Kategori

Puisi Untuk Guru: Wahai guru seperjuanganku

Diposkan oleh On 10:03 PM

Gambar Ilustrasi by: Sulap Foto
Wahai guru seperjuanganku

 

Mantabkanlah langkah, mencari berkah, dalam dunia pendidikan.

Teguhkan hati, dan selalu berjanji, akan selalu memperbaiki diri.

Walau kadang diantara kita ada perbedaan gaji, namun itu bukan untuk kita iri secara ukhrawi.

Namun boleh kita ratapi secara duniawi. Ingatlah…!

Jalur kita pasti akan selalu sama, membentuk anak didik untuk siap bertahan di dunia

Dan membuat mereka memiliki akhlaq mulia, serta menjadikan mereka dekat dengan Tuhannya. Dan ini pahalanya sama.

 

Tetap tenang dan jangan ragu, walau kadang tatapan mereka seolah tak percaya. Namun itu hanya hiasan sekilas pandangan mata.

Tetap mengajar dan mendidik, walau kadang ada yang yang mengusik. Percayalah, itu hanya orang orang yang ingin dekat dengan kita untuk bercerita.

Tetap tersenyum dan bahagia, walau kadang ada yang tak terucap membuat merah telinga. Namun sebenarnya itu motivasi yang gratis yang banyak manfaatnya.

 

Kadang kita terbawa sedih, namun setelah menatap wajah anak didik kita, serasa bahagia. Melihat mereka tumbuh dan semakin dewasa.

Kadang kita merasa malu, tak ada persembahan yang terbaik, namun ingat satu ilmu yang kita miliki, akan bercabang dengan nilai yang tak terhingga.

Kadang kita sedikit malas, tak bisa bekerja secara sempurna, namun itu hanya sementara saja. Masih lebih banyak waktu yang kita kerjakan dengan penuh semangat.

 

Jika aku melihat engkau lesu, bukan berarti semata karena gajimu tidak cukup

Namun sebenarnya engkau mencukupkan apa yang diterima. Aku yakin kamu bisa.

Jika aku melihat engkau agak terlambat mengajar, bukan berarti engkau tidak semangat untuk mendidik.

Namun karena engkau berhenti sejenak untuk memikirkan akhaq apa yang akan aku ajarkan pada anak didik. Aku yakin engkau Tauladan yang baik.

Jika aku mendengar kau mengeluh, bukan berarti engkau pengobral peluh.

Namun hanya sekedar basa basi untuk menghibur diri. Kenyataannya engkau masih berdiri, menyayangi anak didik kita yang kita cintai.

Jika aku melihat tas yang yang engkau tenteng kosong, hanya berisi secarik kertas ringkasan.

Namun aku yakin penjabaranya yang beribu kata, sudah siap diajarkan pada mereka.

 

Hati ini mecoba untuk menerima dengan lapang dada, atas hiruk pikuk dunia yang tak pernah ada akhirnya.

Menyikapi respon-respon yang tak senada, mencoba bersahabat dengan situasi yang kadang tak terduga.

Menepis himpitan-himpitan yang yang terjadi, sehingga terurai menjadi benang-benang yang siap dirajut kembali.

 

Hidup ini indah, hidup ini berkah. Saat kepala tersungkur pada sajadah. Mengharap pertolongan Allah dalam setiap langkah.

Tiada takut sepi terjadi, karena Tuhan selalu Melindungi. Tiada hati dan jiwa yang tersakiti, karena Tuhan Maha Mengampuni. Tiada gundah gulana yang menyelimuti, Karena Tuhan Selalu Menjaga Diri ini. Diri yang lemah, diri yang tak sempurna, diri yang tak berharga. Namun Yakinlah! Jalan kita masih sama. Bekerja mencari Ridlo-Nya. Ihklas Tanpa Harap apa-apa. Berjuang bersama, sampai raga ini tak berdaya.

 

Tawangrejo, 28 Oktober 2026

Ravindra

 

 

 


Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »

Silahkan Berkomentar Yang baik dan Sopan Agar blog ini bisa berkembang lebih baik.