Kategori

Tingkatan Apresiasi

Diposkan oleh On 11:05 PM

Tingkatan ApresiasiSeseorang berkarya tentu tidak hanya sekedar mengekspresikan diri melalui karya seni, namun ada tujuan lain yaitu agar mendapat apresiasi dari orang lain atau mendapatkan penghargaan dari orang lain. Dengan adanya penghargaan itu tentunya akan memicu seseorang yang berkarya seni lebih bersemangat untuk berkarya lagi dan seseorang yang melihatnya agar termotivasi untuk ikut berkarya, hal inilah yang dinamakan ilmu yang berkah artinya kebaikan satu menimbulkan kebaikan-kebaikan yang lain. Dengan demikian seseorang tersebut sudah benar-benar bermanfaat bagi orang lain. 

Jika ada sebuah karya seni yang disajikan baik secara sengaja maupun disajikan secara tidak sengaja maka akan memunculkan berbagi reaksi bagi yang melihatnya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja pula. Contoh seseorang yang melihat karya seni dengan sengaja yaitu pada saat seseorang mengunjungi pameran seni, kemudian menikmati karya-karya yang ada. Contoh seseorang yang melihat karya seni dengan tidak sengaja pada saat diperjalanan ternyata dipinggir jalan ada sebuah karya seni yang bagus dan menarik maka itu dinamakan melihat karya seni tanpa sengaja. Dengan kejadian seperti itulah muncul yang dinamakan tingkatan apresiasi.
Berikut ini 3 tingkatan apresiasi
  1. Apresiasi Empatik : Apresiasi hasil pandangan mata secara sekilas baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Contohnya " WOOOOW Keren...! ". " Wiih Maceme ....! " hanya sebatas itu saja. Ini biasa dilakukan bagi mereka yang kurang bisa berkarya seni tetapi sangat menyukai seni. Penikmat ini senang melihat karya, namun tidak terdorong untuk berkarya atau terdorong untuk mencobanya. Ya sebatas itulah.
  2. Apresiasi Estetik : Apresiasi yang sudah memasuki tingkat pemahaman pandangan secara detail disetiap sudut karya. Apresiasi ini merupakan tingkatan apresiasi yang lebih baik dibanding yang pertama, mengapa demikian karena penikmat seni sudah mulai memahami dan meneliti secara detail ini artinya bahwa tidak hanya sekedar terkagum namun keinginan untuk melihat secara lebih dekat. Bagi yang suka karya seni dan suka berkarya seni, walaupun melihat secara tidak sengaja, mereka akan menyempatkan untuk melihat lebih dekat yang tujuannya adalah mencari ilmu baru yang sedianya dipersiapkan untuk pengembangan ddirinya.
  3. Apresiasi Kritik : Apresiasi tertinggi dalam menghargai sebuah karya, tidak hanya meneliti secara detail namun akan mampu memberikan solusi bagi karya yang masih belum sempurna. Maka bagi siapa saja yang sudah memasuki apresiasi kritik maka perlu memiliki syarat-syarat Khusus Agar Anda boleh mengkritik seseorang. Jangan asal kritik. Ketika orang berbicara kritik, maka yang muncul adalah kata Salah, Saran, Masukan, Sindiran, Comment, Pendapat dan lain-lain. 
Saran itu ada yang merupakan saran yang baik dan saran yang jelek, sebagi contoh saran yang baik adalah : " Kalian harus belajar dengan giat karena sudah kelas XII sebentar lagi meghadapi ujian, setelah itu serahkan segalanya pada ALLAH Subhanahu Wata'ala". kalimat sarannya adalah Kalian harus belajar dengan giat dan Serahkan segalanya pada Allah. Penguat sarannya adalah Karena sudah kelas XII dan Sebentar lagi ujian. Saran ternyata juga ada saran yang buruk alias kurang baik. Contoh : " Kalian tidak perlu belajar, masalah kelulusan itu urusannya Allah ". Masalah kelulusan memang miliknya Allah tapi sarannya yang tidak baik. Kita itu dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin setelah itu kita serahkan semuanya pada ALLAH Subhanahu wata'ala, itulah yang dinamakan Tawakal. Begitu juga dengan masukan. 

Berbicara Sindiran maka juga akan memunculkan hal positif dan hal negatif, sindiran itu ada yang ungkapan nyata tapi menyindir dan orang yang disindir jelas ada didepannya. Contoh : " Siapa yang kemarin jalan jalan dengan dandanan seperti artis dengan rambut terurai." cantik dan menawan. Perhatikan sindiran berikut : Wahai kaum hawa, tutupilah auratmu dimana saja saat kalian jalan jalan atau dimana saja ". Maka untuk kalimat yang kedua tidak diperuntukkan hanya satu orang, hanya yang merasa lah yang tersindir, tetapi tidak jelas siapa yang disindir.

Masih banyak uraian tentang hal tersebut namun perlu diketahui bahwa tujuan apresiasi ini adalah bagaimana anda bisa menghargai apapun dan siapapun. Jika hal ini benar benar bisa melekat dalam jiwa anda, maka secara otomatis kalian telah berhasil belajar seni. Harapan saya adalah kalian bisa menghargai Orang lain, menghargai karyanya, menghargai pendapatnya, menghargai kehidupannya, menghargai statusnya, menghargai kedudukannya, menghargai kesholihannya dan menghargai ilmunya. Jika kalian pengen dihargai orang lain, hargailah diri anda dan orang lain. menghargai diri sendiri adalah dengan berpakaian rapi, bersih, berpendidikan, berakhlaqul Karimah dan memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Dengan begitu terangkatlah derajat kalian tanpa harus merendahkan derajat orang lain.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »