Mantabkanlah
langkah, mencari berkah, dalam dunia pendidikan.
Teguhkan
hati, dan selalu berjanji, akan selalu memperbaiki diri.
Walau
kadang diantara kita ada perbedaan gaji, namun itu bukan untuk kita iri secara
ukhrawi.
Namun boleh
kita ratapi secara duniawi. Ingatlah…!
Jalur kita
pasti akan selalu sama, membentuk anak didik untuk siap bertahan di dunia
Dan membuat
mereka memiliki akhlaq mulia, serta menjadikan mereka dekat dengan Tuhannya. Dan
ini pahalanya sama.
Tetap
tenang dan jangan ragu, walau kadang tatapan mereka seolah tak percaya. Namun
itu hanya hiasan sekilas pandangan mata.
Tetap
mengajar dan mendidik, walau kadang ada yang yang mengusik. Percayalah, itu
hanya orang orang yang ingin dekat dengan kita untuk bercerita.
Tetap
tersenyum dan bahagia, walau kadang ada yang tak terucap membuat merah telinga.
Namun sebenarnya itu motivasi yang gratis yang banyak manfaatnya.
Kadang kita
terbawa sedih, namun setelah menatap wajah anak didik kita, serasa bahagia.
Melihat mereka tumbuh dan semakin dewasa.
Kadang kita
merasa malu, tak ada persembahan yang terbaik, namun ingat satu ilmu yang kita
miliki, akan bercabang dengan nilai yang tak terhingga.
Kadang kita
sedikit malas, tak bisa bekerja secara sempurna, namun itu hanya sementara
saja. Masih lebih banyak waktu yang kita kerjakan dengan penuh semangat.
Jika aku melihat
engkau lesu, bukan berarti semata karena gajimu tidak cukup
Namun sebenarnya
engkau mencukupkan apa yang diterima. Aku yakin kamu bisa.
Jika aku melihat
engkau agak terlambat mengajar, bukan berarti engkau tidak semangat untuk
mendidik.
Namun
karena engkau berhenti sejenak untuk memikirkan akhaq apa yang akan aku ajarkan
pada anak didik. Aku yakin engkau Tauladan yang baik.
Jika aku
mendengar kau mengeluh, bukan berarti engkau pengobral peluh.
Namun hanya
sekedar basa basi untuk menghibur diri. Kenyataannya engkau masih berdiri,
menyayangi anak didik kita yang kita cintai.
Jika aku
melihat tas yang yang engkau tenteng kosong, hanya berisi secarik kertas
ringkasan.
Namun aku
yakin penjabaranya yang beribu kata, sudah siap diajarkan pada mereka.
Hati ini
mecoba untuk menerima dengan lapang dada, atas hiruk pikuk dunia yang tak
pernah ada akhirnya.
Menyikapi
respon-respon yang tak senada, mencoba bersahabat dengan situasi yang kadang
tak terduga.
Menepis
himpitan-himpitan yang yang terjadi, sehingga terurai menjadi benang-benang
yang siap dirajut kembali.
Hidup ini
indah, hidup ini berkah. Saat kepala tersungkur pada sajadah. Mengharap pertolongan
Allah dalam setiap langkah.
Tiada takut
sepi terjadi, karena Tuhan selalu Melindungi. Tiada hati dan jiwa yang
tersakiti, karena Tuhan Maha Mengampuni. Tiada gundah gulana yang menyelimuti,
Karena Tuhan Selalu Menjaga Diri ini. Diri yang lemah, diri yang tak sempurna,
diri yang tak berharga. Namun Yakinlah! Jalan kita masih sama. Bekerja mencari Ridlo-Nya.
Ihklas Tanpa Harap apa-apa. Berjuang bersama, sampai raga ini tak berdaya.
Tawangrejo,
28 Oktober 2026
Ravindra

Silahkan Berkomentar Yang baik dan Sopan Agar blog ini bisa berkembang lebih baik.