Kategori

Sejarah Kaligrafi

Diposkan oleh On 7:07 PM

Pengertian Kaligrafi

Sejarah Kaligrafi
Kaligrafi secara bahasa berasal dari bahasa Yunani, Kalios dan Graphei. Kalios artinya indah, dan graphei artinya Tulisan. Oleh karena itu Kaligrafi dinamakan Tulisan yang indah. Jika ada yang menanyakan pengertian Kaligrafi. Artinya tulisan apapun, baik arab, Tulisan China, Tulisan Indonesia, kalau memang tulisan itu indah maka dinamakan kaligrafi. Selama ini kita mengenal kaligrafi itu selalu tulisan arab. Padahal Bahasa Arab sendiri memberi nama tersendiri untuk kaligrafi yaitu TAHSINUL KHOT. Tahsinul artinya Indah, Khot artinya Garis atau Tulisan. Secara istilah maka Tulisan yang indah yang terjejer rapi diatas garis sehingga terlihat rapi dan indah. Kalau dalam bahasa inggris dari kata Calligraphy yang juga mengadopsi dari bahasa Yunani. Jadi Intinya sama. Aslinya Kaligrafi itu yang membedakan adalah kualitas keindahan tulisannya. Kalau tulisan itu sama saja namun kualitas tulisan akan sangat berbeda tergantung yang menggoreskan.

Gelar atau Julukan Seorang Yang Ahli dalam Bidang Kaligrafi

Setiap orang semua tentunya bisa menulis huruf-huruf bahkan merangkainya dengan baik, namun ternyata kualitasnya berbeda-beda. Banyak orang yang menulis tidak sesuai kaidah penulisan yang baik. Kadang ada yang menulis dengan baik namun kurang bagus. Oleh karena itu, orang yang memang benar-benar mampu menulis huruf-huruf bahkan merangkainya dengan indah dan sempurna, maka mereka memiliki julukan tersendiri. Untuk orang yang ahli menulis huruf arab dinamakan KHOTOT (Putra/Putri). Untuk tulisan Internasional atau berbahasa Indonesia atau Inggris maka dinamakan Kaligrafer.

Kaligrafi Arab (Tahsinul Khot)

Kaligrafi arab atau yang biasa kita sebut tahsinul Khot ini sudah berkembang diberbagai negara, khususnya Indonesia sudah banyak melahirkan Khotot-khotot handal yang saya kenal seperti KH. Noor Aufa Siddiq - Kudus (Alm). KH. Didin Sirojuddin, M.Ag (Jakarta). H. Asiry Jasiry, S.Pd.I (Kudus), H. Purwanto, S.Pd.I (Kudus). Ust. Turmudzi Elfaiz. (kudus) Ust. Ali Rohman (Kudus). Mohon untuk berkomentar jika masih ada Khotot Terkenal tapi saya belum Kenal. Mereka semua yang telah mewarnai dunia seni tulis menulis arab atau Kaligrafi Arab. Yang tentunya sudah menjuarai berbagai event lomba yang sampai saat ini mereka masih berjuang untuk melestarikan Kaligrafi ARab ini. Bukti perjuangannya, mereka mendirikan kursus-kursus kaligrafi, Pondok Seni kaligrafi dan Memiliki galeri dengan tujuan seni Kaligrafi arab ini tidak punah dan akan selalu berkembang.

Perkembangan Seni Kaligrafi di Abad Modern ini

Sebenarnya diabad ke 11 telah ditemukan tulisan kaligrafi khot Khufi dibatu nisan makam Fatimah binti Maimun di Gresik (wafat 495 H/ 1082 M) dan beberapa makam lainnya dari abad-abad ke-15. Temuan ini dilakukan oleh arkeologi kaligrafi Islam Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary dalam penelitiannya. Bahkan diakui pula sejak kedatangannya ke Asia Tenggara dan Nusantara, disamping dipakai untuk penulisan batu nisan tulisan Arab ini dipakai untuk menulis materi pelajaran, catatan pribadi, undang-undang, naskah perjanjian resmi dalam bahasa setempat, dalam mata uang logam, stempel, kepala surat dan sebagainya. Huruf Arab yang dipakai dalam bahasa setempat tersebut diistilahkan dengan huruf Arab Melayu, Arab Jawa atau Arab Pegon. 

Pada abad ke 18 sampai ABad 21 ini muncul karya kaligrafi yang menggunakan media kayu dengan cara dipahat emnggunakan alat pahat, kemudian ada yang menggunakan media kaca yang disebut seni Grafir, ada yang menggunakan media berupa logam dengan teknik cor dan lain sebagainya. Ada yang membuat kaligrafi menggunakan media kain bludru dengan pernik-pernik broji. Perkembangan ini seiring dengan perkembangan teknologi sehingga karya kaligrafi bisa diwujudkan menggunakan berbagai macam media.

Sejarah Kaligrafi
Kaligrafi dengan Media Kain Bludru dan Pernik-Pernik


Selain adanya perubahan media, ternyata kaligrafi juga berkembang dari segi style atau aliran. Dulu Kaligrafi harus sesuai dengan kaidah penulisan yang benar dan sempurna, namun kali ini merambah pada aliran Lukis Kaligrafi Arab. Hal ini ternyata memberikan peluang bagi seniman yang kurang menguasai kaidah penulisan kaligrafi, mereka mampu menciptakan kreasi seni kaligrafi Arab dengan melenceng dari kaidah, asal indah dan bisa dibaca dengan dalih aliran neo modernis atau aliran abstrak, maka hal ini bisa digolongkan dalam karya seni rupa dua dimensi. Apalagi bagi khotot yang memang sudah menguasai kaidah penulisan yang benar didukung dengan keterampilan melukis, yang akhirnya memadukan lukis dengan tulisan arab sehingga tercipta karya yang lebih berkualitas karena penguasaan dari segi aliran. Inilah harapan kita. Dalam kata lain, jika seorang pelukis mau mempelajari Kaidah penulisan Arab yang benar, maka akan menjadi luar biasa. Begitu sebaliknya, jika seorang khotot mau menyempurnakan dirinya dengan mengikuti latihan dan kursus melukis maka lengkaplah sudah keterampilannya dalam berkarya seni Kaligrafi Modern yang beraliran Lukis Kaligrafi.

Video Koleksi kami di Youtube KLIK DISINI

Kaligrafi Arab Yang Dilombakan Di Indonesia bahkan sampai Internasional

Ada beberapa Kategori Lomba Kaligrafi Arab yang memang dilombakan mulai dari tingkat lokal sampai pada tingkat Internasional. Kegiatan lomba biasa diselenggarakan setiap tahun seperti MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) Cabang Kaligrafi ARab, Cabang Naskah, Cabang Hiasan Mushaf, dan Cabang Hiasan Dekorasi.  Untuk hiasan mushaf biasanya menggunakan sketsa dulu sebelum melakukan pembuatan Hasil Karya. Ada beberapa SKETSA ATAU DESAIN HIASAN MUSHAF yang menjadi pertimbangan, yang cocok dan sesuai untuk dilombakan. Dan sekarang sudah mulai diadakan lomba dengan kategori Lukis Kaligrafi ARab. Hal ini memang menjadi nuansa tersendiri, sehingga para seniman digiring untuk mengeluarkan bakatnya dan menunjukkan pada dunia bahwa mereka tidak kalah dengan seniman-seniman lain di Dunia.
Mengenai alat yang dipakai untuk lomba bermacam-macam. Untuk Hiasan Dekorasi biasa menggunakan alat berupa kuas dengan cat akrilick. Untuk Hiasan Mushaf dan Naskah biasanya menggunakan alat tulis berupa kayu resem yang dinamakan Khadam atau Kalam

Koleksi Kami DI Youtube KLIK DISINI


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »