Kategori

Persiapan Pameran

Diposkan oleh On 11:27 PM


Persiapan Pameran
Persiapan menjadi langkah pertama dalam melaksanakan kegiatan pameran. Persiapan menjadi pijakan utama dalam melaksanakan pameran. Tanpa persiapan, maka pameran bisa dipastikan kurang berhasil, bahkan lebih ekstrim lagi bila dikatakan tidak berhasil alias gagal total. Tentunya hal ini akan dialami oleh siswa yang nantinya akan mengadakan pameran di madrasah atau sekolah.

Jangan menyepelekan persiapan, sebab tidak akan mungkin pameran terjadi jika tidak direncanakan secara matang. Persiapan menjadi kegiatan pertama bahkan yang utama demi suksesnya pameran.
Kegiatan dalam persiapan pameran


Pembentukan Panitia. Panitia adalah sekelompok orang yang berkumpul dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan tidak dibawah sebuah lembaga. Pengertian organisasi sama persis dengan pengertian panitia, yang membedakan adalah mengenai kelembagaan. Panitia tidak memiliki lembaga, sedangkan organisasi memiliki lembaga. Panitia setelah dibentuk harus langsung dibubarkan jika acara telah selesai. Maka bisa dikatakan pembubaran panitia. Pembuabaran panitia ini akan dilaksanakan setelah Pelaksanaan Pameran dan evaluasi.

Jika susunan panitia sudah terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah panitia akan mengadakan rapat perdana, dalam rapat perdana yang dibahas adalah pembagian tugas dalam kepanitiaan. Setelah dibagi sesuai profesionalisme seseorang, kemudian langkah berikutnya segera melakukan tindakan. Sebagai contoh saja. Jika kalian kebetulan ditunjuk sebagai seksi perlengkapan, maka setelah rapat perdana yang harus dilakukan mengadakan penelitian dan pengumpulan data mengenai harga, spesifikasi dan lain sebagainya. Jika sudah terkumpul datanya, maka nantinya akan diplenokan pada rapat kedua dan seterusnya.

Setiap personil harus melaporkan hasil pengumpulan datanya. Maka didalam rapat inilah akan dibahas mengenai apa saja yang berhubungan dengan kepanitiaan. Bendahara mengemukakan jumlah keuangan yang bakal masuk dan keluar dengan metode rincian. Jika asumsi pendapatan keuangan dari beberapa donatur maka pengeluaran diatur jangan sampai terjadi minus anggaran. Ya tentu jangan sampai terjadi. 

Logikanya, anggaran pengeluaran disesuaikan dengan jumlah pendapatan. Jika minus, konyol namanya.
Misalnya tadi seksi perlengkapan, akan memberikan data tentang jumlah biaya yang bakal dikeluarkan untuk kegiatan pameran. Seksi perlengkapan ini membawa beberapa data yang berbeda dengan rincian harga yang berbeda pula, sehingga dengan adanya opsi yang ditawarkan, maka panitia berhak memilih yang sesuai dengan anggaran yang direncanakan oleh bendahara. Misalkan saja, sewa perlengkapan mulai dari tratak, meja kursi, dan lain sebagainya di persewaan A dengan harga sewa Rp. 1000.000,- per hari, dengan spesifikasi tertentu. Kemudian di persewaan B lebih murah padahal spesifikasi dan fasilitasnya sama dengan yang memasang bandrol 1 juta. Maka ini akan menjadi pertimbangan panitia. Kenapa kalau ada murah tidak dimanfaatkan, padahal spesifikasinya sama.

Seksi dokumentasi juga bergerak cepat untuk mendapatkan info mengenai harga perlengkapan dokumentasi. Misalnya saja seksi dokumentasi membeli micro SD di toko A, namun harganya ternyata lebih murah lagi jika mau beli di toko B. Intinya semua panitia melaporkan data data yang telah diperolehnya sehingga bisa dipakai bahan pembahasan.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Yang baik dan Sopan Agar blog ini bisa berkembang lebih baik.