Kategori

Pendahuluan Metode Qowaidul Lughoh Dalam Pengajaran Bahasa Arab

Diposkan oleh On 8:22 AM

A.      Latar Belakang

Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an yang setiap umat Islam selalu berpegang pada wahyu Allah itu. Dengan bahasa Arab seseorang tidak hanya dapat membacanya saja tetapi dapat mengartikan dan memahami kandungan ayat Al-Qur’an kemudian mengamalkannya. Selain itu banyak sekali buku-buku panduan keislaman yang dicetak dengan tidak berharokat sehingga tanpa mempelajari bahasa Arab seseorang tidak akan mampu membacanya apalagi memahaminya. Oleh karena itu bahasa Arab menjadi salah satu mata pelajaran pokok bagi siswa madrasah khususnya Madrasah Tsanawiyah.
Tujuan pengajaran bahasa Arab adalah supaya siswa menguasai bahasa Arab yang meliputi :mufrodat wa tarakib atau kosakata dan struktur kalimat, hiwar atau percakapan, qira’ah atau membaca dan insya’ muwajjah atau mengarang terarah. (Departemen Agama RI, Buku Paket pelajaran bahasa Arab kelas III Madrasah Tsanawiyah). Siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa tersebut baik untuk mempelajari ilmu-ilmu agama atau bahkan untuk berkomunikasi.
Dalam pengajaran bahasa Arab di Indonesia telah ditetapkan suatu sistem pengajaran bahasa Arab sejak tahun 1975, yaitu all in one system.[1] Dengan tujuan agar anak mampu berbahasa Arab baik secara pasif maupun aktif.[2]
Kemudian dalam praktek pengajaran bahasa Arab kita mengenal adanya kegiatan membaca, menulis, mendengar dan berbicara yang lebih dikenal dengan sebutan kemampuan berbahasa atau kemahiran berbahasa. Jadi bahasa Arab merupakan tanda atau tanda bahasa yang berupa bunyi yang dilakukan dengan bantuan alat ucap manusia yang berupa bunyi atau arus bunyi. Hal ini sesuai dengan sifat bahasa itu sendiri, dari manapun asalnya bahasa tersebut, maka akan memiliki sifat yang sama berupa tanda dan tanda bahasa itu berupa bunyi.[3]
Pelajaran bahasa Arab mempunyai fungsi sebagai bahasa agama dan pengetahuan, di samping sebagai alat komunikasi sehingga pelajaran bahasa Arab di madrasah merupakan bagian dari mata pelajaran yang tidak terpisahkan dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai keseluruhan.[4]
Penggunaan metode yang tidak sesuai maka akan menjadi kendala. Guru yang terlalu sering menggunakan metode ceramah, siswa akan merasa bosan, sementara tujuan pengajarannya adalah anak didik dapat mengerjakan soal tertulis yang dibuat oleh Departemen Agama atau LP Ma’arif. Penekanannya pada kemampuan kognisi dengan empat skill yang harus dimiliki siwa, dengan begitu siswa diharapkan tidak hanya mampu menjawab soal, namun mampu juga untuk melakukan percakapan.
Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas pengajaran bahasa Arab dengan metode pengajaran Qowaid Al-Lughoh terhadap prestasi belajar bidang studi bahasa Arab siswa kelas III yang masih menggunakan kurikulum lama yaitu kurikulum 1994 dengan suplemen terbaru. Penggunaan metode pengajaran Qowaid Al-Lughoh diharapkan akan memberikan alternatif yang positif dalam pengajaran bahasa Arab, sehingga siswa lebih mengerti, memahami, mampu mengerjakan soal dan terhindar dari kebingungan terhadap materi yang disampaikan oleh guru.

Artikel Terkait lainnya :


Refferensi


[1] Akrom Malibary, Pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah, Bulan Bintang, Jakarta, 2002, hal. 3
[2] Pedoman Pengajaran Bahasa Arab Pada Perguruan Tinggi Agama/IAIN, Departemen Agama RI, Jakarta, 1975, hal. 117
[3] Umar Assaudin Sokah, Problematika Pengajaran Bahasa Arab dan Inggris, Hida Karya Agung, Yogyakarta, 1997, hal. 7
[4] Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Garis-Garis Besar Program Pengajaran Bahasa Arab, Depag RI, Jakarta, 1998, hal. 1

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »