Kategori

Cara Mengatasi Siswa Terlambat Masuk Kelas

Diposkan oleh On 10:16 PM


Cara mengatasi siswa yang terlambat Beberapa model mengatasi siswa terlambat masuk kelas atau cara mengatasi siswa telat masuk kelas menjadi diskusi menarik terutama bagi guru-guru yang sedang bertugas untuk medidi anak disekolah atau di madrasah. Tidak jarang guru hanya melakukan proses belajar mengajar dengan menyampaikan mata pelajaran saja dengan tidak memperhatikan perilaku siswa. Hal semacam ini secara sekilah tidak membawa masalah bagi anak yang pintar ( menguasai mapel ) tetapi itu akan mempengaruhi siswa untuk berbuat atau berperilaku sama. Padahal belum tentu siswa lain menguasai materi tersebut dan berefek kurang baik. Dengan kata lain siapapun yang terlambat atau telat maka harus ditanganni secara khusus agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk dan pada akhirnya akan membentuk karakter siswa yang kurang baik. Dalam diskusi para guru di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo pada tgl 28 Januari 2013 yang lalu menghasilkan beberapa alternatif cara atau metode tepat untuk mengatasi siswa yang kurang disiplin masuk kelas. Berikut ini beberapa alternative tersebut: 

  1. Faktor guru dalam hal ini guru harus memulai dari dirinya untuk tidak terlambat masuk kelas (ibda bi nafsi) maka lama kelamaan siswa akan merasa sungkan untuk terlambat. Kelemahannya adalah apabila siswa yang melanggar tersebut tidak memiliki perasaan, alias kurang peka atau masa bodoh. 
  2. Dengan model skor, jika siswa terlambat di skor 5 poin misalnya, setelah dikomulatifkan dan skor sudah mencapai 25 maka dilakukan langkah pemanggilan orang tua tahap pertama, setelah ngumpul lagi skornya missal 50 poin pemanggilan tahap kedua dan seterusnya. Kelemahannya jika orang tua tidak hadir untuk memenuhi panggilan sekolah maka komunikasi terputus, jika dating kerumah orang tua siswa butuh waktu khusus untuk melakoninya. Atau tugas tambahan bagi guru. 
  3. Model denda, jika siswa terlambat misalnya didenda 500 rupiah, kemudian hasil denda bisa untuk tambahan kas masuk OSIS atau OSIM, Organisasi Siswa Intra Sekolah atau Organisasi Siswa Intra Madrasah. Kelemahannya jika anak tersebut orang kaya atau banyak harta bisa-bisa akan dibayar 5000 rupiah untuk telat 10 kali. 
  4. Disuruh bersih-bersih ruangan atau perabotan yang ada di sekolah. Hal tersebut sebenarnya juga kurang pas krena dinilai akan merugiakan siswa karena seharusnya belajar tetapi waktu tersita untuk bersih-bersih. Kelemahannya bagi siswa yang suka meninggalkan pelajaran atau benci guru mapel, maka akan lebih menyukai bersih bersih. 
  5. Berdiri didepan kelas atau berdiri diluar kelas juga merupakan alternative yang ditawarkan, kalau berdiri didalam kelas tidak perlu diberi materi tetapi kalau diluar kelas maka harus diberi materi atu belajar diluar kelas. Kelemahannya tidak maksimalnya materi yang diserap siswa, apalagi siswa tersebut tidak suka guru yang sedang mengajar saat itu maka dia akan lebih suka dihukum diluar kelas. 
  6. Mengakrabi siswa yang bermasalah setelah akrab baru memberikan nasehat-nasehat yang baik, buat siswa tersebut nyaman dengan kita baru nanti diberikan nasehat-nasehat. Kemudian ada pengawalan dan pembimbingan dalam setiap perilaku, terbimbing dalam setiap langkahnya layaknya kita memperhatikan dan membimbing buah hati kita sendiri, tebar muka senyum pada siswa yang bermasalah ajak diskusi dan mintai pendapat mengenai kedisiplinan dengan tidak menyinggung masalah siswa tersebut. Ekstra sabar dan ikhlas. Kelemahannya butuh ekstra keras dan banyak menyita waktu guru. 
  7. Mendoakan siswa tersebut yaitu minta petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala agar siswa tersebut diberikan hidayah oleh Allah. Kelemahannya hanya berdo’a tidak berusaha juga tidak baik, karena kita wajib berikhtiyar sebelum segalanya Allah yang menentukan (Tawakal ‘Ala Allah). 
Dari alternative-alternatif yang ditawarkan saya berkesimpulan untuk memilih poin 1, 2, 6 dan 7. Alasan saya adalah sebagai berikut : Bagaimanapun juga contoh yang baik atau uswatun hasanah harus melekat kuat pada pribadi seorang guru, menjalankan aturan yang sudah disepakati pihak sekolah dan pihak orang tua wali murid. Anak butuh figur seorang guru yang bisa dijadikan tempat curhat atas masalah yang dialaminya dan anak butuh kenyamanan untuk mengungkapkan segala persoalannya dan kita wajib berdoa karena apapun yang kita lakukan dan kerjakan harus selalu melibatkan Allah untuk kita mintai pertolongan atas perkara yang kita hadapi, insyaAllah akan berbuah manis. 

Selamat berkarya wahai guru-guru untuk selalu membangun Indonesia kita yang tercinta.
Oleh Ravindra, S.Pd.I

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »