  2. Allegreto  : Agak Cepat  (104 - 112 Ketuk/Menit)
  3. Presto     : Cepat sekali, Tergesa-gesa (176 - 192 Ketuk/Menit)
  4. Vivace     : Cepat, Tangkas (152 - 168 Ketuk/Menit)
Tanda Tempo Perubahan
  1. Rit       = Rittenuto : Makin lama makin lambat
  2. Ritard  = Ritardando : Makin lambat, tapi perlahan-lahan
  3. a.t       = A Tempo : Tempo harus kembali ke tempo semula setelah beberapa kali mengalami perubahan.
Tanda Tempo (Istilah dalam Tempo)

Akor (Susunan 3 Nada)

Diposkan oleh On 11:07 PM

Dalam sebuah unsur Musik Melodi, tanpa adanya akor maka terasa tidak lengkap. Unsur Harmonisasinya juga tidak tercapai. Oleh karena itu pentingnya akor untuk mengiringi melodi yang ada. Perpaduan yang benar dan tepat antara akor dengan melodi ini yang kita sebut harmonis. Akor secara garis besar adalah gabungan 3 nada yang dibunyikan secara bersamaan. Tidak sembarang nada yang dibunyikan, namun ada aturan yang harus diperhatikan tidak asal 3 nada.

Pengertian Akor

Akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang dibunyikan secara serentak akan menghasilkan nada yang harmonis. Akor bisa juga disebut dengan Trinada. Trinada adalah tiga nada yang dibunyikan serentak. Tiga nada yang dimaksudkan adalah pertama adalah nada Utama sebagai dasar akor. Kemudian Nada kedua adalah Nada Tert. Nada Tert itu adalah Nada yang ketiga dari Nada Utama atau nada dasarnya. Dan nada yang ketiga adalah nada kuint adalah Nada kelima dari Nada Dasarnya. Dari dasar itulah maka akan tersusun beberapa akor dengan nada dasar Natural sebagai berikut :
  • Tingkat 1 : C - E - G   = disebut TONIKA diberi nama C Mayor
  • Tingkat 2 : D - F - A   = disebut SUPER TONIKA diberi nama D Minor
  • Tingkat 3 : E - G - B   = disebut MEDIAN diberi nama E Minor
  • Tingkat 4 : F - A - C1 = disebut SUB DOMINAN diberi nama F Mayor
  • Tingkat 5 : G - B - D1 = disebut DOMINAN diberi nama G Mayor
  • Tingkat 6 : A - C1 - E1 = disebut SUB MEDIAN diberi nama A Minor
  • Tingkat 7 : B - D1 - F1 = disebut INTRODUKTOR diberi nama B Dim

Keterangan

  • Akor tingkat 1, 4, 5 memiliki interval antara nada dasar dengan nada tert-nya adalah 2. Oleh karena itu disebut tert besar atau AKOR MAYOR. (Pelajari INTERVAL NADA)
  • Akor tingkat 2, 3, 6 memiliki interval kecil terhadap kedua nada. Misalnya Nada D ke F berjarak 1 setengah. Maka Akor tersebut dinamakan akor Minor. (Pelajari INTERVAL NADA)
  • Akor Tingkat 7 disebut dengan Akor DIMINISHED artinya jarak antara nada dasar dengan nada ketiganya hanya 3 atau interval kuint kurang (Diminished)

Kunci atau Akor ?

Seseorang terkadang menyamakan kunci dengan akor. Orang berpendapat kunci maka yang jelas seseorang akan menekan 3 nada sekaligus untuk mengunci nada yang dinyanyikan. Misalnya Nada seorang penyanyi di C=do maka Kuncinya adalah C - E - G. Jadi menurut saya, Kunci adalah Jelmaan Akor yang sudah tersusun. Istilah Kunci adalah bagaimana Nada yang dinyanyikan adalah Nada C = do, disamakan atau dikunci dengan Akor C.

Interval Nada

Diposkan oleh On 12:25 AM

Memang dalam unsur-unsur Musik, melodi yang baik itu apabila Interval nadanya dapat dijangkau penyanyi atau alat musik. Interval Nada adalah Jarak antar satu nada dengan nada lain. Interval nada ada yang bernilai 1 dan ada pula yang bernilai setengah. Untuk interval nada mayor memiliki interval 1- 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2 ini berlaku apabila masih normal menggunakan nada do = C yaitu urutan Nadanya C - D - E - F - G - A - B - C. Lebih jelasnya anda bisa memperhatikan gambar berikut ini :

Interval Nada

Kita juga bisa melihat interval Nada dengan menggunakan not balok. Anda akan melihat posisi nada pada garis Paranada. Bagaimana jika nada dimulai pada C Mayor dan bagaimana jika Nada dimulai dari D mayor. Jika dimulai dari D Mayor, maka Gambar Not Balok nada D dimulai dari Garis pertama ParaNada. kemudia spasi 1, Garis ke-2 Spasi dan seterusnya yang sudah saya terangkan dalam artikel Notasi angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik). Untuk itu sebagai bahan perbandingan dari contoh Tangga Nada D Mayor dengan Tangga Nada C Mayor dengan interval 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2. bisa memperhatikan gambar berikut:

Interval Nada



Tanda Kunci dan Pembagian Tanda Kunci (3 Tiga Simbol)

Diposkan oleh On 11:36 PM

Tanda kunci ini memang digunakan pada garis paranada untuk menunjukkan letak titinada. Tanda kunci ini akan menentukan kekuatan nada-nada dalam Lagu. Unsur Musik yang berupa tanda kunci ini, menjadi sangat penting jika sudah dihadapkan pada kekuatan seorang penyanyi. Seorang pencipta lagu harus mengerti betul penyanyinya. Ada yang suka menulis lagu dengan nada-nada yang tinggi, ada pula yang menulis lagu dengan nada-nada yang sedang, dan aada pula yang menulis lagu dengan nada-nada yang rendah. Tergantung selera Composer (penulis lagu). Jika Mereka memiliki pita suara yang luar biasa maka biasanya mereka menulis lagu dengan nada-nada yang tinggi. Walaupun pengarang lagu tidak memiliki suara tinggi, namun penyanyi yang akan menyanyikan lagu memiliki suara yang tinggi, maka seorang pencipta lagu akan menggunakan tanda kunci yang tinggi.

Pembagian Tanda  Kunci dan Simbolnya

  1. Kunci G (Kunci Treble). Kunci G adalah tanda yang menunjukkan Nada G dari Paranada. Kunci G biasa digunakan untuk menulis nada-nada yang tinggi. Kunci G biasa disebut dengan kunci Biola.
  2. Kunci C (Kunci Alto). Orang terkadang suka dengan kunci C karena nadanya sedang. Namun bagi yang memiliki kapasitas lebih dalam suara yang tinggi, Maka jarang seorang penyanyi menggunakan tanda kunci ini. Persoalannya adalah seorang penyanyi harus mampu dengan suara bas (rendahnya) dan tidak kedodoran, Juga harus bisa memaniskan lagu pada nada-nada sedang.
  3. Kunci F (Kunci Bass) adalah menunjukkan nada f pada garis keempat dari paranada. Kunci F biasanya untuk menuliskan nada-nada yang rendah. Oleh karena itu Kunci F sering disebut kunci Bass.
Tanda Kunci dan Pembagian Tanda Kunci (3 Tiga Simbol)


Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Diposkan oleh On 9:13 AM

Dalam pembahasan kali ini adalah pembahasan mengenai pembagian notasi musik. Dalam Unsur-Unsur Musik notasi menjadi bagian penting. Tanpa adanya Notasi maka sebuah lagu tidak bisa diwujudkan dalam sebuah tulisan maupun gambar untuk dipelajari. Oleh karena itu Notasi musik menjadi pembahasan mengenai Unsur-Unsur Musik. Warna Nada dapat dilukiskan dengan notasi musik. Kita dapat mengenal, membaca, menulis dan menyanyikan lagu juga dengan adanya notasi ini. Sekali lagi Notasi itu sangat penting.

Berikut ini adalah pembagian Notasi

Notasi Angka : Sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka. Mulai dari angka 1 (satu) sampai dengan Angka 7 (tujuh). kemudian untuk angka NOL = 0 adalah sebagai tanda diam atau Istirahat. Notasi angka ini sangat cocok sekali untuk pembelajaran vokal atau pembelajaran bernyanyi. Lebih jelasnya anda bisa memperhatikan urutan not angka berikut:

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Notasi Balok : Simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok merupakan notasi mutlak karena mempunyai patokan tinggi nada yang tetap (a=440 Hz) sehingga sangat efektif digunakan dalam bermain musik. Pada dasarnya pada notasi balok itu terdiri atas tiga bagian. Yang pertama adalah Kepala, Kedua adalah Tangkai dan yang Ketiga adalah Bendera. Perhatikan Gambar Berikut ini :

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)

Selain ketiga bagian diatas, NOTASI BALOK juga dirincikan sebagai berikut :
Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)
Not balok itu nanti akan diletakkan pada tempat not yang disebut dengan Garis Paranada. Garis Paranada itu jumlahnya ada 5 garis sejajar yang panjangnya sama. Jaraknya akan diketahui dengan nomor dari bawah. Garis paling bawah adalah garis ke-1, kemudian garis atasnya adalah garis ke-2 dan seterusnya. Anda bisa lihat gambar dibawah ini. Dengan Cara Penulisan Notasi Balok Pada Garis Paranada yang benar. Maka not-not tersebut baru bisa dibaca dan nyanyikan.

Notasi Angka dan Notasi Balok (Jenis Notasi Musik)